Batam Tetap Terdepan #1

Batam Tetap Terdepan (24 Desember 1983-24 Desember 2008)

Tepat pada tanggal 24 Desember 2008, perjalanan penyelenggaraan Pemerintahan Kota Batam, genap terhitung 25 tahun. Pada usia yang beranjak dewasa tersebut Kota Batam senantiasa berada pada garis terdepan sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.

Beberapa kebijakan umum yang menyangkut pelaksanaan tata kelola birokrasi pemerintahan yang baik telah dirancang, dan selanjutnya diterapkan berdasarkan visi Kota Batam, yakni terwujudnya Batam menuju bandar dunia yang madani dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.

Berawal dari sebutan sebagai Kota Madya Administratif Batam. Sebagai kota administratif, Pemerintahan Kota Batam ketika itu hanya menjalankan tugas adminstrasi semata. Urusannya hanya mengurus KTP warga, tak lebih tak kurang.

Setelah 18 tahun berikutnya barulah Pemerintah Kota Batam sepenuhnya berstatus sebagai kota otonom. Pemerintahan yang bersandar kepada kekuatan diri sendiri. Sejalan dengan status yang disandangnya kini, Batam sebagai kota otonom bertanggungjawab penuh menyejahterakan kehidupan masyarakatnya kendati dalam kondisi kehidupan yang belum begitu mapan. Namun patut juga menjadi catatan, dalam soal kewenangan, Pemko Batam saat ini masih saja dibatasi tidak seperti daerah otonom lainnya.

Kendati masalah kewenangan atas tanah masih menjadi kendala sampai sekarang, Pemko Batam terus berbuat demi menyejahterakan rakyatnya. Kadang kala hal itu memang menyulitkan. Semisal dalam penyediaan lahan untuk membangun sebuah sekolah dasar. Urusannya kadang menjadi rumit walaupun untuk anggaran pembangunannnya telah dianggarkan pada APBD Kota Batam.

Setelah Batam menjadi kota otonom, wilayah hinterland (penggiran) kota dan pulau-pulau tidak lagi tertinggal seperti 10 tahun silam. Nelayan yang semula putus asa dengan kondisi ketertinggalannya, kini kembali bersemangat untuk mendidik anak-anaknya agar tidak melaut dengan sistem tradisional seperti kehidupan mereka.

Tahun 2008 silam, hampir 80 persen, anak-anak hinterland Batam disekolahkan ke sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, termasuk dikuliahkan untuk mengambil program master (S2/S3) ke sejumlah universitas ternama di Malaysia.

Warga Bulang Lintang, Alyas yang anaknya mendapat beasiswa S2 ke Malaysia dari Pemko Batam, merasa begitu gembira. Menurut pria yang juga pengurus DPC HNSI Kota Batam itu, perhatian Pemko Batam terhadap pendidikan anak hinterland sudah cukup maksimal.

“Anak saya yang tamat S1 di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru, kini mendapat beasiswa S2 dari Pemko Batam. Anak saya lulus seleksi administrasi dan tes beasiswa S2 itu dengan nilai baik,” kata Alyas.

Demikian pula halnya di Batam. Semua biaya pendidikan bagi anak nelayan digratiskan, tanpa pandang bulu. Bus sekolah pun disediakan sebanyak dua unit, begitu juga sampan motor (pancung) bagi mereka yang tinggal di pulau terpencil.

Kepada mereka yang menyekolahkan anak-anaknya di kota Kecamatan Belakangpadang dan Batam, baginya tersedia asrama pelajar dan pondokan gratis yang semuanya dibebankan ke pemerintah hingga biaya makan.

“Kita menginginkan mereka (anak nelayan) tidak lagi menjadi nelayan tradisional. Tapi juga bisa bekerja di industri, di bank dan lainnya,” kata Dahlan dalam pertemuan dengan para nelayan se-Kota Batam beberapa waktu yang lalu.

Di Batam pun demikian. Dalam 8 tahun terakhir ini, sektor pendidikan menjadi fokus perhatian. Begitupula bidang kesehatan, aparatur dan infrastruktur. Kalau 2 tahun, masih banyak jalan protokol di Kota Batam yang belum diterangi lampu jalan, memasuki tahun 2008 sebanyak 5.500 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dibangun guna menerangi jalan-jalan di Batam. ***

4 thoughts on “Batam Tetap Terdepan #1

  1. persyaratan ikut seleksi beasiswa s2/s3 nya apa Pak?
    bisa ga warga pendatang, misal saya dari sumut
    terus, beasiswa tersebut diadakan kapan pak?
    tahunan (tiap tahun ada) atau karena ada event tertentu aja?

    terimakasih Pak sebelumnya, semoga batam semakin sukses kedepannya
    ———
    Hi Pak Alisyah,
    Terimaksih atas comment nya.
    Mohon maaf Beasiswa itu memang terbatas untuk masyarakat Hinterland Batam, dalam rangka untuk meningkatkan SDM Asli daerah.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Pak Ria
    Mohon markup anggaran oleh panggar pemko diminimalisir pak, saya gak tau nich, yang mana yang bermain, pemko ato DPRD. Tapi konyol banget, debat harga PC sampek rapat ditunda.
    Masak harga PC buat kelurahan yang kebutuhannya paling buat ngetik dokumen sama nyimpen data harganya sampek 15 juta. Pak Wan darussalam apa nggak pernah ke maimart apa?
    Dulu laptop buat camat, sekarang PC buat kelurahan. Lha yang lain, AC, jalan, dll. Markupnya gimana ya?
    Kapan Batam Maju kalau pejabat abdi rakyat masih kayak gini.

    younan setyas last blog post..How Much Price plate number 1234?
    ———-
    Pak Younan, terimakasih atas kritik yg membangun ini, dan kami prinsipnya setuju dgn jalannya proses pembangunan ini harus sama-sama kita awasi dan jaga.

