KTP SIAK…Kapan Siap ?

KTP SIAK…Kapan Siap ?
Sabtu, 13 September 2008

Hampir satu tahun pelaksaan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) berbasis Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK) di Batam ternyata masih ‘amburadul’. Proses pembuatan KTP seyognya hanya 14 hari kenyataan masih berbulan-bulan. Selain ketidaksiapan SDM faktor kurangnya perangkat komputer juga menjadi alasan. Jadi, KTP SIAK kapan siapnya ? Pemerintah Kota Batam belum juga berhasil menemukan formula yang tepat untuk menyelesaikan proses pembuatan KTP berbasis SIAK yang sampai hari ini masih belum berjalan dengan maksimal. Kendati secara bertahap kendala-kendala teknis sudah mulai dibenahi toh masih terbentur dengan
masalah SDM yang dinilai masih kurang baik dari segi kualitas dan kuantitas.

Seperti yang sering diungkapkan Wakil Wallikota Batam Ria Saptarika ketika melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kecamatan, pihaknya menegaskan bahwa dua minggu adalah batas akhir selesainya proses pembuatan KTP.

Kepada 12 camat se-Kota Batam Ria Saptarika juga menegaskan, tidak ada alasan pembuatan KTP lambat dari batas waktu yang telah ditetapkan tersebut. Baik itu untuk proses perpanjangan KTP, maupun pembuatan KTP baru yang biasanya berasal dari para pendatang.

Memasuki hampir setahun pelaksaan KTP SIAK, Ria kembali menantang para camat. Bahkan empat bulan kedepan para camat diberi kesempatan untuk menyelesaikan persoalan KTP SIAK yang menumpuk. Walikota Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, tidak ingin mendengar lagi alasan terjadinya keterlambatan proses pembuatan KTP akibat rusaknya perangkat
atau kurangnya tenaga.

Bahkan jika perangkat kurang, computer, Ria Saptarika mengatakan, camat dapat mengajukan penambahan. Begitu juga jika tenaga kurang, maka dapat diberlakukan sistem lembur. Untuk menyelesaikan persoalan KTP ini, dua bulan pertama merupakan tahap awal dan itu lampu kuning bagi para camat. Dua bulan berikutnya, November-Desember merupakan lampu merah. Jika masih
belum selesai, maka Pimpinan akan mengevaluasi kinerja para camat itu.

“Tadi saya tidak mau menanyakan berapa jumlah KTP yang menumpuk. Yang saya inginkan dua bulan ke depan sudah ada progres,” ungkap Ria usai menggelar pertemuan bersama camat, Asisten pemerintahan, bagian tata pemerintahan, dan Badan Komunikasi dan Informasi Kota Batam, akhir
Agustus lalu.

Menurut Ria tidak ada lagi alasan terkait keterlambatan proses pembuatan KTP ini. Jika hal serupa terjadi, harusnya camat mencari solusi. Bukan berarti ia selaku Pimpinan tidak mau membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi camat tersebut. Dengan deadline yang diberikan, Ria berharap camat melakukan komunikasi dengan dirinya sebelum memasuki tahap lampu kuning.

“Kita ingin dua bulan pertama selesai dan tidak ada penumpukan lagi. Jika sudah memasuki bulan Desember maka siap-siap evaluasi kinerja,” tuturnya.

Dead line menyelesaikan proses pembuatan KTP yang menumpuk di kecamatan diberikan ke camat. Menurut Ria, bukan berarti dirinya melepaskan tanggungjawab. Untuk mendukung pembuatan KTP SIAK, soft ware yang dirancang kini pengerjaannya hampir rampung 55 persen. Diharapkan ini bisa
membantu mempercepat pembuatan KTP.

Rumit dan Memakan Waktu

Sementara, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Batam, Irwansyah mengungkapkan kekecewannya atas pelayanan pembuatan KTP SIAK yang lebih rumit dan memakan waktu yang lebih lama dari pembuatan KTP biasa. Menurutnya, hal itu disebabkan karena perencanaan pemko kurang matang.

