Hotel Singapura Diawasi

Jumat, 24 Oktober 2008

Wawako Prihatin Kelakuan Pelajar

Tim Dinas Pariwisata Kota Batam menggelar inspeksi mendadak ke Hotel Singapura Jodoh, Kamis (23/10) siang. Sidak ini terkait terungkapnya kasus ngamar bareng yang dilakukan oleh tiga pasangan pelajar SMP di hotel tersebut beberapa waktu lalu.

Inspeksi dipimpin langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Objek Wisata Disbudpar Kota Batam, Marzuki. Dalam sidak tersebut, Marzuki langsung memanggil pemilik hotel untuk dimintai keterangan.

Selain menyampaikan teguran secara lisan, Disbudpar juga bakal memberikan teguran secara tertulis kepada pihak manajemen hotel Singapura. Hingga saat ini, status hotel tersebut masih dalam pengawasan Disbudpar. “Jika masih melanggar, izin usahanya bisa kami cabut,” ujar Marzuki.
Marzuki mengatakan, sebenarnya secara normatif perizinan, Hotel Singapura telah terbukti melanggar. Hal ini bisa dilihat dari lolosnya ketiga pasangan remaja tersebut check-in di salah satu kamar Hotel Singapura. Padahal, kata Marzuki, seharusnya pihak hotel meminta tanda pengenal calon tamu hotel berupa KTP atau identitas lainnya.

Menurut Marzuki, saat ini sedikitnya terdapat 40 hotel melati, termasuk wisma, yang terdaftar di Disbudpar Kota Batam. Banyaknya jumlah hotel kelas melati ini, katanya, dapat menyebabkan persaingan yang tidak positif di kalangan pengusaha hotel.

Sehingga mereka kurang selektif dalam menerima tamu, baik dari segi usia dan lain sebagainya. “Mereka hanya mengejar profit saja, yang penting kamarnya laku,” jelas Marzuki.
Marzuki mengakui, selama ini pengawasan hotel dan tempat hiburan oleh Dinas pariwisata Batam masih lemah. Kasus pesta seks tersebut bagi Marzuki merupakan cambuk tersendiri.

“Ini titik pijak untuk kami dalam meningkatkan pengawasan di lapangan,” katanya. Selain itu, dirinya juga berjanji bakal memperketat proses pemberian izin bagi para pengusaha hotel dan wisma di Batam.

Prihatin

Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika mengatakan seks bebas seperti yang dilakoni siswi SMP di Sekupang beberapa hari lalu, sebagai akibat dari tidak efektifnya program pembinaan budi pekerti (moral) dan keagamaan di kalangan siswa dan rendahnya wawasan siswa.
Ia mengimbau agar sekolah lebih mengaktifkan pembinaan budi pekerti bagi siswa, baik dalam kemasan organisasi kerohanian seperti rohis, juga kegiatan positif lain seperti pramuka dan ekstrakurikuler lain. Dengan cara ini, diharapkan siswa akan terhindar dari pikiran dan keinginan bertindak asusila.

Guru juga diminta menanyakan alasan siswa yang tidak aktif di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi. Sebab, kata Ria, ini bisa menjadi salah satu cara memaksa siswa memanfaatkan waktu senggang mereka.
Secara khusus, Ria menyatakan herannya dengan tindakan siswa SMP ini. Menurutnya, ini bukan hanya indikasi rendahnya wawasan moral, keagamaan dan pengetahuan seputar reproduksi, tapi juga kebobrokan moral siswa. “Masa baru tiga hari sudah rela menyerahkan…,” kata Ria memutus kata-katanya.

Meski yakin pengetahuan seputar reproduksi sudah mulai diberikan kepada siswa, namun Ria yakin, pemahaman ini masih diperlukan, tentu saja diiringi dengan pemahaman wawasan moral dan kontrol diri siswa. Apalagi, katanya, hal-hal yang berbau maksiat itu gampang sekali dimulai.

“Kalau sudah mulai-mulai, tinggal tunggu waktu saja (hubungan seks terjadi),” katanya. ***

2 thoughts on “Hotel Singapura Diawasi

  1. Yup..sudah seharusnya memang hotel – hotel melati di beri peringatan. Mengingat Kejadian sek bebas kemaren…
    ———
    Insya Allah mereka melalui dinas Pariwisata Kota Batam sudah kita peringatkan.
    Tahnks atas perhatiannya.
    Wassalam
    Ria

  2. menurut saya,, pihak management hotel baik melati maupun sudah berbintang wajib meminta ID card (kartu identitas) memang untuk menanyakan kepada customer yang hendak check in bahwa dia suami istri atau bukan memang sungguh tidak etis.. tetapi disisi lain bila pihak hotel ingin mencegah perbuatan yang melanggar agama itu harus dilakukan … akan tetapi apakah juga pihak management mau rugi apabila gara gara menanyakan status customer terus customer pada lari cari tempat lain(hotel lain)
    dan yang terpenting…. saya mendukung kalau pak wawako membuat atau mengusulkan peraturan kepada depdiknas dan ditujukan kepada tiap tiap sekolah dan wali murid…bahwa
    1.apabila putra putrinya tidak masuk sekolah dikarenakan sakit, wali murid diwajibkan untuk meminta surat dari dokter / puskesmas semacam MC(Medical certified)
    dan apabila ada keperluan keluarga, wali murid atau anggota kaluarga wajib datang ke sekolah untuk memberitahukan bahwa putra / putrinya tidak bisa hadir
    2. pihak sekolah harus membuat schedule tentang adanya jam tambahan belajar di sekolah, agar wali murid bisa memantau jam berapa putra / putrinya berada di sekolah.dan apabila murid didik tidak hadir tanpa alasan (alpha) pihak sekolah disegerakan menghubungi wali murid yang bersangkutan..
    sekian comment dari saya pak ria mungkin ada warga lain yang mau menambahkan….
    ———–
    Wah ini PDCA nya bagsu sekali, semoga ini dapat menjadi masukan rapat kita nanti.
    Thanks atas masukannaya Mas Uki.
    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s