Sampah tak Boleh Numpuk Lagi

Jumat, 12-09-2008 | 00:00:00

BATAM, TRIBUN – Persoalan sampah menumpuk dimana-mana yang selama ini dikeluhkan masyarakat Batam akan segera teratasi. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengusulkan anggaran Rp16,4 miliar dalam APBD Perubahan. Dana itu akan dipergunakan untuk menangani pengelolaan sampah di Batam termasuk membayar rekanan yang sudah lima bulan belum mendapat bayaran.

Dalam pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Perubahan APBD tahun 2008, rata-rata anggota dewan menyoroti kinerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang membuat perencanaan tidak matang.

Ketua Fraksi Aliansi Nasional, Onward Siahaan mengatakan sikap Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang tidak sanggup merencanakan swastanisasi persampahan perlu dipertanyakan. Akibat perencanaan yang tidak baik, gundukan sampah terjadi dimana-mana.

“Saya mengingatkan Pemko untuk berhati-hati dalam melakukan swastanisasi, apalagi dengan rencana merubah retribusi menjadi tarif. Ini bukan sekedar permainan istilah/terminologi, tetapi justru hal yang mendasar. Pada retribusi masyarakat sudah terproteksi dengan mekanisme yang diatur oleh UU No 18/2007 tentang pajak dan retribusi.

Sedangkan tarif untuk sampah belum ada produk hukum yang mengatur sehingga perlu Perda yang mengatur mekanisme tarif. Jangan sampai merugikan masyarakat dengan rencana swastanisasi ini apalagi untuk jangka waktu 25 tahun. Pemko tidak boleh main-main,” jelasnya.

Ia mengatakan sangat prihatin dengan keadaan sampah berserakan dimana-mana dan tidak diangkut. Rata-rata sampah yang tidak diangkut di perumahan Batuaji, Bengkong, Legenda dan perumahan lainnya.

“Saya secara pribadi prihatin dengan kondisi ini, disatu sisi mitra diminta untuk mengangkut tapi disisi lain, mereka tidak mendapat bayaran sampai lima bulan. Saya beri apresiasi ke mitra yang masih mau mengangkut sampah dan mereka ini perlu mendapat perhatian,” paparnya.

Sekretaris Komisi I Zakaria menyebut, dengan adanya usulan sampah sebesar Rp16,4 miliar, jangan sampai sampah tidak terangkut lagi karena sudah banyak keluhan lambannya mengangkut sampah. “Kita minta supaya DKP bisa mengangkut sampah agar Batam jangan lagi bau. Selama ini masyarakat mengeluhkan banyak sampah yang tidak terangkut. Anggaran sebanyak itu harus bisa membuat Batam bisa bersih,” paparnya.

Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika menyebut usulan sebesar Rp16,4 miliar untuk mengelola sampah di Batam sudah dikonsultasikan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dana sebesar itu dipergunakan untuk biaya pengangkutan sampah sambil menunggu diteken kerjasama swastanisasi sampah dalam waktu dekat sekitar 1-2 bulan ke depan.

Sekretaris DKP, Sulaiman Nababan menyebut apabila usulan itu dikabulkan dan disetujui dalam waktu dekat mitra yang selama ini belum dibayar akan segera di bayar sesuai mekanisme. Dengan disetujui anggaran itu, ke depan mengangkut sampah akan dilakukan dua kali dalam seminggu ke perumahan-perumahan warga.(hat)

4 thoughts on “Sampah tak Boleh Numpuk Lagi

  1. pak, sudah saat batam punya pasukan kebersihan yang terorganisir di tingkat RT, bertugas dari pemungutan sampah hingga penagihan dan biaya yang lebih transparan. sebaiknya bermusyawarahlah DKP dengan pak RT yang terpilih. bagaimana menangani sampah di tingkat rumah tangga. untuk industri sebaiknya langsung ditangani DKP.
    ——-
    Hi Pak Sony, Terimakasih atas kunjungn & masukannya.
    Nanti saya tindak lanjuti ke Kadis DKP, agar di ketahui mungkin tidaknya ini direalisasikan, mengingat, saat ini sudah berlangsung proses kerja sama investasi pengelolaan sampah tsb dari hulu ke hilir.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Sampah kan boleh di olah jadi kompos…
    ——–
    Betul Bang Binsar, bahkan Pemko Batam juga telah memeberikan pelatihan untuk masyarakat di Tg.Uma, Tg.Riau dan silahkan kalau ada yg mau menyusul.

    Thanks & Wassalanm
    Ria

  3. ass.. Pak, kenapa nggak mencoba melatih warga memilah sampah dengan menyiapkan tong sampah sesuai jenis sampah. sampah organik diolah menjadi kompos, sampah plastik jadi kerajinan.
    Atau sebagai penyemangat dibuat kampung percontohan seperti yang sudah berlaku di kota-kota lain, Mana tahu bisa jadi obyek wisata kan?
    yang paling menyedihkan di batam adalah sampah yang dibuang ke laut dan membuat air di kawasan pantai menjadi hitam dan bau. Belum lagi di tanah terbuka yang masih belum dibangun, justru jadi tempat sampah.
    Ini sekadar masukan, mudah2an bisa menjadi perhatian pemerintah yang telah mendapatkan adipura ini.

    wass wr wb..
    ———
    Hi Mama Neisha, Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimakasih atas kunjungan dan masukan serta pemikirannya yg cukup bagus.
    Sy kira memang harus digalakkan nih, just info kami belum lama ini sudah pernah memeberikan pelatihan untuk masyarakat di Tg.Uma, Tg.Riau terntang teknik mengkompos sampah tersebut.
    walaupun masih belum menjadi gerakan bersama di Kota Batam ini, saya kira kedepan ini harus menjadi gerakan bersama sehingga sebagaik mana usaulan mba’ tadi kelak bisa menjadi objek wisata tersendiri.

    Gimanapun terimkasih masukannya.
    demikian dan Wassalam
    Ria

  4. Salah satu titik utama memang kesadaran warga dan masyarakat. Contohnya di jalan raya saja masih banyak yang buang sampah dari kendaraan secara sembarangan.
    Salut buat pasukan yang membersihkan jalan tiap apgi
    ———
    Hi Mas Silo,
    Saya sependapat dengan anda.
    Terimakasih atas apresiasinya kepada pasukan Pahlawan Adipura kita.
    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s