“Terus terang saja kita kecewa atas pelayanan pembuatan KTP SIAK. Sebab ternyata sistemnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bayangkan saja untuk mengurus pembuatan KTP saja harus memakan waktu satu sampai dua minggu. Belum lagi sistem online tidak aktif. Ini sangat tidak efektif. Padahal keberadaan KTP bagi masyarakat sangat penting. Misalnya untuk mengurus

surat nikah, transaksi KPR atau keperluan lainnya,” ujar Irwansyah kepada Sijori Mandiri beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua DPC PPP Kota Batam ini, permasalahan itu jelas menunjukkan kegagalan Pemko Batam dalam menjalankan program tersebut. Hal itu juga menunjukkan Pemko Batam tidak memiliki perencanaan yang matang.

Selain itu, sosialisasi yang kurang juga menyebabkan masyarakat kesulitan dalam pengisian formulir. Pasalnya masyarakat masih merasa asing dengan sistem demikian, tetapi mereka harus mengisi secara akurat dan kalau salah lantas dikembalikan. Hal ini juga ternyata kurang mendapat perhatian dalam perencanaan yang dibuat Pemko Batam.

“Karena komputer yang di kecamatan tidak online dengan komputer di Disduk, maka untuk mengirimkan datanya, pihak kecamatan terpaksa menggunakan flas disk untuk mengirimkan data-datanya, itupun dilakukan tiap dua hari sekali, makanya kerjanya lamban, kalau siti online berjalan kan tidak perlu begitu,” ujar Irwansyah. (sm/ik/ra/na)
Software KTP SIAK Sering Rusak karena Cuaca

Cuaca buruk yang belakangan sering terjadi di Batam ditenggarai menjadi salah satu penyebab tidak berfungsinya software pembuatan KTP SIAK. Begitu juga dengan acapkalinya listrik padam turut memperparah kerusakan software. Untuk meningkatkan layanan, Pemko Batam berencana mengganti software yang saat ini dipakai.

“Belajar dari kendala-kendala yang dihadapi petugas di Kecamatan selama ini, kita (Pemko Batam, red) berencana hingga akhir tahun ini akan mengganti software komputer lama dengan yang baru,” ujar Wakil Walikota Ria Saptarika saat melakukan pencocokan dan meneliti (coklit) data pemilih peserta pemilu di kantor Kelurahan Tanjungpinggir, Selasa (9/9).

Dijelaskan Ria, kendala yang sering terjadi diantaranya, mudah error (rusak, red) nya software komputer tersebut apabila listrik mendadak mati dan saat petir menyambar. Tidak hanya itu, wireless yang selama ini digunakan juga direncanakan akan diganti Pemko Batam dengan jaringan yang memakai Speedy.

“Pada dasarnya software baru itu nanti hanya sebatas menyempurnakan software yang ada sekarang ini, ancang-ancangnya software tersebut nantinya bakal diprakarsai oleh Disduk bekerjasama dengan Depkominfo,” kata Ria menjelaskan.

Selain itu, saat pencarian data dengan membuka kembali file kependudukan berdasarkan KTP lama, software tersebut memakan waktu lama. Hal ini semakin menguatkan niat Pemko Batam untuk menggantinya.

“Petugas lebih suka mengentri data baru dari pada harus membuka data lama yang memakan waktu cukup lama, kita harap software baru nanti semakin memudahkan petugas saat membuka file-filenya kembali,” kata Ria lagi. Saat disinggung soal lamanya pembuatan KTP SIAK, Wawako kembali meminta masyarakat untuk bersabar.

“Dari laporan beberapa Kecamatan berkas KTP sudah berangsur surut bahkan di beberapa daerah seperti di Bengkong, Nongsa dan Hinterland, sudah clean (bersih, red) dari tumpukan data, kalau pembuatan KTP berbulan-bulan belum selesai, harap memaklumi. Saya mengharapkan petugas juga tidak lengah dan menyelesaikan tugasnya tersebut secepatnya,” pungkas Ria Saptarika. (sm/ik/ra)

===

Camat Pesimis Tuntaskan KTP SIAK

Meski Walikota Batam telah mendeadline para camat untuk menuntaskan proses pembuatan KTP SIAK hingga dua bulan ke depan namun gangguan pelayanan KTP SIAK masih terjadi di sejumlah kecamatan.

Kecamatan Nongsa misalnya, hingga kini masih terkendala dengan server dan listrik. Dengan adanya kendala itu, diperkirakan banyak masyarakat Nongsa yang belum memiliki KTP SIAK.

