Kinerja Disdik, Dishub dan PU Rapor Merah

Rabu, 21 Januari 2009
Citra Pemko Batam sepanjang tahun 2008 belum bisa dikatakan baik. Hal ini tercermin dari banyaknya persoalan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial, insfrastruktur dan sebaginya.

Adanya ketidakberesan tersebut ditenggarai disebabkan oleh lemahnya kinerja sang kepala dinas di masing-masing SKPD yang “bermasalah”. Diantaranya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas PU.

Akhirnya bisa ditebak, citra duet kepemimpinan Walikota Ahmad Dahlan dan Wakilnya Ria Saptarika kian menurun di mata msyarakat Batam. Walau tak semua pihak sependapat, namun tidak ada salahnya jika kedua pemimpin Kota Batam tersebut mulai segera melakukan perombakan kabinet.

“Itu kalau mau citra pemerintah kembali terangkat. Kita tidak bisa mengintervensi mereka, tapi menurut saya, ada beberapa Kadis yang harus segera diganti,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Ruslan Kasbulatov.

Dalam proses pergantian Kadis ini, kata Ruslan, Walikota dan Wakilnya tentu harus melewati tahapan yakni evaluasi. Dan jika hasil evaluasi tersebut negatif, maka secepatnya harus ada upaya penggantian Kadis dimaksud. Ditilik dari sejumlah kegiatan di gedung legislatif selaku mitra Pemko Batam yang juga berpatokan pada keluhan-keluhan masyarakat yang sampai di gedung dewan, maka sudah jelas ada Kadis yang patut dipertimbangkan untuk diganti.

“Dari berbagai hearing serta laporan yang masuk ke Dewan, harusnya kan Walikota sudah bisa tahu siapa-siapa yang layak dievaluasi atau bahkan diganti. Kalau saya berpikir, Dinas Perhubungan dan Dinas PU adalah yang perlu mendapat prioritas,” ujar Ruslan kepada Sijori Mandiri, Selasa (20/1).

Senada dengan Ruslan, Anggota Komisi II Fisman Gea, dalam catatannya, para Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) yang menjadi mitra Komisi II, memang ada yang patut dicermati secara serius oleh Walikota. Keberadaan sejumlah Kadis yang jika terus dipertahankan, maka dikhawatirkan bisa merusak irama kerja di Pemko Batam.

“Ada beberapa nama Kadis yang sudah kami perhatikan untuk segera dievaluasi. Walikota sebaiknya segera mengambil tindakan. Ini penting untuk meningkatkan citra Pemko Batam serta memperlancar pelaksanaan pembangunan di sini,” ujar Fisman.

Jika Ruslan menyebut Dishub dan PU, maka Fisman melirik Dinas Pendapatan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Wakil Ketua Komisi III M Zilzal pun menyoroti lemahnya kinerja Dishub dalam mengatur persoalan perhubungan di Kota Batam. Inilah yang membuatnya mengambil sikap, menyerukan kepada Walikota agar segera melengserkan Kadishub.

Kegagalan Dishub ini terlihat dari kesembrawutan jalur angkutan umum, masalah tarif, sampai masalah bus bandara yang sampai saat ini masih menjadi polemik. Dan yang lagi hangat-hangatnya dibicarakan praktek korupsi dan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum PNS Dishub. Karena itu, Kadis Perhubungan Yazid diprediksi bakal terdepak dari jabatannya.

“Jujur saja, melihat perkembangan di masyarakat, Kadishub gagal menjalankan tugasnya,” katanya.

Mulai dari kesembrawutan jalur angkutan umum, masalah tarif, sampai masalah bus bandara yang sampai saat ini masih menjadi polemik. Dan yang lagi hangat-hangatnya dibicarakan praktek korupsi dan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum PNS Dishub. Karena itu, Kadis Perhubungan Yazid diprediksi bakal terdepak dari jabatannya.

