Jangan Hanya Nangis Lihat Sinetron

Minggu, 26 Oktober 2008
BATAM (BP) – Belasan ribu warga Jawa yang tergabung dalam Paguyuban Wargo Among Jowo (Punggowo) mengikuti acara halal bihalal di Indoor Sport Hall Stadion Tumenggung Abdul Djamal, Sabtu (25/10). Sampai saat ini, terdapat sekitar 45 paguyuban warga Jawa di Batam mewakili seluruh kabupaten/kota dan karisidenan di Provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Warga tampak sangat antusias menghadiri acara halal bihalal tersebut. Maklum, acara ini merupakan yang pertama kali digelar sejak Punggowo terbentuk sekitar empat tahun silam. Nuansa ‘kejawen’ sangat terasa saat para tamu memasuki gedung Sport Hall Tumenggung Abdul Djamal. Mulai dari irama musik tradisional Jawa hingga busana khas Jawa para penerima tamu seolah membawa para undangan berada di kampung halaman.
Suasana Jawa juga sangat terasa saat acara halal bi halal dimulai. Dimana tari persembahan yang biasanya ditampilkan sebagai pembuka acara-acara resmi, diganti dengan tari Gambyong, yakni tari persembahan dari Jawa.
Ki Lurah (Ketua) Punggowo, Soerya Respationo, dalam sambutannya mengatakan warga Jawa di Batam saat ini merupakan warga mayoritas dibandingkan dengan warga Batam dari suku lain. Untuk itu, Soerya mengimbau agar warga Jawa selalu meningkatkan persatuan, baik secara internal warga Jawa maupun dengan warga lain, karena warga Jawa merupakan barometer stabilitas sosial di Batam.
Sesuai dengan tema ‘sura diro jayadiningrat lebur dining pangastuti’ yang berarti segala kekuatan dan kekuasaan dapat dikalahkan oleh budi pekerti luhur yang bersumber pada kesucian jiwa, Soeya mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian sosial baik sesama warga Jawa maupun warga Batam pada umumnya. Dengan demikian, Soerya yakin kesenjangan sosial dan kemiskinan di Batam bisa diminimalisir. “Jangan hanya meneteskan air mata saat melihat sinetron, tapi menangislah saat melihat penderitaan saudara-saudara kita,” seru Soerya.
Tampak hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, Ketua BPK/OB Mustofa Widjaja, perwkilan ketua paguyuban adat se-Batam, para ketua paguyuban, sesepuh Punggowo dan para cendekiawan. Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Chablulla Wibisino juga hadir dan bertindak sebagai pengisi tausiyah.

Selain halal bi halal, panitia juga menyediakan berbagai door prize dan grand prize berupa satu unit motor. Total hadiah diperkirakanmencapai Rp35 juta. Sementara di luar gedung, warga yang hadir juga dihibur oleh para seniman Jawa yang menampilkan kesenian khas daerahnya masing-masing. Seperti Reog dari Ponorogo, Kuda Lumping dari Cilacap dan Campur Sari dari Jawa Tengah. (cr1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s