Menurut Sekcam Kecamatan Nongsa, Al Asri selain masih terkendala server dan listrik, pelayanan KTP SIAK juga masih terkendala dengan perpindahan penduduk dari suatu tempat. Misalnya perpindahan penduduk dari kecamatan lain ke Kecamatan Nongsa dan dari kelurahan lama ke kelurahan baru dalam satu kecataman.

“Tiga faktor inilah cukup menggangu layanan pembuatan KTP SIAK, karena masyarakat terlebih dahulu harus mendapatkan surat pindah dari Dinas Kependudukan. Sedangkan server dan listrik sebagai penunjang layanan juga berpengaruh terhadap pembuatan KTP Siak, karena tertundanya input data kependudukan,”jelas Al Asri.

Sejumlah Camat mengaku tidak belum bisa menjamin bakal dapat menyelesaikan pengurusan KTP SIAK dalam kurun waktu dua bulan ke depan. Camat Batu AJi, Ahmad Arfa,S.Sos ketika dikonfirmasi perihal warning dari Walikota dan Wakil Walikota mengatakan, ia telah menindaklanjuti instruksi dari pimpinan Wilayah kepada staf agar bisa menuntaskan pengurusan KTP Siak dalam waktu dua bulan kedepan.

Ia juga telah memerintahkan staf mengidentifikasi permasalahan-permasalahan untuk diambil jalan keluar dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang menjadi hambatan proses pengurusan KTP Siak selama ini.

Arfa mengatakan, sejauh ini kendala yang dihadapi diantaranya masalah keterbatasan tenaga, gangguan jaringan, komputer dan pemadaman listrik. Mengenai personil pegawai yang menangani pengurusan KTP tidak sebanding dengan volume permohonan KTP setiap hari.

Ia menjelaskan, pihaknya memiliki 6 orang staf terdiri dari tiga orang staf penerima dan pencatan administrasi dan 3 orang operator melayani sekitar 100 pemohon KTP setiap hari. Keterbatasan personil ini tidak mampu menyelesaikan volume pemohon dengan cepat. Belum lagi diperparah dengan gangguan jaringan, komputer serta pemadaman listrik.

Pihaknya akan berupaya untuk mengatasi keterbatasan personil dengan meminta bantuan personil dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sementera permasalahan gangguan jaringan, komputer dan listrik menjadi persoalan tersendiri.

Sementara Camat Sagulung, Zulkifli juga tidak berani memastikan bakal bisa menyelesaiakan pengurusan KTP hingga deadline yang ditentukan Wako dan Wawako. Zulkifli juga mengutarakan hal yang serupa dikemukakan Arfa diantaranya masalah keterbatasan personil, masalah jaringan, komputer dan listrik.

Ia dan staf akan bekerja semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pengurusan KTP namun demikian menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan dalam memberikan penilaian. Mengatasi keterbatasan personil menurut Zulkifli belum tentu sebab harus mengeluarkan anggaran untuk itu. Pihaknya bisa bekerja lembur namun disisi lain jika tidak menemui kendala teknis seperti pemadaman listri atau gangguan pada komputer.

Zulkifli juga menyatakan kendala dihadapi bukan merupakan alasan klasik tapi memang fakta yang dihadapi jajarannya. Ia juga belum bisa memastikan bakal dapat menyelesaikan KTP hingga deadline dan menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada pimpinan atas kinerja jajarannya dalam pengurusan
KTP.(sm/rl/nn)
“Katanya Online kok Tidak Terdaftar ?”
* Keluhan Warga Terus Mengalir

‘Gimana ini, masak kami disuruh belok-bali lagi sekupang ke sini dan kembali lagi ke sekupang. Kerjaan kami ini-ini saja. Padahal di Kecamatan Sekupang katanya sudah dipindah datanya ke Batam Kota. Inikan online, kenapa di sini tidak terdaftar ”

Begitu gerutu, Lia seorang warga yang mengeluhkan pembuatan KTP SIAK di Kecamatan Batam Kota kepada Sijori Mandiri, Jumat (12/9). Ibu yang sedang hamil muda ini tampak mengomel kepada pegawai di loket pembutan KTP karena merasa sudah berkali-kali mendapat kesulitan untuk membuat KTP.

