Insentif Dokter Belum Bisa Cair

Written by anto
Sabtu, 10 Januari 2009
Harus Konsultasi Dulu ke Pusat

BATAM, TRIBUN – Niat baik pemerintah Kota Batam mengalokasikan dana sebesar Rp 2,2 miliar untuk insentif kalangan medis yang bertugas di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sepertinya harus dihadapi dengan sabar oleh pelayan kesehatan masyarakat tersebut.

Soalnya, insentif Rp 900 ribu per bulan untuk dokter serta bidan dan perawat sebesar Rp 500 ribu belum juga bisa dicairkan. Soalnya, hingga saat ini, belum ada arahan dari pemerintah pusat tentang pencairan tersebut.

Pemberian insentif itu bertujuan agar para dokter bisa melayani masyaraklat dengan maksimal. Sebab, selama ini banyak pasien mengeluh tidak dilayani dengan baik karena berbagai sebab. Nah, dana insentif tersebut tujuannya agar pelayanan dari paramedis bisa lebih bersahabat.

“Kami minta agar diberi pelayanan yang baik dan manusiawi, jangan dibiarkan begitu saja. Saya dapat info dari warga di pulau ketika saya reses, ibu yang mau melahirkan ditolak di RSUD dengan alasan tidak ada lagi kamar. Hal-seperti ini jangan sampai terjadi lagi. Bukankah dokter sudah disumpah akan melayani pasien dalam keadaan apapun?” kata Irwansyah beberapa waktu lalu.

Anggaran yang masuk dalam APBD Batam, ketika diusulkan ke Provinsi disarankan oleh Gubernur agar dikonsultasikan dulu ke Departemen Kesehatan agar tidak menyalahi aturan. Sebab pemberian insentif itu tidak ada nomenkalturnya.

Hasil koreksi APBD yang dibacakan Sekretaris dewan, Guntur Sakti, dalam paripurna, dana sebesar Rp 2,2 miliar untuk insentif para medis itu dialihkan untuk Puskesmas. Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika mengatakan, dana itu tetap ada hanya saja dialihkan supaya sesuai dengan nomenklaturnya.

“Saya tidak tahu persis, tapi dana itu tetap untuk kepentingan para medis,” katanya, Jumat (9/1), usai paripurna di kantor DPRD Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Mawardi Badar mengatakan, pihaknya akan melakukan konsultasi ke pusat karena pemberian insentif hanya boleh untuk jasa medis. “Kita akan buat ke jasa medis supaya pata dokter dan tenaga medis tetap bisa menerima,” katanya.

Anggota DPRD Batam, Onward Siahaan mengatakan, setelah APBD dikoreksi gubernur, anggaran untuk insentif dipindahkan ke pos lain, tetapi tetap di Dinas Kesehatan.
Onward menyebut, tujuan pemberian insentif itu untuk meningkatkan pelayanan. Bila pelayanan tidak semakin baik, insentif itu bisa ditinjau lagi dan tidak mutlak setiap tahun diberikan kepada para medis. (hat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s