Ria Imbau Jangan Golput

Rabu, 10-09-2008 | 00:00:00

BATAM, TRIBUN – Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika khawatir. Ia mengimbau warga Batam untuk tetap menjalankan hak pilih atau tidak masuk golongan putih (golput).

Kekhawatiran itu Ria sampaikan saat mengecek data pemilih sementara di Kelurahan Tanjungpinggir, Selasa (9/9). “Saya berharap masyrakat benar-benar mencoblos pada Pemilu 2009. Jangan sampailah golput,” ujar Ria.

Baru-baru ini, kepercayaan masyarakat kepada wakil rakyat dinilai menurun. Kondisi ini disebabkan banyaknya kasus-kasus korupsi yang terungkap yang melibatkan wakil rakyat.

Untuk itu Ria menyarankan warga segera mengecek data pemilih di kelurahan masing-masing. “Bagi yang tidak sempat melaporkan kepindahannya namun keinginan untuk mencoblos tinggi, segeralah melapor ke kelurahan atau ke petugas PPS. Begitu juga kepada warga yang belum sama sekali mengecek data kepemilih,” kata Ria.

Berdasarkan rekapitulasi data pelaksanaan Pemilu dan Pilkada di Kota Batam tahun 2004 lalu, jumlah golput di Kota Batam ada sekitar 86.916 orang dari 388.147 DPT nya pada setiap agenda Pemilu (DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Batam, red).

Sementara jumlah suara sah sekitar 264.527 suara untuk DPD RI, 228.762 untuk DPRD Provinsi dan 263.264 untuk DPRD Kota Batam. Suara tidak sahnya untuk ke tiga agenda Pemilu tersebut yakni 36.704 suara untuk DPD RI, 72.469 untuk DPRD Provinsi dan 37.967 suara untuk DPRD Kota Batam.

Untuk menggugah animo warga Batam untuk ikut Pemilu 2009, Ria Saptarika bersama KPUD Kota Batam pun mengingatkan bahwa untuk mendaftar sebagai pemilih tidak mesti harus menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun boleh juga identitas lain namun masih berada di koridor wilayah Batam.

“Kita sadari satu kendala untuk ikut Pemilu adanya ketakutan warga yang belum punya KTP Batam, tidak mesti itu (KTP Batam, red) untuk terdata di Daftar Pemilih Tetap (DPT), boleh juga identitas lain namun harus dibawah hukum Pemko Batam,” ujarnya.(yah)

Advertisements

3 thoughts on “Ria Imbau Jangan Golput

  1. golput adalah hak! Semestinya yg diharamkan bagi masyaraka indonesia khususnya muslim adalah haramnya memilih pemimpin sekuler yang malu2 atau g berani atau alasan basi lainnya untuk belum saatnya atau tidakmau untuk menerapkan syariat islam di indonesia. tentu untuk mengatr negara ini agar menjadi baik.
    ———
    Hi Pak Zulhandri, Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimkasih atas opininya, any way Saya kira sejauh ddemi kepentingan umat yg lebih besar saya setuju2 saja… tapi karena MUI adalah Majlis Ulama kita maka kita perlu juga menjaga Izzah mereka.
    Wassalam
    Ria

  2. alasan karena belum terdaftar pd DPT adalah alasan terbesar meningkatnya golput juga salah. Ini bukti, bahwa caleg, cabup, cagub, capres, parpol dsb g mo muhasabah. Justru karena kesadaran masyrakat yg mulai mendekati atau sudah dlm tahap kesadaran ideologis lah mereka lebih menjadi golput. Mereka paham, perubahan rezim atau orang saja adalah suatu kesia-sian. Kesejaheraan yg dijanjikan tak ubahnya bualan kampanye. Yg dibutuhkan mereka adalah perubahan sistem. Dari kufur ke islam. Tak hanya pd orangnya, masyarakat jg meminta kejelasan parpol khususnya Islam untuk memperjelas jati diri parta hingga perjuangannya. Apakah mengikuti metode Rasul saw? Apakah memeprjuangkan penerapan syariat islam? Oke…???
    ———-
    Hi Zulhandri, Assalammu’alaikum wrwb.
    Saya dapat memahami pendapat anda dan kita juga tidak bisa memaksakan pendapat masing-masing.
    Saya pernah menyaksikan debat serupa dari 2 kubu (salah satunya dari MUI) di TV Nasional yang sama-sama fakih dalam agama… menurut hemat saya mereka keduanya bernar tapi tentu saja mereka tetap saja tidak bisa bertemu atau sefaham…

    Makanya benar sekali apa yg dikatakan Rasulullah SAW dan Frman Allah QS: Ali Imran 103-104, wajib hukumnya kita menjaga persatuan ummat dan jangan berpecah-belah.

    Demikian pula kalau saya berpendapat, belum tentu anda dan lainnya sependapat dengan saya… jadi hendaklah kita “Saling tolong menolong dan bekerja sama untuk segala sesuatu yg kita sepakati dan berlapang dada untuk segala sesuatu yg tidak kita sepakati”

    Hal lain yg perlu kita fahami juga adalah: Tidak mungkin kita melakukan mengharapkan perubahan ke arah lebih baik, manakala kita tidak dan belum memulai dari yg kecil dan dalam tahapan-tahapan yg yg konsisten, perlahan tapi pasti.

    Mohon maaf bila kurang berkenan.
    Demikian & Wassalam
    Ria

  3. sepakat…memang kita perlu menjaga kesatuan dlm tubuh kaum muslimin. Tak hanya itu, Ulama pun tak boleh kita hujat. justru jika kebenaran ada padanya, itu yg hrs didukung.bgtu jg sblknya.
    Perubahan memang perlu tahapn. tentu thoriqoh/tahapa tsb harus sama dg yg dilakukan o/ Rasul SAW ketika ia mendirikan negara Islam pertama di MAdinah.

    Apalg, dalil (quran & Hadits) sdh diturunkan scra sempurna. Skrg tiggal komitmen kita mau putih, abu-abu, atau hitam.
    ———–
    Tayyib!
    Sepakat!
    Jazakallah atas masukannya.
    Salam hangat & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s