Wajar saja Lia menggerutu, karena pihak kecamatan mengatakan bahwa berkas yang ada masih belum terdata, padahal sejak bulan Juli lalu dirinya bersama Suaminya, Febri mengurus surat permohonan pindah dari kecamatan Sekupang ke kecamatan Batam Kota.

Menurut Lia, dirinya sudah mengikuti prosedur yang ada. namun banyak saja alasan pegawai kecamatan yang mengatakan berbagai macam alasan.

“Kami sudah capek untuk mengurus ini saj, kalau ditagih katanya rusak inilah, ada rusak jaringan lah, jadi kami tak punya KTP kalau ada apa-apa siapa yang tanggung jawab,” kata Lia dengan nada tinggi.

Lambatnya pengurusan KTP juga dialami Kadek warga Bida asri Kecamatan Batam Kota. Menurutnya kehadiran sistim online yang diterpkan pemerintah seharusnya bukan memperlambat pengurusan KTP, Seharusnya sistim online membuta pengerjaan KTP menjadi cepat. “Siap dalam jangkan sebulan saja itu sudah syukur, ada yang bisa dua bulan lebih,” katanya.

Kadek mengatakan bahwa seharusnya pemerintah dalam melaksanakan sitim online telah enyiapkan SDM-SDM yang sudah terlatih.”Ini apa buktinya, mereka malah jadi kewalahan, bagaimana tidak , kerjaanya hanya terlihat kebingungan saja,” katanya.

Banyaknya keluhan masyarakat tentang pengurusan KTP berbasis SIAK yang lambat diakui oleh Walikota Batam, Ahmad Dahlan. Namun Wako mengatakan dibandingkan dengan pengurusan sebelumnya dengan sesudah memberikan warning kepada para camat untuk segera erampungkannya akhir tahun 2008 memang sudah ada perubahan yang meningkat.

“Memang kemarenkan terkandala pada pesonel, kendala alat, juga sistem tadi, ” katanya usai rapat paripurna di gedung DPRD Kota Batam, Selasa (9/9).

Jadi, setiap Senin, katanya menegaskan bahwa seluruh camat yang ada di Kota Batam, harus laporkan setiap pengurusan KTP melalui Disduk. “Jadi kita selalu tahu yang selalu cepat bekerja,” katanya.

Untuk di luar Batam, yakni kecamatan Bulang, kecamatan belakangpadang Galang sama sekali tidak ada permasalahan. “Jadi saya pantau seluruh kecamatan tidak ada maslah hanya ada 6 kecamatan saja yang masih terkendala, ” katanya tanpa membeberkan 6 kecamatan tersebut.

Dahlan berjanji di tahun 2008 ini semua masalah yang berhubungan dengan KTP bisa teratasi. “Insya Allah 2008 selesai semua masalah mudah-mudahan walaupun tidak 100 persen tapi diatas 90 persenlah,” katanya.

Dahlan juga mengatakan faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya keterlambatan pengurusan KTP adalah diantaranya faktor jumlah penduduk, tingkat kecerdasan masyarakat . ” Misalnya kalau dia buta huruf itu juga kan susah untuk mengisi formulir permohonan, ya kan,” kata Dahlan mencontohkan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kependudukan (Disduk) Kota Batam Sadri Khairuddin mengatakan, lambatnya pembuatan KTP menurut Sadri, lebih disebabkan masih belum online-nya proses entry data dari masing-masing kecamatan ke di Disduk Kota Batam yang berlokasi di Sekpang. Pihak kecamatan masih menggunakan proses manual di dalam mengantarkan berkas KTP ke Disduk.

Selain itu, lambatnya pembuatan KTP juga bisa terjadi dikarenakan belum seluruhnya data kependudukan di input ke komputer yang ada di kecamatan-kecamatan. Untuk itu diharapkan peran aktif masyarakat untuk segera mengisi blanko kependudukan yang sudah disebar, dan secepatnya juga menyerahkan ke kelurahan maupun ke kecamatan.

“Saya jamin, bila entri data validasi kependudukan telah selesai diinput semua, maka pengurusan KTP tidak akan serumit dan selambat ini,” kata Sadri seraya mengatakan masyarakat nantinya juga tidak perlu lagi mengisi formulir F1 setiap kali membuat KTP atau KK. Cukup menyertakan surat pengantar RT dan RW saja. (sm/ik)

2 thoughts on “KTP SIAK…Kapan Siap ?

