Tarif Fery dari Pelabuhan Sekupang Turun

Tarif Fery dari Pelabuhan Sekupang Turun
Jumat, 19 Desember 2008

* Naik Bisa, Turun Juga Harus Bisa

BATAM-Tarif transportasi laut dari Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Batam untuk seluruh rute pelayaran resmi diturunkan sejak Kamis (18/12). Berbeda dengan tarif fery di PDS, penurunan tarif angkutan kota masih belum ada kejelasan. Keputusan menurunkan tarif tiket fery merupakan kesepakatan dua wadah transportasi laut di Pelabuhan Domestik Sekupang yakni INSA (Indonesian National Shipowner’s Association) atau Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia dan Pelra (Pelabuhan Rakyat).

Kepala Seksi Fery Domestik INSA Batam Jeffry AT menyebutkan penurunan tarif antara 5-11 persen sudah final karena merupakan hasil musyawarah kedua wadah tersebut. “Setelah melalui beberapa pertimbangan, pihak pengelola sepakat menurunkan tarif antara 5 hingga 11 persen setiap tujuan,” katanya.

Akhirnya Kamis (18/12) kemarin, tarif angkutan mulai resmi diturunkan. Hal ini diambil berdasarkan dari hasil musyawarah dan kesepatakan yang dilakukan oleh pihak pengelolah angkutan kapal laut yang ada di Pelabuhan Domestik Sekupang dan tergabung dalam organinasi Insa serta Pelra.

Dikatakan, penurunan tarif angkutan itu dinilai wajar sebab untuk harga jual BBM jenis solar telah mengalami penurunan sekitar 12,7 persen. “Jangan pas naiknya BBM, kita ribut-ribut untuk menaikkan tarif. Setidaknya saat penurunan BBM kita juga harus berperilaku bijak, yakni dengan mengambil langkah menurunkan tarif itu sendiri. Kalau naik bisa, turun juga harus bisa,” kata Jeffry dengan bijak.

Sebenarnya kata dia, penurunan tarif tiket tidak hanya dilihat dari penurunan harga jual BBM. Akan tetapi masih banyak lagi pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam langkah penurunan tarif seperti harga oli bahkan sparepart (onderdil).

Organda Keberatan

Sementara itu, Ketua Organda Kota Batam Mulawarman mengatakan kemungkinan pihaknya akan tetap mempertahankan tarif lama meski harga bahan bakar minyak (BBM) sudah turun per 15 Desember lalu. Ia beralasan penurunan harga BBM tidak bisa serta merta membuat tarif angkutan turun karena komposisi harga BBM dalam penentuan tarif hanya sekitar 30%. Selebihnya disumbangkan oleh harga spare part, perawatan, gaji karyawan dan lain-lain.

Ia menyebutkan, kalau dimasukkan harga sparepart yang saat ini mengalami kenaikan sampai 35 %, maka tarif angkutan bukannya turun, melainkan naik. “Kita sudah diskusikan ini dengan Dinas Perhubungan, tetapi belum rapat dengan Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB), kita tunggu kapan mereka mau rapat dengan kita,” ujar Mulawarman.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB) Fachry Agusta mengatakan sewaktu kenaikan pada tanggal 29 Mei 2008 lalu, juga karena kenaikan BBM. Sekarang ketika BBM turun, tarif angkutan seharusnya juga turun. “Berbicara masalah BBM, dulukan semuanya naik karena BBM naik, sekarang BBM sudah turun seharusnya juga turun, begitu juga tarif angkutan, harus fair dong,” jawab Fachry.

Ia mengatakan pihaknya belum memiliki angka pasti dan masih melakukan penghitungan besar penurunan tarif angkutan yang wajar. “Kita belum menghitung detail berapa besaran yang akan kita ajukan nanti, mudah-mudahan esok (hari ini, red). Kita belum lakukan penghitungan penurunan ini karena turunnya juga masih baru, jadi belum bisa melakukan perhitungan,” ujar Fachry.

Disinggung tentang keinginan YLKB untuk menurunkan tarif angkutan hingga 10%, ia mengatakan bahwasanya itu hanya keinginan YLKB, belum sesuai dengan data yang ada. “Berapa besarannya, kami hitung dulu. Apakah di bawah 10 % atau bagaimana. Kita fair kok, kalau memang di bawah 10 % kita akan katakan. Kita juga punya standar perhitungan,” ujarnya lagi.

Ia juga berharap agar pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan secepatnya membuat jadwal pertemuan untuk membicarakan wacana penurunan tarif angkutan ini. Ia berharap dengan secepatnya duduk, maka masing-masing pihak bisa mengutarakan pendapatnya, tanpa harus bersitegang pada pendapat sendiri-sendiri.

Wakil Walikota Batam Ria Saptarika menyatakan dalam waktu dekat akan memanggil Organda Kota Batam dan para pengusaha transportasi lainnya untuk membahas penurunan tarif menyusul keluarnya keputusan pemerintah pusat untuk menurunkan tarif angkutan sebesar 3-6%. “Ya kita sedang membahas, mudah-mudah tidak lama lagi,” katanya ketika ditemui di Kantor Walikota Batam kemarin. (sm/ik/an/hd)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s