Proyek Disdik Bermasalah

Selain itu, dalam catatan Komisi III DPRD Kota Batam banyak, proyek-proyek fisik yang dilaksanakan Disdik tidak sesuai dengan perencanaan awal.
“Tidak ada standarisasi yang jelas. Banyak pembangunan sekolah ataupun ruang kelas yang asal jadi. Dan ini sudah sangat jelas bisa merugikan kita semua,” ujar M Zilzal kepada Sijori Mandiri, kemarin.

Zilzal memaparkan, diantara proyek-proyek pembangunan fisik sekolah yang bermasalah tersebut adalah pembangunan SDN 014 Sagulung, SDN Tiban Mas, SDN Putri Hijau dan banyak lagi.
“Hasil pantauan di lapangan, terlihat adanya ketidaksamaan antara bangunan yang satu dengan yang lain. Ada yang menggunakan rangka kayu ada pula yang baja,” ungkao Zilzal.

Selain itu, lanjut Zilzal, sejumlah ruang ventilasi kusen pintu dan jendela bangunan pun tidak rapi, bahkan ada yang sudah miring dan hampir lepas. Plafon juga dikerjakan sembarangan dan tidak rapi. Begitu pula dengan lantai yang cuma diplester. Bahkan ada sekolah, didapati sejumlah guru yang akhirnya melakukan swadaya/patungan dana untuk pemasangan keramik.

“Padahal bangunan sekolah itu sudah dipakai pada Juli lalu. Dengan anggaran sampai Rp1,4 miliar, tampak jelas kalau finishing dari kontraktor sangat kacau,” katanya seraya mengatakan akan memanggil pihak Disdik untuk hearing.

Sementara dari Komisi IV, Dameria Nadapdap beranggapan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan termasuk dinas yang banyak menyumbang persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan di Kota Batam.

Tentu bukan tanpa alasan para wakil rakyat tersebut mengemukakan pendapatnya. Selain dianggap tidak becus dalama mengimplementasikan sejumlah program, beberapa kepala dinas dimaksud juga terkesan “gagap” tatkala berhadapan dengan anggota Dewan disaat adaa permintaan klarifikasi atas persoalan yang menyangkut lembaganya.

“Jika dalam rapat dengar pendapat bersama anggota Dewan yang nota bene mitra kerjanya saja sering tak berdaya, bagaimana mau menjelaskan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat? Ini menjadi salah satu pertimbangan kita dalam menilai kinerja seorang Kadis,” kata Dameria.

Kendati demikian, Ruslan dengan tegas mengatakan bahwa DPRD tidak akan mengintervensi Walikota kalau memang ingin melakukan perombakan kabinet.

“Itu hak Walikota untuk mengganti anak buahnya, kita tidak bisa intervensi. Kita hanya bisa menilai sampai sejauh mana kinerja Kadis yang dipilih Walikota. Kalau tidak beres kerjanya ya kita kritisi,” ujar Ruslan. (sm/yr)

2 thoughts on “Kinerja Disdik, Dishub dan PU Rapor Merah

  1. Koq nggak ada comment ya….;)

    Maunya yang beginian banyak comment nya
    Kalau menurut saya sih…memang segera ada perombakan bila benar lemahnya kinerja sang kepala dinas di masing-masing SKPD yang “bermasalah”. Diantaranya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas PU.

    Seorang pemimpin harus tegas pada bawahannya….bila benar bawahannya itu nggak ada peningkatan kinerja dan banyak permasalahannya…ganti aja dengan yang baru
    Kan di Batam ini masih banyak yang bisa dijadikan pengganti…
    Kalau yang lama masih tetap saja dipertahankan…kapan lagi Batam ni bisa maju…

    Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas PU itulah yang paling penting di Batam ni, bila tidak ada peningkatan ya segera dilakukan “perombakan kabinet”

    Sebagai warga Batam, saya selalu dukung semua yang berkenaan dengan Batam kedepannya…

    Untuk Pak Ria 🙂 ….. maju terus dan semangat !!!!
    ———–
    Insya Allah
    Bu Lenny
    Tunggu aja tanggal mainnya he he he.

    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s