Batam Tetap Terdepan #2

Banjir Sudah Jauh Berkurang

Lima tahun yang lalu, banjir selalu menjadi hantu yang sangat menakutkan bagi warga Batam yang tinggal di sejumlah wilayah yang letak daerahnya memang lebih rendah. Buruknya kualitas drainase dan bahkan sebagiannya belum lagi dibangun menjadi penyebab utama terjadinya musibah banjir. Bahkan banjir yang terjadi di daerah Sei Beduk telah menelan korban jiwa awal tahun 2005 lalu.

Tetapi dalam 3 tahun belakangan, Pemko Batam juga fokus melakukan perbaikan drainase guna mengatasi banjir. Persoalan banjir memang menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum tuntas hingga kini. Tetapi secara perlahan, angka titik banjir sudah mulai sedikit berkurang dibandingkan 3 atau 4 tahun silam.

Hal itu terasa bila saat hujan, banjir tak lagi menggenangi simpang jam atau kawasan Mukakuning, Sei Beduk. Untuk tahun 2008 ini Pemko Batam membangun drainase di 9 lokasi dengan nilai anggaran sebanyak Rp17,26 miliar. Pembangunan itu dilaksanakan dengan metoda multiyears (tahun jamak).

Walaupun belum sebanding, infrastruktur di daerah perkotaan lebih banyak dibangun Pemko Batam untuk menyentuh kepentingan orang banyak. Bus kota misalnya. Dulu dua tahun silam, kehadiran bus ini sempat dicaci maki, tetapi sekarang sudah menjadi primadona.

Begitu juga penyediaan bus bagi penumpang bandara Hang Nadim. Sekali beli, 5 unit bus sudah siap untuk beroperasi. Begitu pula bus untuk kalangan pekerja. Di bidang pemukiman, selain mendorong pengusaha agar membangun rumah murah, juga telah dicanangkan program tinggal di rusun.

Rusun ke depan, tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja pabrikan, tetapi sudah mengarah pada penyediaan rumah tinggal untuk mereka yang bekerja di sektor informal. Hampir tiap tahun, Pemerintah mengalokasikan dana miliaran rupiah guna menyiapkan Rusun yang disewa pekerja di sektor formal dan non formal.

Salah satu keistimewaan Batam, kawasan ini terletak di jalur koneksi jaringan telekomunikasi bertaraf internasional. Karena kedekatannya dengan Singapura, Pemko Batam menggandeng provider yang bergerak di bidang jasa pelayanan telekomunikasi untuk mewujudkan konsep Batam Digital Island. Konsep Batam digital island itu dicanangkan oleh Wakil Walikota Batam Ir H Ria Saptarika.

“Kita ingin Kota Batam ini juga dijuliuki sebagai Digital Island,” kata Ria Saptarika saat berkunjung ke Kantor Sijori Mandiri pada suatu kesempatan.

Gagasan Ria tersebut ternyata disambut gembira oleh warga Kota Batam. Pada setiap titik yang disediakan wireles speedy ternyata banyak peminatnya. Nyaris setiap hari saung-saung yang disediakan bagi pengakses internet itu ramai dikunjungi. Seperti halnya di Dataran Engku Putri Batam Centre dan di kawasan Tiban Centre, dan lainnya.

Penggunaan tekhnologi bagi Batam, tidak lagi sekedar untuk berkomunikasi saja, tetapi sudah mengarah kepada percepatan pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga non goverment bersifat profit.

Pemerintah sendiri, sebenarnya sudah mulai membenahi dirinya. Konsep pemerintahan yang pro bisnis, sudah sangat terasa dalam keseharian pegawai di lingkungan Pemko Batam. Sekarang ini, banyak diantara produk hukum yang dihasilkan, benar-benar diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah. Hal paling membanggakan, kondisi keamanan jauh lebih terjaga, sehingga Batam layak dinilai sebagai kota investasi, kota destinasi dan lainnya.

Kehidupan dan kerukunan umat beragama pun, sudah semakin membaik. Keberadaan qur’an centre di Sekupang, telah melahirkan bibit-bibit berprestasi, tidak hanya untuk kelas lokal dan nasional tetapi juga kelas qori internasional. Pelaksanaan kegiatan keagamaan di Batam, berjalan sangat baik, jauh dari sentimentil kegamanan bernuansa SARA. Gesekan akibat benturan etnis pun, sudah jarang terdengar.

Untuk menjadikan kota ini sebagai kota yang layak huni, Pemerintah Kota tidak segan-segan menggelontorkan uang APBD untuk membereskan masalah kebersihan, penghijauan dan untuk membangun taman sebagai tempat ruang terbuka hijau kota.

Sepanjang jalan protokol, miliaran uang APBD telah dialokasikan untuk membangun taman bunga, termasuk uang untuk membangun tempat-tempat warga berinteraksi. Di Taman Engku Putri, Pemko Batam tak segan-segan menggandeng swasta agar menyediakan pusat akses layanan internet secara gratis untuk warganya.

“Niat dan keinginan Pemko Batam di bawah kepemimpinan Bapak Ahmad Dahlan dan Pak Ria Saptarika di dalam mewujudkan Batam Bersih dan Batam Hijau ternyata tak sia-sia. Alhamdulillah Kota Batam sudah dua kali dapat piala Adipura,” kata Amin, salah seorang petugas penyapu jalan.

Di bidang olahraga, berkat perhatian dan dukungan yang diberikan kepada pengurus dan insan olahraga di Batam, beberapa cabang olahraga di Batam telah layak diperhitungkan untuk berprestasi di tingkat nasional. Misalnya cabang bulu tangkis dan olahraga dayung. Pada festival perahu naga bertaraf Internasional di Palembang, Batam telah membuktikan diri memiliki atlit dayung dengan prestasi peringkat tiga nasional.

Di bidang kepariwisataan, kendati krisis ekonomi global memiliki dampak, namun pemerintah optimis daerah ini tetap dikunjungi turis asing dan domestik. Berada pada posisi tiga untuk pemeringkatan angka kunjungan turis ke Indonesia, berbagai event kebudayaan di Batam selalu digelar guna memberi warna terhadap pengembangan sektor kepariwisataan di Batam.

Sejalan dengan ditetapkannya Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, Batam diyakini terus berkembang. Keinginan semua kalangan, kebijakan tersebut menguntungkan semua pihak, pemerintah yang bersifat otonom, dan rakyat yang ada di daerah otonom itu sendiri.

Sejak pulau Batam dan beberapa pulau sekitarnya dikembangkan menjadi daerah industri, perdagangan, alih kapal dan pariwisata melalui kebijakan nasional oleh Presiden Republik Indonesia menjadikan pulau ini semakin diminati oleh masyarakat Indonesia dan dunia internasional untuk dijadikan sebagai kota destinasi investasi, konvensi maupun pariwisata serta bursa tenaga kerja.

Sudah menjadi konsekuensi yang relevan apabila terjadi arus imigrasi ke pulau berbentuk kalajengking ini yang ditandai dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk pada kisaran 3-5 persen setiap tahunnya.

Dari hasil sensus penduduk pada periode 2000-2001 pertumbuhan penduduk sebesar 12,55 persen dan periode 2001-2002 sebesar 2,6 persen. Penduduk Kota Batam berdasarkan hasil sensus penduduk pada tahun 2000 berjumlah 462.528 jiwa, tahun 2001 mencapai 527.151 jiwa sedangkan pada tahun 2002 menjadi 533.521 jiwa dan bulan juni 2005 telah berjumlah 636.729 jiwa. (**)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s