Pangkalan Bus Bandara Ditetapkan

Senin, 09 Pebruari 2009
f. deden rosanda
f. deden rosanda PANGKALAN bus bandara ditetapkan di bawah tangga ketiga antara terminal keberangkatan dan kedatangan.
Ketegangan antara pengemudi taksi dengan awak Perum Damri yang dipicu perbedaan persepsi soal pangkalan bus bandara dalam SK Kepala Dinas Pehubungan Kota Batam, mulai mencair. Kemarin, Kepala Bandara Hang Nadim, Razali Abubakar mengambil sikap tegas dengan menunjuk langsung titik yang menjadi tempat mangkal angkutan masal tersebut.
Posisinya berada sekitar 50 meter dari ATM BCA-Mapolsek Bandara tepatnya di bawah tangga ketiga antara terminal keberangkatan dan kedatangan. “Semua pihak harus maklum dan jangan ada yang mau menang sendiri,” kata Razali di hadapan perwakilan Dishub Batam, awak bus dan sejumlah pengemudi taksi yang dipanggil sebagai saksi penunjukkan langsung itu.
Sikap tegas penguasa bandara ini diambil sekitar pukul 06.40 WIB atau sebelum aktivitas penerbangan perdana di Hang Nadim mulai. Langkah tersebut untuk meredam makin berlarutnya “perang dingin” antara pengemudi taksi versus awak Damri. Sejak empat armadanya dioperasikan 15 Desember lalu, hubungan antara awak Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) itu dengan para pengemudi taksi Hang Nadim, kurang harmonis.
Damri merasa dikekang dengan berbagai aturan yang dibuat pengemudi taksi Hang Nadim terkait pangkalan, lokasi menaikturunkan penumpang hingga lama ngetem. Sementara, para pengemudi taksi menganggap, keberadaan Damri hanya akan mengganggu lahan usaha yang selama ini mereka garap.
Ketegangan antar dua kubu mencapai puncaknya Jumat (6/2) lalu. Kepala Cabang Perum Damri Batam, Mitra Sukita bahkan sampai menginstruksikan jajarannya menarik seluruh armada yang beroperasi siang itu juga. Keputusan mendadak yang diambil sekitar pukul 12.00 WIB tersebut, merupakan reaksi kekecewaan Damri terhadap sikap pengemudi taksi yang menghalau beberapa armadanya agar menjauh dari terminal kedatangan.
Aksi pengusiran oleh puluhan pengemudi taksi bandara itu sendiri, dipicu perbedaan persepsi soal titik pangkalan baru Damri. Pengemudi taksi berpendapat, pangkalan Damri berada di tangga ketiga sekitar 100 meter dari ATM BCA-Polsek Bandara. Pendapat pengemudi taksi Hang Nadim itu dikuatkan pernyataan Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Mahadi.
Sementara, Perum Damri berpegang pada SK Kadishub Batam bernomor 551.01/PHB-D.146/II/2009 tentang lokasi halte parkir khusus bus bandara. Dalam SK itu disebutkan bus bandara diperkenankan parkir di antara terminal kedatangan dan keberangkatan (tangga turun urutan ketiga) dari arah seberang ATM BCA-Mapolsek Bandara sejauh kurang lebih 50 meter.
Setelah mogok seharian, Sabtu (7/2) lalu Damri kembali beroperasi. Mereka mangkal di tempat lama yang jaraknya sekitar 200 meter dari terminal kedatangan. Sejak Razali mengambil sikap tegas, baru kemudian awak Damri memindahkan pangkalannya ke tangga ketiga antara terminal kedatangan dan keberangkatan.
Razali berharap, penunjukkan langsung tersebut bakal mengakhiri ketegangan antara pengemudi taksi bandara dengan awak Damri. Supaya ada lagi perdebatan, titik yang disepakati sebagai pangkalan bus bandara, pagi itu juga langsung ditandai dengan cat semprot warna kuning.
“Pangkalan bus bandara sudah semakin dekat dengan terminal penumpang. Nah, sekarang tinggal kita tunggu upaya Perum Damri Batam supaya masyarakat mengetahui keberadaan bus bandara ini,” tukasnya.
Ia berpendapat, belum maksimalnya bus bandara bukan semata disebabkan letak pangkalan, tapi juga lantaran Perum Damri kurang promosi. Selain belum ada halte khusus, Damri dinilai belum melakukan upaya maksimal dalam mengenalkan bus bandara kepada masyarakat, khususnya kepada penumpang yang turun dari pesawat.

Dishub Harus Berani
Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika mengatakan, Dishub sebagai operator di lapangan harus berani kalau ada masalah soal transportasi. “Tegakkan saja aturan yang sudah dibuat,” kata Ria di lapangan futsal Family Arena Ikan Daun, kemarin.
Secepatnya, kata Ria, ia akan mengumpulkan semua pihak terkait dalam menyelesaikan permasalahan bus Damri di bandara. “Di bandara internasional mana pun di Indonesia memang ada busnya,” tukasnya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Chris T Winasis mengatakan, dengan ditunjuknya titik pangkalan baru bus bandara, persoalan pangkalan yang selama ini diributkan ia harapkan selesai.
“Mulai hari ini, tak boleh ada lagi masalah. Semuanya sudah sepakat,” katanya, kemarin.
Chris mengatakan, bus dan taksi bandara harusnya bisa berjalan seiring karena segmentasi penumpang bus dan taksi berbeda. (ros/dea/med)