  1. ktp saya punya pun belum jadi padahal udah 3 bulan belum jadi pak ria… coba tolong bapak crosscheck ke kecamatan sekupang apa bener sistemnya udah berjalan dengan baik… tolong ya pak
    ——–
    Kirimkan data lengkap anda via email.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Assalamu’alaikum,

    Pak ria yang terhormat,
    Perkenalkan nama saya Leny. Dulu saya pernah buat KTP untuk diri saya, pengurusannya di kantor kelurahan kampung pelita memakan biaya Rp. 20.000 ,- dan dikantor kecamatan lubuk baja Rp. 5.000,- KTP saya jadi selama 35 hari, dan KK saya jadi selama 70 hari

    Hari ini, saya mengurus KTP untuk teman saya, dikantor kelurahan bengkong indah Rp. 10.000,- dan dikantor kecamatan Bengkong Rp. 40.000,- ( alasannya karena ybs tidak bisa hadir untuk foto ). Kalau ada orang ybs, cuma kena biaya Rp. 15.000,-

    Disini ada beberapa hal yang ingin saya utarakan dan mohon ditindak lanjuti, yaitu :
    1. kenapa biaya untuk kecamatan bengkong lebih besar dari pada biaya di kecamatan lubuk baja, karena kan masih di satu kota, yaitu kota batam ? Kecuali beda kota atau beda propinsi. Tolong masalah ini ditindak lanjuti ya pak

    2. Kenapa ketidakhadiran ybs dipermasalahkan, karena saya sudah memberi jalan keluarnya dengan membawa cd poto dan print-out poto ybs sesuai dengan latar belakang foto yang disyaratkan oleh kantor camat ? Ujung-ujungnya pasti kena biaya lebih besar, kenapa tidak terus terang saja, seharusnya PNS itu membuat syarat-syarat dengan semua biayanya dipapan pengumuman biar JELAS, TIDAK ADA PUNGUTAN LIAR DAN TIDAK ADA KORUPSI. Jadi kan semua tidak perlu diributkan, masa sih hanya karena saya mengatakan keberatan dengan biaya Rp. 40.000, – itu, PNS nya memanggil seorang SATPOL PP, buat apa, saya tidak takut kok selagi saya merasa benar. Saya punya hak sebagai masyarakat Batam. Saya disini hanya mengatakan apa adanya dan tidak perlu mencari keributan. Yang selalu mencari keributan itu hanya PNSnya saja.

    3. Kenapa biaya untuk ketidakhadiran ybs harus dikenai biaya Rp. 40.000,-. Seharusnya kan tidak segitu besar karena kami bukannya mempersulit, kan lebih memudahkan orang PNS itu untuk bekerja, mereka hanya tinggal copy paste saja dikomputernya, kenapa sih hal seperti itu harus diributkan dan membuat kami merasa dipersulitkan, apalagi dengan biaya yang segitunya…

    4. Pak, semua itu bukan biayanya kecil buat kami, apalagi ditambah pelayanannya yang sangat ketus, sangat kami sesali sebagai masyarakat batam. Bukankah pelayanan harus diutamakan dalam segala hal Pak ? Bila pelayanan orang Dinas atau PNS tidak bagus, itu sama dengan merusak norma dan adat masyarakat Melayu di Batam ini. Seharusnya orang PNS lebih mengerti norma dan budaya melayu daripada kami yang hanya masyarakat biasa. Bukankah syarat mengikuti PNS itu harus melalui tahap-tahap yang banyak, mulai dari Ilmu Pengetahuan, Fisik, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, ya tentang foto itu, seharusnya seorang PNS lebih tau bagaimana penyelesaian masalah seperti itu,bukannya mempersulit dengan alasan ketidak hadiran ybs. Bagaimana mungkin ybs bisa datang, karena untuk izin sehari saja kena potong gaji, dahlah gaji dibatam ni kecil, kena potong lagi, ya mau makan apa kami pak ? Kasian kan ?

    5. Bapak pernah mengatakan, lama pengurusan KTP atau KK hanya 2 pekan paling lama dan biayanya gratis atau dikenakan biaya blanko saja, tetapi kenapa kenyataannya dilapangan berbeda ? Pak, kalau tidak bisa seperti yang Bapak katakan, tolong diubah saja menjadi seperti kenyataannya, jangan lagi Bapak katakan lama pengurusannya hanya memakan waktu paling lama 2 pekan, kan masyarakat juga yang merasa dipersulitkan terus ? Kasian kan masyarakat, kalau tidak ada KTP apalagi pengurusannya lambat, bagaimana untuk mencari pekerjaan ?

