Tidak Zamannya Lagi Main Pukul

Written by anto
Jumat, 19 Desember 2008

Tidak Zamannya Lagi Main Pukul
::Foto Tribun::

Ria Akan Panggil Diknas dan Kepala SMAN 12

Tidak Zamannya Lagi Main PukulBATAM, TRIBUN – Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika mengingatkan agar pendidik tidak menggunakan kekerasan lagi dalam mendidik siswa. Sebab, hukum dan pengawasan dari masyarakat kini sangat ketat.

Saat ini, yang justru harus dipikirkan sekolah adalah, bagaimana menciptakan metode yang menyenangkan untuk mengajar, mendidik, membina siswa. Dalam perkembangan pendidikan saat ini, sejumlah orang ada yang menggunakan multimedia dan berbagai alternatifnya. Karena itu, peran pendidik dan sekolah akan lebih banyak kepada motivasi dan membuat anak didik suka belajar.

Hal ini dikatakan Ria menanggapi kasus yang terjadi di SMA 12 Batam. Seperti diberitakan Tribun, Kamis (18/12), seorang siswa SMAN 12 Batam yang bernama Eko Prawiro Pitro mengaku ditendang oleh kepala sekolah dan kemudian dikeluarkan dengan tuduhan asusila. Padahal Eko mengatakan, ia tidak pernah berbuat hal itu. Bahkan, siswi kelas 10 (kelas 1 SMA) yang disebut-sebut menjadi korban, tidak dikenalnya sama sekali.

Eko menyatakan, peristiwa yang terjadi Sabtu (13/12) lalu, karena ia terlambat datang ke sekolah. Kepala SMA 12 Sumbardianto ST berusaha memukulnya, tetapi ia berhasil mengelak sampai akhirnya ditendang.

Sumbardianto sendiri, ketika dikonfirmasi terkait kasus ini membantahnya. Ia menegaskan tidak pernah melakukan aksi kekerasan terhadap siswa. “Tidak ada itu. Saya tidak tendang anak-anak. Itu hanya isu saja,” kata Sumbardianto.

Mengenai masalah ini, Ria mengatakan akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam dan Kepala SMAN 12 untuk mencari tahu permasalahannya sekaligus jalan keluarnya. Yang penting, tidak yang dirugikan dalam masalah ini, termasuk siswa bersangkutan. “Saya tidak mau gegabah untuk mengambil keputusan. Nanti setelah diketahui duduk perkaranya, baru kita cari solusinya,” kata Ria kepada Tribun di ruang kerjanya, Kamis (18/12).

Ria mengatakan, pemukulan yang dilakukan kepala sekolah itu bisa jadi hanya bercanda atau menakut-nakuti siswa. Hal itu wajar sebagai layaknya hubungan guru dan muridnya. “Saat saya masih mahasiswa, pundak saya juga pernah dipukul polisi ketika sedang membawa sepeda motor. Namun pemukulan ini artinya bercanda karena saya tidak punya SIM. Polisi itu langsung berkata, ‘Dasar mahasiswa, bawa motor tidak punya SIM’,” kata Ria.

Ria ingin dalam waktu-waktu tertentu membuat pelatihan peningkatan kapasitas, baik itu kepala sekolah maupun guru, tentang bagaimana membuat metode-metode pembelajaran di zaman moderen ini. Misalnya, selama ini siswa ketakutan dengan bidang studi Bahasa Inggris dan Matematika.

Ditambah lagi, pada umumnya guru bidang studi tersebut arogan.

“Kalau di Singapura, guru mengajak anak untuk selalu enjoy dalam membahas pelajaran, bahkan pekerjaan rumah (PR) dibahas bersama-sama di sekolah. Jadi siswa tidak merasa tertekan dan bisa mengetahui apakah PR yang dikerjakan itu benar atau tidak. Ini salah satu wawasan,” katanya.

Ria meminta Dinas Pendidikan terus mencari metode pendidikan dan memberikan perhatiankepada inovasi-inovasi mengenai pendidikan.
“Jadi, jangan langsung menyalakan guru, kepala sekolah atau anak didik, namun bagaimana kita menyiapkan peningkatan kapasitas pengetahuan yang lebih luas, dalam rangka proses mengajar itu,” harap Ria. (bur)

3 thoughts on “Tidak Zamannya Lagi Main Pukul

  1. Masih ada saja kekerasan yang mencoreng dunia pendidikan kita, hal itupun sering terjadi di SMAN 8 sadai. pemukulan , denda yang berupa materi, ataupun kata kata yang kurang pantas diucapkan oleh guru. hal ini sering menimpa siswa-siswi SMAN 8 sadai yang dianggap melakukan kesalahan.
    Untuk lebih jelasnya silahkan interview siswa-siswi SMAN 8 Batam.
    Kepada Bapak Ria Sapta Rika mohon diadakan peninjauan
    Terima kasih
    Salam
    ———–
    Terinakassih atas laporannya Mas Bagio.
    Insya Allah akan kami pantau.

    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s