Hujan Kritik Warnai Ranperda Perubahan

Hujan Kritik Warnai Ranperda Perubahan
Kamis, 11 September 2008

Swastanisasi Sampah Paling Disorot

Image BATAM – Seluruh fraksi di DPRD Kota Batam menyoroti kinerja Pemerintah Kota Batam (Pemko Batam) dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD Kota Batam, Rabu (10/9). Para wakil rakya mengkritisi Ranperda APBD Perubahan Kota Batam Tahun Anggaran 2008 yang disampaikan Walikota Batam Ahmad Dahlan Selasa (9/9).

Sikap kritis anggota dewan semakin memuncak setelah melihat ketidakhadiran Ahmad Dahlan dalam rapat paripurna tersebut. Dahlan hanya mendelegasikan kepada Ria Saptarika, Wakil Walikota Batam. Akibatnya, Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Soerya Respationo dan Wakil Ketua DPRD Chabullah Wibisono itu pun berlangsung panas.

Kekecewaan di kalangan wakil rakyat jelas terlihat dengan ketidakhadiran orang pertama di Pemko Batam itu. Sejatinya, tanggapan dari masing-masing fraksi harus mendapat perhatian langsung dari walikota karena menyangkut keberhasilan kinerja Pemko Batam.

“Walikota jangan mau enaknya saja, jadi tukang baca. Kemudian giliran kita kritisi, yang disuruh datang malah wakilnya. Ke depan, Pimpinan Dewan harus lebih tegas meminta walikota agar hadir dalam Rapat Paripurna,” ujar Anggota Fraksi PDI Perjuangan M Kholiq Widiarto.

Fraksi PDIP yang mendapat kesempatan pertama, langsung menyoroti minimnya anggaran yang dialokasikan Pemko Batam pada belanja publik. Menurut Sahat Sianturi, Pemko sebaiknya segera memprioritaskan pembangunan-pembangunan pelayanan publik seperti jalan, penerangan umum dan ketersediaan air.

“Sekarang ini, masih banyak dan semakin banyak saja jalan-jalan di Kota Batam yang rusak dan berlubang. Ini tentu sangat tidak baik, terlebih di tengah euforia Batam menghadapi FTZ dan Visit Batam 2010,” kata Sahat.

M Zilzal dari Fraksi PKS menilai Pemko Batam tidak inovatif dalam meningkatkan kinerja birokrasinya. Salah satu hal penting yang benar-benar mencerminkan kejelekan kinerja Pemko Batam adalah masalah sampah. “Pengelolaan sampah ini, sudah empat kali pembahasan APBD tapi tetap saja tidak ada perubahan. Sementara masyarakat sudah semakin mengeluh, banyak sampah yang mencemari lingkungan tempat tinggalnya,” kata Zilzal.

FPKS juga memandang Pemko batam sebaiknya menunda atau bahkan membatalkan pembentukan sekolah bertaraf internasional. FPKS berpendapat Batam belum memerlukan pembangunan sekolah bertaraf internasional. Akan lebih bermanfaat bila Pemko Batam melakukan pembangunan atau penambahan lokal di sekolah-sekolah negeri yang sudah ada guna mengantisipasi terjadinya kekisruhan yang kerap kali terjadi saat proses penerimaan siswa baru.

Fraksi PAN menganggap masalah sampah serta pelayanan publik lainnya memang menjadi hal yang paling menggambarkan buruknya kinerja Pemko Batam. Untuk itu, Pemko Batam semestinya memberi prioritas untuk kepentingan rakyat diantaranya, semenisasi pemukiman terisolir. “Pemko harus membuat terobosan agar mampu mengakomodir kepentingan publik. Soal Peneranan Jalan Umum (PJU) juga hingga kini tidak jelas, sudah sampai sejauh mana belum pernah ada keterangan dari Pemko,” ujar Setyasih Priherlina.

Dari sekian banyak permasalahan yang disorot, masalah sampah menjadi sorotan sentral. Hampir semua fraksi menyoroti keterlambatan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengangkut sampah. Dewan juga gerah terhadap tidak transparannya Pemko Batam menyangkut swastanisasi sampah.
“Sebenarnya, swastanisasi sampah ini jadi atau tidak? Pemko harus tegas dan transparan memberi penjelasan kepada publik,” kata Robert Siahaan dari Fraksi Golkar.

Sesuai jadwal, pada Rapat Paripurna selanjutnya DPRD akan mendengar tanggapan walikota atas pandangan fraksi-fraksi tersebut yang akan berlangsung pada Senin (15/9). (sm/yr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s