Demo Pekerja Berakhir Ricuh

Jumat, 12 Desember 2008

BATAM (BP) – Demo ribuan pekerja di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (11/12), berakhir ricuh. Empat orang demonstran mengalami luka kepala bocor, tiga polisi dan empat anggota Satpol PP juga luka-luka terkenal lemparan batu dan botol mineral.
Awalnya, aksi demo yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berjalan damai. Massa yang merupakan gabungan pekerja dari 30 perusahaan di kawasan Tanjunguncang, Mukakuning dan Batam Centre tersebut datang bertahap. Setelah massa berkumpul sekitar pukul 09.30, satu persatu perwakilan aksi melakukan orasi.
Ketua Konsulat Cabang FSPMI Batam Nurhamli menyampaikan tuntutan pekerja agar UMK tahun 2009 sama dengan KHL atau minimal mendekati besaran KHL tahun 2009.
Usai berorasi, perwakilan demonstran memasuki kantor Wali Kota untuk negosiasi. Namun mereka kecewa, sebab niatan untuk bertemu dengan Wali Kota Ahmad Dahlan gagal dan hanya ditemui oleh Sekretaris Ekbang Pemko Batam Syamsul Bahrum, didampingi Kadisnaker Kota Batam Rudi Syakiakirti.
Kekecewaan perwakilan bertambah. Sebab, setelah sekitar 30 menit bernegosiasi, Syamsul Bahrum tidak bisa memberikan jawaban pasti soal besaran UMK Batam tahun 2009.
Setelah didesak, Syamsul Bahrum menghubungi Ahmad Dahlan melalui ponselnya. Syamsul sengaja memilih loudspeaker di ponselnya agar seluruh perwakilan bisa mendengarkan. Tapi Wako enggan menyebut besaran UMK 2009. “Yang jelas naik lebih dari 6 persen dari UMK sebelumnya,” kata Wako.
Usai bernegosiasi, para perwakilan demonstran kembali bergabung dengan massa di halaman kantor Wali Kota. Namun karena merasa tidak memperoleh jawaban yang memuaskan, pendemo meminta Syamsul Bahrum berbicara di tengah-tengah pendemo. Namun yang bersangkutan menolak dengan alasan sedang rapat.
Saat itulah aksi demonstran memanas. Koordinator aksi menyerukan agar demonstran membentuk barisan dengan formasi seluruh pria berada di barisan depan. Sekitar 200 petugas keamanan yang merupakan gabungan dari kepolisian dan Satpol PP langsung membentuk pagar betis sebanyak tiga lapis. Mereka juga memasang pagar besi di depan barisan keamanan.
Tanpa komando, tiba-tiba para demonstran mulai mendorong barisan petugas keamanan. Polisi dan Satpol PP mencoba meredam aksi ini dengan menggunakan pentungan. Namun ternyata upaya ini justru memicu kericuhan. Secara serentak para demonstran mendorong rekan-rekannya dari barisan belakang hingga pagar besi jebol dan barisan keamanan pun roboh tertimpa demonstran.
Situasi semakin kacau. Massa tak tekendali dan petugas keamanan makin brutal. Aksi saling pukul dan saling tendang pun tak terelakkan lagi. Sedikitnya empat demonstran yang mengalami luka bocor di kepala akibat terkena pentungan polisi. Beruntung mereka bisa segera dievakuasi oleh rekan-rekannya.
Tak hanya pendemo, tiga anggota kepolisian juga mengalami luka serius di bagian paha dan tangan hingga harus dilarikan ke klinik Pemko. Anggota Satpol PP juga mluka ringan akibat terhimpit oleh pagar besi yang roboh.
Petugas keamanan yang saat itu berhasil mengamankan tiga orang demonstran langsung menghajar dan memukuli ketiganya dengan pentungan dan tendangan kaki. Ketiganya diketahui bernama Andre, Eka serta Deni dibawa ke pos Satpol PP Pemko Batam. Seorang petugas berpakain preman sempat membenturkan kepala Deni ke meja yang ada di pos Satpol PP.
Melihat ketiga rekannya diamankan, demonstran makin marah. Mereka menghujani petugas dengan bongkahan batu dan botol minuman. Aksi ini terkendali setelah Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika naik ke atas podium dan angkat bicara.
Ria menjamin ketiga teman mereka akan segera dikeluarkan. “Kalau teman-teman kalian tidak dikeluarkan, saya siap disandera,” serunya. Negosiasi pun terus berlangsung, sampai akhirnya sekitar 30 menit kemudian, dua orang pekerja yang sempat ditahan selanjutnya dilepaskan. Dua buruh itu pun diantar negosiator melalui pintu depan gedung Pemko Batam.
Ria mengaku selama ini Pemko selalu melakukan komunikasi intensif dengan para pekerja dan kalangan pengusaha.

