Gaya nya Wartawan (True Story)

Suatu  hari tepatnya tanggal 28 Desember 2008, pukul 11.00 wib. saya menerima kedatangan dua orang wartawan dari Tribun dan dari Batam Pos, pada pertanyaan yg sama disituasi dan kondisi yg sama saya menjawab mereka berdua dengan satu jawaban. Wartawan Tribun mencatan dan sekaligus merekam dengan bantuan voice recorder dari sebuah camera yg memiliki fasilitas voicerec sementara wartawan Batam Pos cuma dengan mencatat saja.

Walaupun saya sudah terbiasa dengan kadang munculnya tulisan yg sedikit bombastis dari pesan yg sebenarnya biasa saja dan datar saja…. pikir saya mungkin itu suatu teknik mereka untuk menjadikan berita tersebut menarik untuk di baca.

Tapi kali ini saya tertarik untuk menyikapinya bukan karena saya tidak nyaman dengan tulisan itu tapi sekedar juga untuk memberikan wawasan kepada warga dan masyarakat sekalian.

Lihatlah dua tulisan dibawah ini dari kondisi diatas yg saya jelaskan tadi:

Yang ini dari Koran Tribun Batam, sumber aslinya silahkan klik sisini

Lulus setelah Tunjukkan Dokumen Asli

Written by anto
Senin, 29 Desember 2008
Heboh Kelulusan CPNS Batam

BATAM, TRIBUN-Ribut-ribut kelulusan tes calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) Kota Batam terus bergulir. Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika mengatakan, nama-nama tersebut dinyatakan lulus setelah melakukan verifikasi tiga hari setelah pengumuman kelulusan administrasi.

Ada 14 nama yang tidak tercantum dalam kelulusan yang diumumkan di media. Namun belakangan mereka dinyatakan lulus ujian tertulis.

Dalam masa verifikasi, Ria mengatakan, baik yang lulus maupun yang tidak lulus sebenarnya diperkenankan untuk menunjukan dokumen asli karena ini sudah termasuk dalam mekanisme proses penerimaan CPNS.

“Dengan mekanisme ini bagi yang tidak lulus mempunyai semangat untuk menanyakan langsung dan memperjuangkan nasibnya, kenapa dirinya tidak lulus,” ujar Ria di Hotel Vista, Sabtu (27/12) malam.

Untuk itu setelah dilakukan verifikasi ternyata yang tidak lulus malah lulus dilihat dari kelengkapan persyaratan yang ditunjukkan bersangkutan.

“Makanya dari 14 nama CPNS yang sebelumnya dipermasalahkan ternyata lulus administrasi dan lulus tes tertulis setelah masing-masing dilakukan verifikasi,” ujarnya.

Ria mengakui, Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) tidak mengumukannya hasil verifikasi pasca pengumuman. “Seharusnya tidak terjadi seperti ini dan masalah ini menjadi pelajaran bagi BKD sendiri agar tidak terulang,” ujar Ria.

Disinggung apakah 14 nama CPNS bermasalah ini mengikut tes tertulis, Ria mengatakan mustahil jika 14 orang ini lulus tidak mengikuti ujian. Jika ada bukti bahwa 14 CPNS ini tidak mengikuti tes tertulis Ria mengaku tidak segan-segan untuk memeriksa atau mencari kejelasan itu.
Ria menambahkan penjelasan tetang 14 CPNS yang sebelumnya dicurigai kelulusannya disampaikan langsung oleh Asisten II Sekdako Batam Maaz Ismail. “Memang baru lisan penjelasan disampaikan kepada saya. Laporan tertulis akan disampaikan saat kembali bekerja,” ucap Ria.(bur)

Berikut ini dari Koran Batam Pos, sumber aslinya silahkan klik sini

Ria: Ternyata Lulus Administrasi

Senin, 29 Desember 2008

BKD Teledor Tak Umumkan 14 CPNS

Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika mengatakan, 14 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemko Batam yang lulus tes dan dipermasalahan, ternyata sudah lulus seleksi administrasi. Sayangnya, Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pemko Batam teledor karena tak mengumumkan ke publik.
“Saya sudah terima laporan lisan dari Maaz Ismail (Asisten II Adiminstrasi Umum, red) soal 14 nama pelamar CPNS yang dipermasalahkan. Kebetulan BKD di bawah koordinasi Asisten Administrasi Umum,” kata Ria di Hotel Vista, Ahad (28/12) kemarin.
Dari laporan itu, kata Ria, ke-14 CPNS itu diketahui tak lulus saat pengumuman kelulusan seleksi administrasi 4 Desember lalu yang diumumkan di media massa. Namun, mereka kemudian datang untuk mempertanyakan alasan kenapa mereka tak lulus seleksi administrasi.
“Mereka bisa menunjukkan dokumen sehingga dianggap memenuhi persyaratan. Jadi mereka lolos seleksi administrasi susulan,” ujarnya.
Ditanya kenapa BKD tak mengumumkan ke media adanya pelamar yang lulus seleksi administrasi susulan itu, Ria mengatakan, inilah yang menjadi keteledoran BKD Pemko Batam.
“Seharusnya memang diumumkan. Biar transparan, agar diketahui ada peserta yang juga lulus seleksi administrasi susulan,” katanya.
Ria juga tak bisa memastikan apakah ke-14 orang itu benar-benar ikut ujian tertulis CPNS tanggal 11 Desember lalu. “Nanti kalau sudah masuk kerja, saya minta penjelasan tertulis dari Kepala BKD atau Asisten Administrasi. “Tak mungkin mereka tak ikut ujian bisa lulus. Boleh melapor kalau ada bukti mereka tak ikut ujian,” ujarnya.
Ia berharap agar BKD Pemko Batam belajar banyak dari kasus ini. Dari mulai seleksi dan pengumuman CPNS, BKD harus transparan sehingga kasus ini tak terulang. “Saya setuju kalau seleksi penerimaan CPNS nanti diawasi pengawas independen. Biar lebih fair dan pelamar tahu berkasnya memenuhi syarat atau tidak.
Lolosnya 14 nama yang sebelumnya tak lulus seleksi administrasi, namun lulus tes tertulis 24 Desember lalu membuat heboh. Sebanyak 14 pelamar CPNS yang lulus secara tiba-tiba itu tersebar pada formasi guru sekolah dasar (SD), guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Yang mencengangkan lagi, dari ke-14 orang yang dinyatakan BKD lulus tes administrasi susulan itu ternyata diterima semua jadi PNS. (dea)

