Australia Buka Rumah Potong Kambing di Batam

Sabtu, 17 Januari 2009
BATAM (BP) – Pengusaha ternak dari Darwin, Australia, yang tergabung dalam tiga perusahaan konsorsium yakni 1SIX8 PTY Ltd, PT Karya Sakti Gagasan Mandiri, dan DCC Capital Ltd, berniat membuka kegiatan pemotongan daging kambing dari Australia di Batam, dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Kelautan, Perikananan, Pertanian, dan Kehutanan, Suhartini, mengatakan, perusahaan konsorsium ini memiliki usaha peternakan sapi pedaging seluas 3 ribu hektare di Darwin. Mereka berminat berinvestasi di Batam karena ingin menggarap peluang pasar ekspor daging kambing segar ke Singapura, Malaysia, dan Iran.
Prinsipnya, kata Suhartini, Batam juga ingin kegiatan pemotongan hewan ada di Batam. Sebab, mobilisasi dari Batam ke Singapura jauh lebih mudah. “Dari sisi kualitas, daging yang dipotong bisa terhindar dari pencemaran dan penurunan kualitas daging segar yang dihasilkan,” ujar Suhartini.
Sementara itu, pihak konsorsium Kennedy P Nanik menyebutkan, rencana investasi ini semula akan mereka tanam di Iran. Karena termakan isu agresi Israel di Palestina berlanjut ke Iran, niat tersebut diurungkan. Tempat ini dipilih, katanya, karena selain memenuhi pasar daging untuk Iran dan pasar ekspor di negara-negara Islam Timur Tengah, Malaysia dan Singapura pun bersedia menampung daging kambing Australia. “Dipilihnya Batam juga terkait keyakinan konsumen Timur Tengah terhadap kehalalan daging segar yang mereka konsumsi,” kata Kennedy.
Kambing hidup yang akan dipotong nantinya, akan didatangkan dari Australia dengan pesawat boeing 747.

Kennedy juga menyebut, di Batam, perusahaan mereka mendapat suntikan dana dari Bank Syariah Kuwait, Kuwait Finance House. “Investasi ini ditargetkan mulai jalan dua tahun lagi,” katanya.
Rencana pendirian rumah potong ini pun, sudah dikonsultasikan kepada Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Kepala Karantina Pusat. Untuk tenaga kerja, disyaratkan akan direkrut dari sebagian besar tenaga kerja lokal. Mereka ini akan dilatih selama enam bulan ke Darwin, Australia. Karena menggarap pasar internasional, rumah potong ini akan bersertifikasi ISO 9000. “Syarat penting dari kami, Batam benar-benar bebas dari penyakit kuku dan mulut,” kata Kennedy lagi. “Kami juga dituntut menerapkan program zero waste.”
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, menyambut baik rencana investasi yang disampaikan perusahaan konsorsium tiga negara (Australia, Malaysia dan Indonesia) tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemko) mendukung langkah itu, dan berharap investasi yang dicadang terealisasi secepatnya dan bisa memberikan keuntungan bagi daerah. “Kami setuju. Mudah-mudahan terealisasi sesuai mekanisme dan aturan yang ada,” tukas Ria.
Dalam kesempatan itu, Suhartini mengutarakan niat perusahaan ini membangun peternakan kambing Australia. Lokasi yang diincar adalah kawasan pulau-pulau terpencil di Batam dan Kepri yang dinilai berpotensi.(ary)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s