“Selama ini kami selalu berkomunikasi dengan para elit dan perwakilan pekerja, dan kami selalu mengupayakan solusi yang bersifat win-win solution,” katanya.
Ria membantah jika Pemko kurang responsif terhadap tuntutan para kaum buruh terkait penetapan UMK 2009. “Sekarang ini kita dalam situasi sulit, sehingga banyak pertimbangan dalam menetapkan UMK,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, hari itu para pejabat Pemko memiliki jadwal yang padat, sehingga tidak dapat langsung menemui para demonstran. Wako, kata dia, saat itu sedang mendampingi MenPAN Taufik Effendi, yang meninjau lokasi ujian CPNS. Sementara ia baru mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Batam.
“Saya langsung turun setelah melihat beberapa demonstran yang terluka dan berdarah-darah. Kalau tidak, kejadian ini bisa semakin buruk,” katanya.
Disinggung mengenai besaran kenaikan UMK 2009, Wawako juga masih enggan memberikan jawaban. “Saya tak mau bicara angka-angka. Yang jelas di atas 6 persen,” ujarnya.
Ria juga berjanji, hasil pembahasan UMK 2009 akan diumumkan maksimal pada awal pekan depan. “Secepatnya akan segera kami umumkan, maksimal minggu depan atau bahkan akhir pekan ini,” pungkasnya.

Jangan Terprovokasi
Secara terpisah, Kapolda Kepri Brigjen Indradi Thanos mencium aroma kepentingan dalam aksi demo yang dilancarkan ribuan pekerja di depan Gedung Pemko Batam, Batam Centre, Kamis (11/12). “Nuansa politisnya cukup kental. Ini kan mau Pemilu,” kata Kapolda menjawab Batam Pos.
Ia berharap, pekerja tidak termakan provokasi segelintir orang yang memanfaatkan momen penetapan UMK dan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri untuk membangkitkan semangat perlawanan terhadap pemerintah. “Mereka bersikap seolah-olah membela kepentingan pekerja. Padahal, bisa jadi pekerja hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang berkepentingan di pemilu mendatang,” tukasnya.
Kapolda menyayangkan sikap politisi yang mengedepankan kepentingan pribadi di atas kepentingan lebih luas. “Kita ini sedang berusaha keluar dari situasi krisis. Menuntut hak, itu sah-sah saja. Tapi lihat dulu situasinya. Buruh harus berfikir jernih, jangan memaksakan kehendak” ujarnya.
Mengenai gesekan yang terjadi antara demonstran dan polisi saat aksi siang kemarin, Kapolda menilai itu hanya kesalahpahaman. Menurutnya, aksi yang melibatkan masa begitu banyak, memang berpotensi memunculkan tindak kekerasan dari dua belah pihak. (cr1/hda/ros)

2 thoughts on “Demo Pekerja Berakhir Ricuh

  1. Ia menjelaskan, hari itu para pejabat Pemko memiliki jadwal yang padat, sehingga tidak dapat langsung menemui para demonstran.

    Kan bisa disempetin sebelum bapaknya ikut rapat paripurna.

    rapat jam berapa… demonya jam berapa…

    alasaann aja … halaaah. bacot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s