Tiket Fery Tidak Turun

Written by anto
Senin, 19 Januari 2009
Tunggu Harga BBM Turun Lagi

BATAM, TRIBUN – Turunnya Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah beberapa waktu lalu, tidak serta merta diikuti penurunan tarif tiket fery domestik. Tiket fery domestik masih tetap harganya dan tidak ada penurunan sedikit pun.

Seperti terlihat di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), beberapa pengusaha pelayaran ini berpendapat turunnya harga BBM, tidak terlalu berpengaruh terhadap pengeluaran operasional. Karena penurunan BBM kali ini tidak begitu dirasakan dampaknya oleh pengusaha pelayaran apalagi suku cadang masih tinggi.

Koordinator Indonesian National Shipowners’ Association (INZA) Batam, Jefry AT menyebutkan pihak perusahaan pelayaran domestik belum bisa menurunkan tarif tiket kapal. Ini dikarenakan penurunan BBM tidak berpengaruh terhadap pengeluaran operasional kapal dan belum berdampak bagi operator.

Selain itu tidak turunnya tiket kapal juga disebabkan harga suku cadang juga belum turun. Untuk itu pemerintah juga harus memperhatikan harga suku cadang, apalagi penjualan suku cadang sering dikalikan dengan mata uang asing seperti dolar Singapura dan Amerika saat dijual.

“Para pengusaha pelayaran domestik maunya menurunkan harga tiket fery, mengingat penurunan BBM kali ini sangat kecil hanya berkisar Rp 300 dan kemungkinan kecil harga tiket akan diturunkan. Selain itu masih mahalnya suku cadang, apalagi dikalikan dengan dolar saat dijual, membuat penurunan tiket itu tidak bisa dilaksanakan. Pemerintah semestinya juga memperhatikan masalah ini,” ujar Jefry yang dihubungi Tribun, Minggu (18/1).

Menurutnya, bukan hanya pengusaha pelayaran domestik yang belum bisa menurunkan harga tiket, namun juga dialami angkutan umum lainnya, seperti taksi, angkot, boat pancung dan lain sebagainya.

Namun, keterangan berbeda disampaikan sejumlah operator kapal fery di Telaga Punggur, Batam pada dasarnya menyetujui penyesuaian tarif kapal tersebut. Mereka mengaku akan menggelar rapat koordinasi pada Rabu (21/1) membahas imbauan pemerintah agar jasa transportasi menurunkan tarif pasca penurunan harga jual BBM premium dan solar menjadi Rp 4500 per liter.

“Kebijakan perusahaan untuk penurunan tarif belum ada, namun kita akan mematuhi peraturan pemerintah bila ada penurunan tarif,” ujar Noerman Pimpinan KM Baruna Telaga Punggur ketika di hubungi Tribun, Minggu (18/1).

Pihak Baruna menyetujui penurunan tarif antara 5 hingga 10 persen. “Tetapi kita tidak bisa langsung menurunkan tarif saat ini, jika tidak melalui mekanisme rapat dan diputuskan oleh dinas perhubungan,” tambahnya. Diperkirakan penurunan tarif nantinya akan berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu sekali berlayar.

Sementara Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika menyebutkan pihaknya akan membahas masalah ini. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam pihaknya sudah menyampaikan masalah penurunan tarif angkutan umum termasuk harga tiket fery pasca penurunan BBM.

“Kita telah merujuk ke pemerintah pusat masalah ini. Jika pemerimtah pusat telah memberikan keterangan masalah ini, melalui Dishub kita akan membahas masalah ini. Kita masih menunggu pemerintah pusat untuk

membahas masalah penurunan harga angkutan termasuk tiket fery pasca turunnya harga BBM,”ujarnya.
Dikeluhkan konsumen

Penurunan harga BBM sampai tiga kali yang tidak diimbangi penurunan tarif angkutan kapal di Karimun dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jasa pelabuhan. Menotelis Sularno, seorang wartawan media televisi lokal perwakilan Karimun turut mengeluhkan hal ini. Mobilitas tinggi setiap pekannya membawa dampak pada biaya tinggi pada ongkos jasa kapal yang digunakannya.

“BBM kan turun, mengapa ongkos kapal tidak turun? Kita mengharapkan ada penurunan lah, walau sedikit,” ujarnya kepada Tribun, Minggu (18/1).

Menotelis, dua kali per minggunya menggunakan jasa angkutan fery untuk mengantarkan hasil kerjanya dari Karimun ke Batam. Setiap keberangkatan tarifnya Rp 70ribu. Jika empat kali keberangkatan (pulang-pergi), maka dia harus mengeluarkan ongkos sebesar Rp 280 ribu per pekan. “Sebulan saya keluar Rp 1,25 juta hanya untuk ongkos saja,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, selain minta harga tiket diturunkan, pengusaha kapal tidak semena-mena kepada penumpang. “Tolong pengusaha kapal membatasi jumlah penumpang. Jangan dipaksakan penumpang terlalu penuh, sebab selain tidak nyaman, itu juga bisa membahayakan pelayaran,” tegasnya.

Hal senada dialami Heri Setiono, kasubbag protokoler Setdakab Karimun. Dia mengatakan setiap bulan sedikitnya empat kali menggunakan jasa angkutan kapal tujuan Tanjungbalai Karimun-Batam untuk urusan dinas.

“Kita berharap ongkos dapat diturunkan, sebab BBM turun jadi sewajarnya diikuti penurunan tarif angkutan kapal. Tolong disampaikan,” ujarnya via telepon yang kebetulan sedang berada di Batam untuk urusan dinas.

Anjlok 20 dolar/barel
Sementara itu, harga minyak mentah dunia tahun 2009 diperkirakan masih bakal mengalami penurunan. Proyeksi harga terendah diperkirakan di level US$20 per barel.

“Harga terendah minyak mentah dunia tahun ini diperkirakan di level US$ 20 per barel,” ujar pengamat perminyakan Kurtubi saat dihubungi detikFinance, Minggu (18/1).

Menurut Kurtubi, perkiraan analis-analis perminyakan dunia memprediksi rentang harga minyak mentah dunia tahun 2009 bakal berada di kisaran US$ 20 per barel hingga US$ 70 per barel.

“Harga minyak mentah dunia tahun ini bakal di sekitar US$ 20 hingga US$ 70 per barel. Nilai tengahnya kira-kira US$ 45 per barel. Ini masih memberi ruang buat turunnya harga BBM dalam negeri,” ujar Kurtubi.
Kurtubi mengatakan, dengan kisaran harga minyak mentah di atas, harga BBM dalam negeri yang wajar untuk premium adalah pada level Rp 4.000 per liter atau turun Rp 500 dari harga saat ini. (bur/dri/msa/dtc)

One thought on “Tiket Fery Tidak Turun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s