Sampah Ancam Adipura Lepas

Sabtu, 24 Januari 2009
Batam Turun ke Peringkat 7

Sampah Ancam Adipura LepasBATAM, TRIBUN – Piala Adipura yang sudah diterima Pemko Batam selama dua kali berturut-turut terancam lepas. Penyebabnya karena objek/tempat yang dipantau menurun nilainya. Ada 68 titik objek yang dinilai dan pantauan kawasan ikut memengaruhi nilai.

Koordinator Adipura Kementrian Lingkungan Hidup, Ratna Kartika Sari menyebut tahun ini penilaian semakin berat. Sesuai dengan UU No 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah ada dua hal yang perlu dilakukan untuk menjaga lingkungan seimbang.

Pertama pembinaan sampah, dan kedua pengelolaan sampah. Dari dua kriteria penilaian itu Batam menurun peringkatnya dari sebelumnya peringkat tiga kini menjadi peringkat tujuh. Penyebab turun, karena tim selain menilai 68 objek atau sasaran juga memantau ibu kota kecamatan se Pulau Batam. Hal yang dipantau adalah kebersihan lingkungan, kebersihan drainase, ruang teduh hijau, kebersihan WC dan air bersih cukup tersedia serta tempat pembuangan akhir sampah.

Perempuan yang juga Kepala Bidang Pengolahan Limbah Cair KLH itu mengatakan ada lima objek yang membuat peringkat Batam turun. Kelima objek tersebut adalah pemeliharaan sampah hanya mendapat nilai 38, pengelolaan sampah nilainya 48, tempat pembuangan akhir sampah dengan nilai 56, terminal nilai 55, dan pasar mendapat nilai 58. Sedangkan objek pantauan yang mendapat nilai di atas 70 adalah perkantoran, puskesmas, hutan kota dan perairan terbuka.

Ratna menyampaikan peringkat Batam itu saat presentasi di hadapan Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika, para Kadis, Kabid, Camat, lurah, para kepala sekolah, dan staf di lantai IV kantor Pemko Batam, Jumat (23/1).

Wali Kota Batam, meminta semua pihak untuk menjaga kebersihan di Batam. “Kita harus komitmen agar tahap evaluasi berikutnya Batam bisa mendapat nilai baik,” kata Wako seraya menginstruksikan semua penanggungjawab Adipura di SKPD masing-masing berdiri dan meminta mereka serius memberi laporan perkembangan penanganan kebersihan di lingkungan masing-masing.

Di bidang Pariwisata, lokasi pantai wisata Marina City mendapat nilai 63,4 padahal normatifnya nilai 70. Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata Dinas Pariwisata Batam, Marzuki SE , Msi menyebut akan terus memantau pantai Marina City. Kendalanya paritnya tersumbat apabila air pasang. Selain itu masih ada sampah yang telah dikumpul tidak diangkut dan ada juga sampah yang masuk ke pantai.

“Saya sudah sampaikan ke Kadis supaya dibuat surat teguran ke pengelola Marina City untuk bisa menjaga kebersihan pantai. Setelah kita tahu hasilnya kita sudah langsung sampaikan ke pengelola Marina City dan mereka langsung action. Kita melihat mereka kooperatif langsung melakukan aksi pembersihan,” kata Marzuki.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Azwan mengatakan tetap optimis Batam mendapat Adipura tahun ini. Peringkat Batam dari tiga turun ke peringkat tujuh menjadi pemicu untuk terus bekerja melakukan kebersihan.

“Kita berharap evaluasi Dan penilaian kedua akan dilakukan Februari dan Maret, dan penilaian ketiga April, bisa memberi nilai bagus untuk Batam supaya bisa kembali mendapat Adipura,” kata Azwan.

Ia meminta semua pihak untuk menjaga kebersihan di Batam. Kalau tidak didukung semua pihak, tentu akan sulit meraih Adipura untuk ketiga kalinya. Supaya itu bisa tercapai harus optimis dan komitmen Penilaian Adipura dilakukan untuk empat ketegori yakni kota kecil, kota sedang, kota besar dan metropolitan.
Batam masuk dalam kategori kota besar dengan jumlah penduduk 800 ribu lebih. Ada empat kategori kota yang dinilai KLH yaitu kota kecil dengan jumlah penduduk 20 ribu jiwa-100 ribu jiwa. Kota sedang dengan penduduk 101 ribu-500 ribu jiwa, kota besar dengan penduduk 501-1 juta jiwa dan metropolitan 1 juta jiwa ke atas. (hat)

2 thoughts on “Sampah Ancam Adipura Lepas

  1. Tekad Pemko Batam membuat kota ini bersih sangat membanggakan..

    mudah2an Adipura tidak akan jauh dari tangan kita..

    tapi pak Ria, warga batam daerah tiban dan sekitar (terusan dari tiban kampung sampai ke southlink) masih banyak warga yang tidak memiliki kesadaran menjaga kebersihan kota kita ini.
    sudah jelas ada tulisan “Di Larang Kera Membuang Sampah di area ini — ttd. Din. kebersihan Pemko Batam –” …masih tetap aja ada orang yg membuang sampah diareal tersebut.

    Tolong lah Pak Ria dicarikan solusinya untuk permasalahan (sampah berserakan dipinggir jalan besar) tersebut…

    terima kasih atas respon nya kelak..
    ———-
    Hi Mas Arya, terrimakasih atas kepedulian dan supportnya.
    Insya Allah di tahun 2009 ini kami akan coba meng effektifkan Perda Kebersihan di Kota Batam ini, sehingga bagi para pelanggar perda tersebut dapat dikenai sangsi.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Assalamu’alaikum pak Ria,

    Kalau boleh saya usul, sebaiknya di setiap pasar dibuat unit pengolahan sampah. Sebenarnya sampah yang dihasilkan di pasar sebagian besar adalah sampah organik. Dengan proses dekomposisi sampah ini bisa diolah menjadi kompos dalam waktu 2 minggu saja.
    Keuntungannya : 1. mengurangi volume sampah 2. merubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi 3. menyuburkan tanaman.
    dan tentunya Batam bisa naik peringkat lagi ……..
    Untuk aplikasinya bisa buat percontohan dulu di salah satu pasar.
    Lebih detailnya saya bisa sharing cara pembuatannya.

    Wassalam

    Arbi ex. Thomson juga….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s