Ria: Pasar Bengkong Tidak Dugusur

Kamis, 29 Januari 2009
BATAM CENTRE– Wakil Walikota Batam Ria Saptrika berjanji tidak akan melakukan penggusuran terhadap Pasar Pagi Bengkong Harapan II. Pernyataan Ria ini sekaligus menepis isu bahwa lokasi pasar itu akan digusur Pemko.

“Melihat kondisi masyarakat yang ada di sini, tak mungkin mereka kita gusur. Justru secara alamiah, perkembangan pasar ini cukup bagus, karena pasar ini berada di tengah-tengah lingkungan warga. Saya justru berpikir sebaiknya pasar ini dijadikan pasar resmi saja,” kata Ria di sela-sela insepski mendadak (sidak) di pasar tersebut, kemarin. Dalam sidak itu Ria didampingi Kepala Dinas Kebersihan Azwan, Kepala Dinas Pasar, Febrialin, Kabag Humas, Yusfa Hendri dan Camat Bengkong, Nurul Iswahyuni.

Lokasi pasar Bengkong Harapan II, Kecamatan Bengkong terletak di RT 01 RW 07, Bengkong Indah. Pasar tersebut persis berada ditengah pemukiman penduduk yang cukup padat, dan tak jauh dari tempat itu juga berdiri sebuah rumah ibadah yaitu masjid Al-Munawwaroh Bengkong Harapan. Para pedagang di tempat tersebut berjualan dilapak-lapak menggunakan tenda, sebagiannya lagi berjualan di bangunan yang sudah dibangun kios-kios kecil dengan ukuran 3x 4 meter.

Pedagang yang berjualan ditempat tersebut tidak hanya menjual barang kebutuhan harian, tetapi juga menjajakan semua jenis dagangan mulai dari pakaian baru/bekas, buku, daging segar, barang pecah belah, buah-buahan, kue dan lainnya.

Saat berada dilokasi kunjungan, Ria Saptarika juga menyempatkan diri mengelilingi semua kios dan lapak yang ada, dan juga melakukan temu ramah dengan pengurus masjid Al-Munawarah dan perangkat RW/RT di wilayah Bengkong Harapan.

Ketika melakukan dialog dengan perangkat RT/RW, pengurus dan remaja Masjid Al-Munawwarah, Bengkong Harapan II, Ria meminta semua elemen, termasuk Kadis Pasar Pebrialin, SE agar ikut membina dan memperhatikan secara baik usaha-usaha yang dijalankan oleh pedagang yang berjualan di tempat tersebut.

Bahkan secara khusus Ria menyarankan, selain adanya koperasi, juga dibentuk BMT (Baitul Mal Waltamwil), agar secara syari’ah, lembaga tersebut bisa menyalurkan kredit pinjaman modal usaha terhadap warga atau pedagang yang membutuhkannya.

“BMT itukan cara kerjanya mirip tukang kredit tapi berlandaskan syari’ah. Jika itu terbentuk, asal mau jemput bola dan manajemennya dikelola secara baik, saya yakin usaha yang dijalankan BMT itu bisa berkembang. BMT yang bisa dijadikan rujukan, salah satu diantaranya BM. (sm/ik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s