4 thoughts on “Gaya nya Wartawan (True Story)

  1. Menarik. Baru kali ini saya baca tulisan seperti ini. Sayang, Pak Ria tak merekam wawancara Pak Ria dengan wartawan. Bapak bisa menjadikan wawancara aslinya dengan tulisan wartawan di medianya masing-masing. Dari situ, Pak Ria bisa menilai, mana yang profesional dan mana yang bukan.

    Tulisan tribun dan Batam Pos soal 14 cpns itu tak jauh berbeda. Hanya pengambilan angle-nya aja yang beda. Tapi, isinya sama.

    Wartawan boleh menulis sesuai versinya. Tapi, untuk pernyataan yang diberi tanda petik (”) dan ditutup dengan tanda petik (”) itu harus benar-benar diucapkan oleh sumbernya. Coba kalau ada rekaman asli ucapan pak ria. Kita jadi tahu, sebenarnya apa sih yang diungkapkan bapak ke wartawan, dan bandingkan dengan tulisan di media.
    ——-
    Wah saya juga senang sekali nih, karena Bung Ghazyan adalah juga seorang penulis yg baik dan seorang wartawan juga, jadi comment ini bagi saya adalah sebuah pengayaan yg saya nantikan.

    Terimakasih, pengayaannya dan Insya Allah rekaman itu juga akan saya buru🙂
    Wassalam
    Ria

  2. halo pak Ria, pakabar. Saya koq lebih tertarik mencermati tulisan pak Ria sblum quote dari 2 media massa itu. Di situ pak Ria bilang wartawan Tribun pake kamera yg dilengkapi voicerec smentara yg dr batam pos cuman nulis doank. Keliatan deh mana koran yg lebih tajir pak Ria hehehe:mrgreen:
    ——–
    Hi Mas Tiggis, lama nih kita ngak silaturahiem,
    Terimakasih atas commentnya, walapun disitu saya tidak bermasksud membandingkan antara profesiaonalisme dan kecanggihan bisnis berita atau individu awartawannya.
    Tapi melulu cara atau teknik tulisannya.

    Sedangkan saya memasukkan voice rec. itu hanya untuk menyatakan bahwa untuk membuktikannya, maka dengan adanya rekaman itu dapat dijadikan acuan yg valid.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  3. Berbagi pengalaman dari saya selaku karyawan, bukan wartawan 🙂

    Akhir2 ini saya selalu diminta untuk membuat meeting minutes ‘dual language’ baik itu management meeting , biparty atau dengan external party

    Saya fikir ini adalah bagian tugas dari wartawan untuk reportase dari tempat kejadian

    Yang akan saya sampaikan disini adalah pada suatu saat rekan saya ditunjuk untuk melakukan hal yang sama , diam-diam saya back up dengan coretan saya sendiri

    Pada akhir meeting berlangsung , saya bandingkan antara coretan saya dengan rekan , walhasil ada perbedaan style , phrasa dan motion yang ditulis

    Sebagai tambahan , akhir-akhir ini saya selalu plug in external mic ke komputer untuk merecord pada saat meeting berlangsung untuk mendokumentasikan secara langsung untuk menghindari kesalah fahaman dimasa mendatang.
    ———
    Hi Mas Luki, Sahabat ku
    Senang sekali bisa silaturahiem di sini.
    Terimaksih atas sharing pengalamannya ternyata notebook juga bisa djadikan voicerecorder🙂

    Wassalam
    Ria

  4. Ya , cost saving juga

    Awalnya kantor mau beli digital voice recorder tapi non budgeting untuk tahun ini, jadi saya coba memanfaatkan fasilitas yang ada untuk digital recording,

    Softwarenya pun ‘numpang’ windows movie maker, yang dipakai hanya audionya saja , cukup lima langkah,

    1. Plug external mic
    2. Run Windows movie maker , klik icon mic ( Narrate time line)
    3. Start Naration
    4. Stop kalau sudah selesai dan save file
    5. End

    Selamat Tahun Baru
    1430 H
    2009 Masehi
    ———–
    Ok Terimakasih atas Nice Idea & langkah-langkah detil nya, ini juga akan berguna bagi yg lain.
    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s