Menunggu ‘Kabinet Baru’ Dahlan-Ria

Rabu, 21 Januari 2009
Janji Walikota Batam Ahmad Dahlan untuk melakukan penyegaran di ‘kabinetnya’ menyulut angin kasak-kusuk di lingkungan pejabat Pemko Batam. Siapa sajakah wajah yang bertahan, tersingkir dan mendapat promisi untuk mengisi Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang baru ?

Sejauh ini rencana restrukturisasi pejabat di lingkungan Pemko Batam masih menjadi teka-teki. Sejumlah pejabat mulai panas dingin. Pertanyaan-pertanyaan yang menggayut, apakah masih tetap dipertahankan, dipromosikan atau dirotasi bahkan dicopot dan masuk ‘kotak’. Jawabnya tentu ada di tangan Walikota Ahmad Dahlan.

Momentum awal tahun 2009 dianggap tepat bagi Ahmad Dahlan untuk melakukan penyegaran dalam SOTK jajarannya seperti yang telah dilakukan oleh Gubernur Kepri Ismeth Abdullah awal tahun ini.

Selama sekitar tiga tahun memimpin Kota Batam sejak terpilih pada 2006 lalu, pasangan Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Wakil Walikota Batam Ria Saptarika telah beberapa kali merombak pejabat di lingkungan Pemko Batam. Bahkan kini praktis seluruh pejabat Pemko Batam diisi orang-orang pilihan Dahlan-Ria, termasuk Sekretaris Daerah Kota Batam Agussahiman.

Sebagai sebuah organisasi atau institusi, pergantian pejabat yang dilakukan Dahlan-Ria tentu saja merupakan hal yang biasa dan lumrah. Meski kedengarannya agak klise, pergantian pejabat perlu untuk penyegaran dan regenerasi serta membangun tim kerja yang solid dan kompak sehingga visi dan misi sang pemimpin bisa terealisasi.

Jika walikota masih mempertahankan sejumlah pejabat eselon II yang tidak becus, dikhawatirkan akan merusak irama kerja duet Dahlan-Ria. Begitu pendapat berbau saran tersebut disampaikan Fisman Gea dari Fraksi PDS DPRD Kota Batam.

Dikatakan, saran perombakan kabinet didasari atas kinerja sejumlah SKPD yang dianggap masih lemah. “Sudah sepantasnya walikota melakukan evaluasi terhadap kinerja sejumlah Kadis. Dan jika hasil evaluasi negatif, harus ada upaya pergantian Kadis dimaksud,” katanya.

Fisman menyebutkan, adanya sejumlah SKPD yang patut mendapat perhatian khusus walikota. Disebutkan, sejumlah kadis dimaksud sudah kerap diperhatikan dan dicermati. Karenanya, walikota diminta sesegera mungkin mengambil tindakan demi peningkatan citra Pemko Batam sekaligus memperlancar pelaksanaan pembangunan Kota Batam.

Ia mengungkapkan, telah banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang jeleknya kinerja (pelayanan) sejumlah kepala dinas. Bahkan Fisman secara terang-terangan menyebut sejumlah kadis yang harus segera dievaluasi seperti Kadispenda, Kadis Kebersihan dan Pertamanan, Kadisparbud, BKD, Dishub dan Disduk dan Diskes.

Ruslan Kasbullatov, anggota Fraksi PDI Perjuangan juga mendukung pendapat Fisman menyangkut pergantian kadis di lingkungan Pemko Batam. Dikatakan, perombakan dimaksud bukan berdasarkan like or dislike (suka atau tidak suka) pribadi anggota dewan, melainkan melalui berbagai pertimbangan. “Ya, harus itu. Siapa-siapa nama Kadisnya, seharusnya Walikota yang lebih tahu. Dari berbagai hearing serta laporan yang masuk ke dewan, seharusnya walikota sudah tahu siapa-siapa yang layak dievaluasi atau bahkan diganti,” ujar Ruslan.

Kendati demikian, Ruslan menegaskan DPRD tidak akan mengintervensi Walikota jika ingin melakukan perombakan kabinet. Alasannya, walikotalah yang berhak untuk mengganti anak buahnya.

“Kita tidak bisa intervensi. Kita hanya bisa menilai sampai sejauh mana kinerja Kadis yang dipilih walikota. Kalau tidak beres kerjanya, ya kita kritisi,” demikian dikatakan Ruslan. (sm/yr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s