    Saya tidak setuju dan sangat menolak dengan segala bentuk mark-up.
    Dengan tidak bermaksud membela dan tetap berpegang pada pentingnya effisiensi.

    Pada kesempatan ini saya mencoba menjelaskan mengapa kadang harga di RAPBD tersebut tinggi? (ini tidak untuk menjawab mengapa harga komputer tsb Rp.15jt?)…
    Jawaban ini bersifat pada umumnya dan dimaksudkan untuk memberikan wawasan pada kita semua!

    Beberapa Penyebabnya tingginya haraga yg di letakkan pada RAPBD, biasanya karena:
    1. Harga biasanya memasukkan sekaligus komponen pajak.
    2. Harga sudah memasukkan prediksi bila terjadi kenaikan harga.
    3. Kadang tingginya harga tersebut juga karena adanya specifikasi yg ditambahkan.

    Dari tiga point di atas, bila pada saat pembelian tersebut penawaran dan transaksinya nya berharga rendah (misalnya Rp.8Jt) , maka harga yg dipakai adalah Rp.8Jt bukan Rp.15jt, jadi akan ada uang yg ter-saving sebesar Rp.7Jt untuk satu buah PC tsb, Sehingga pada pertengahan tahun anggaran bisanya akan ada mekanisme Perubahan APBD atau APBDP (biasanya dilakukan mana kala terjadi target PAD terlampaui atau ada program susulan dll).

    Maka akomulasi saving tadi yg biasanya terkumpul dari berbagai proyek dan kegiatan di kumpulkan dengan nomenklatur dana SAL (Sisa Anggaran Lebih) atau SILPA (Sisa lebih perhitungan anggaran) dan tentu SAL atau SILPA ini akan dipergunakan pula untuk proyek, program atau kegiatan berikutnya dalam tahun itu juga atau ditahun yg akan datang.

    Sebaliknya apabila nilai harga yg terdapat di RAPBD tersebut terlalu rendah dari harga pasaran atau tidak ada kontraktor yg sanggup mengerjakan/mengambil, karena harga terlalu rendah maka pemerintah tidak boleh dan tidak ada mekanisme menaikkan harga lagi… dengan kata lain maka program/proyek tersebut tidak terlaksana pada tahun itu! dengan demikian masyarakatlah yg jadi korban karena proyek atau program tersebut terpaksa menunggu tahun yg akan datang.

    Contoh real pada tahun ini, ada beberapa proyek tidak terlaksana oleh karena tidak ada kontraktor yg berani mengambilnya karena terjadi fluktuasi harga yg tak terkendali dan nilai kurs rupiah yg sangat merosot, padahal proyek2 APBD itu dianggarkan menggunakan rupiah!

    Nah apalagi dengan rencana kami mulai tahun 2009 ini akan sudah melakukan proses pelelangan atau tender secara elektronik atau e-Procurement, maka sudah barang tentu penawaran dan transaksi itu akan menjadi sangat transparan dan sudah tentu penawaran terbsik dan terendah akan merupakan syarat dari pemenag tersebut.

    Nah penjelasan tersebut adalah sebagai wawasan saja tidak berarti saya mendukung harga komputer tsb Rp.15 juta karena saya harus meneliti detilnya mengapa mereka Panitia Anggaran meletakkan harga sebuah komputer Rp.15Jt.

    Demikianlah penjelasan saya, silahkan di tanyakan dan di kritisi balik bila ada hal2 yg masih mengganjal.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Pak Ria,
    Saya hanya ingin menyampaikan 3 hal penting yang menyangkut Batam…
    1. Batam yang kita dengungkan sbg Bandar yg Mandani… tapi kenapa Atap Masjid Raya Batam Centre kelihatan seperti bangunan yg nggak terurus? ato memang gak diurus kali ya.??😦 Jauh dan kontras sekali dg Gedung2 disekeliling masjid raya itu sendiri… Padahal masjid raya bisa juga kita jadikan wisata religi…
    2. Supply makanan terutama yg di jual di Mall2 Top100 & BCS banyak sekali makanan yang tak ada label “HALAL” baik itu dr dalam negeri sendir ato negara yg memproduksi makanan tsb. TOLONG PAK RIA disidak di Mall………….
    3. Pemasangan reklame, Saya rasa di batam ini banyak tenaga ahli dr berbagai disiplin ilmu…tapi kenapa waktu pasang reklame (maaf) seakan nggak ada otak… banyak sekali yg menutupi rambu2 lalulintas bahkan traffic light juga…. Coba Pak Ria jalan2 pake mobil sendiri…pasti nanti Pak Ria akan jengkel juga…

    Terima Kasih atas perhatian Pak Ria…
    Semoga bersama Pak Ria…Batam lebih baik lagi…

    Wassalam,
    Fery

  4. ass, pak saya warga batam sekarang sedang memput tugas akhir skripsi, saya kuliah di unp padng,bagaimana cara mendapat bantuan beasiswa unt skripsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s