    6. Pak, kalau benar biaya administrasi untuk ketidakhadiran ybs adalah sebesar Rp. 40.000,- dan itu untuk kas negara, saya rela, tapi bila itu untuk pribadinya, saya ingin uang itu dikembalikan nanti pada saat saya mengambil KTP dan KK nanti, jadi mohon untuk Bapak tindak lanjuti ke kecamatan tersebut. Bila ternyata nanti tidak ada tanggapan, maka saya sangat kecewa sekali, saya harus mengadukannya kembali kepada masyarakat yaitu melalui koran di daerah ini. Yang membuat saya merasa dirugikan adalah, tidak adanya kwitansi pembayaran setiap pungutan yang diambil oleh kantor camat atau kantor lurah, tetapi hanya tanda LUNAS saja. Dimana pembukuannya, sedangkan dikantor swasta saja semuanya ada bukti. Bagaimana dengan negara ini jadinya karena untuk uang keluar yang sekecil-kecilnya semua ada bukti, tetapi uang yang masuk hingga sebesar-besarnya tidak ada bukti sama sekali, ini kan bisa termasuk dalam kasus KORUPSI, bisa saja nanti saya kadukan ke KPK, biar sekalian semuanya diperiksa.

    Pak, saya mohon dengan sangat agar Bapak dapat menindak lanjuti pengaduan saya ini, karena saya tau pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berbuat adil, jujur, dan cepat tanggap terhadap segala hal yang berkaitan dengan masyarakatnya.

    Semoga ALLAH selalu melindungi Bapak dan keluarga, amin…
    Terima kasih dan assaalamualaikum

    ttd,
    leny
    no. yang bisa dihubungi : 07787316229 atau 081276751325
    ————
    Hi Leny, Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimakasih atas kritikan dan laoprannya yg tajam namun santun.

    Insya Allah Laporan ini akan kami tindaklanjuti kepada Camat yg bersangkutan semoga ada real actionnya dilapangan… beberapa point bahkan langsung kami tindaklanjuti.

    Biaya pembuatan KTP secara resmi adalah:
    1. Perpanjangan KTP adalah Gratis!!
    2. Pembuatan KTP Baru ada retribusi sebesar Rp.10.000, (Sepuluh Ribu Rupiah)
    3. Pembuatan KK Rp.5.000, (Lima Ribu Rupiah)
    Diluar itu maka itu tidak prosedural dan boleh di tolak.

    Sdangkan untuk tindakan2 pegawai kami yg tidak pada tempatnya, kami mohon maaf dan sudah kami ingatkan mereka melalui camat bersangkutan.

    Untuk masalah keterlambatan KTP dan KK apabila memang ada kesalahan waktu lalu memang membutuhkan waktu yg lama untuk memperbaikinya…

    Alhamdulillah sejak tanggal 3-Nov-2008 permasalahan2 itu sudah bisa ditangani dengan cepat… Sy harap apalagi untuk masyarakat yang memasukkan berkas nya stelah tanggal 3-Nov-2008 maka tidak ada alasan lagi untuk lambat melebihi satu bulan…

    Apalagi kalau tumpukan lama itu sudah dapat kami tuntaskan maka SPM (Standard Pelayanan Minimium) untuk pembuatan KTP Batam maksimal 2 pekan atau kurang dari itu.

    Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf dan sekaligus terimakasih atas kekuranagan dan kesabaran Mba’ Leny.

    Insya Allah kami selalu berusaha untuk memperbaiki pelayanan yg ada… dan kami sudah bertekad untuk menuntaskan masalah per-KTP-an ini secara serius dan sampai tas tas tas!

    Kalaupun belum begitu terasa perubahannya tapi pasti dan saat ini kami telah memasuki tahapan baru dari perbaikan2 disegala segi tsb… Do’a kan kami tanpa harus berhenti mengkritik tapi sesekali kalaulah ada yg patut dipuji berikanlah pada para operator kami agar mereka tambah semangat dengan perubahan-perubahan yg ada.

    Demikian salam hangat dari saya
    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s