9 thoughts on “Pangkalan Bus Bandara Ditetapkan

  1. wah untung saya baca posting ini Pak Ria. Jujur aja saya pun belon tau kalo ada bus damri di bandara hang nadim🙂

    Bus di bandara emang penting banget pak Ria. Slama ini saya ngrasa diporotin abis2xan ama sopir taksi bandara krn ongkosnya gila2xan. Smoga bus damri ini bisa sedikit mengurangi pengeluaran kalo pulang kampung🙂
    ———
    Insya Allah.
    Terimkasih atas kunjungan nya mas Tigis, lama ngak kontak2 nih.
    Wassalam
    Ria

  2. Harusnya pangkalan Bus Damri itu berada di jalur yang sama dengan taxi namun posisinya di lajur kanan. Dengan begitu penumpang tidak terlalu jauh turun ke bawah untuk mencari Bus Damri. Taxi jangan egois ingin monopoli menguasai Bandara. Coba lihat di Cengkareng!! Dishub dan pihak Bandara harus tegas mengatur ini!! Jangan mau diatur sama Taxi! Atau jangan-jangan pihak Bandara ada main mata dengan Taxi?!
    ———–
    Terimakasih atas opininya Pak Adi
    Wasalam
    Ria

  3. Ayo dong Pak Ria…! Masa ngurusi masalah kecil seperti ini Kota Batam kok ga bisa bertindak cepat, tegas dan tepat.
    Jangan berharap masalah FTZ bisa terlaksana sesuai harapan kalau masalah yang sepele seperti ini saja berlarut-larut penyelesaiannya!
    Bagaimana mungkin Batam bisa bersaing dengan Singapore!!!
    ———–
    Siap!! Pak Adi

  4. Pantas saja kita jauh tertinggal dengan jiran kita di seberang! Mental, niat dan aksi kita masih lemah dan belum siap untuk maju menyingkirkan segala halangan dan rintangan yang menghambat kemajuan.
    ———
    Ya Pak Adi,
    Kita memang harus terus belajar.
    Beruntung kita bertetangga dengan Singapura sehingga referensi kita tinggi sekali
    Thanks & Wassalam
    Ria

  5. wah hebat juga yach supir taxi bandara !! saya sebagai masyarakat sangat mendukung anda, karena damri bikin kacau !!, yang sebelumnya sudah berjalan tertib tanpa ada permasalahan yang timbul, sekarang sudah ada damri malah ribut..kehadiran damri ini bukannya keinginan masyarakat, tapi keinginan dari segelintir oknum2 yang bermain proyek di dalam pengadaan bus yang seharga 700 jt ini. kalo memang keinginan dari masyarakat, kenapa masyarakat tidak berbondong2 untuk naik damri dari bt aji,nagoya ke bandara?? saya sendiri sangat menyayangkan sikap dari pemerintah yang berlaku semena2 tanpa melihat situasi dan kondisi saat ini. kalau dikatakan keinginan masyarakat, sebenarnya lebih banyak lagi hal2 yang lebih penting dari pada itu yang setiap paginya masyarakat selalu mengeluh dan menjerit melalui hallo batam di batam fm, baik itu masalah jalan berlubang,lampu jalan,sampah, dll. kenapa hal ini sangat lambat di atasi, padahal inilah yang lebih diutamakan., karena seluruh lapisan masyarakat kota batam yang menikmatinya. cobalah berfikir secara profesional, jangan malah ikut2an atau sok tau. memang para pejabat2 kita ini seperti PETRUK. kembali ke bus bandara, apakah dengan anda berkomentar2 yang membela bus damri itu setiap hari anda bolak balik naik pesawat??? saya kira 1 bualan sekali pun belum tentu. masalah tarif taxi bandara itu yang katanya mahal kok sibuk? sementara harga tiket pesawat yang segitu mahal kok gak sewot?? tarif taxi bandara itu kan memang sudah di tetapkan dari dishub dan disetujui oleh pemko. ayo taxi bandara pertahankan ketertiban di hang nadim, jangan sampai anda bisa digerayangi oleh damri. HIDUP AIR PORT TAXI, IPTB, FKPTPB, PAK OYONG !!!
    ———-
    Nah ini kan pasti ada Pro dan kontra!.

    Ya memang kedua duanya juga warga kami; Ya pengguna Damri, ya Pengemudi Taxi!
    Baiklah ini menjadi masukan berharga juga!

    Wassalam
    Ria

  6. Assalamualaikum Pak Ria.

    Posting inilah yg saya tunggu-tunggu.
    Sebetulnya ini bukan masalah rumit, tapi dibikin rumit. Tanpa bermaksud memfitnah, hampir 100% pemilik taxi bandara adalah “oknum” karyawan bandara dan dishub. Makanya mereka gak punya ketegasan mengenai keberadaan bus bandara. Kalau mau dianggap “cerdas dan berpendidikan”, coba mencontoh penempatan bus bandara di cengkareng atau Surabaya. Simple khan Pak ?

    Masalah di Batam itu hanya karena “tidak ada kemauan” saja kok Pak. Saya berharap Pak Ria bisa menjadi “Macan” yg bisa menerkam ketidakberesan di Batam ini. Kami tidak lupa dengan 8. Tapi 8 jangan lupa dengan masyarakat. Bela kaum lemah, khusnul khotimah.

    Bapak harus lebih “Garang lagi”, karena itulah kebanggaan kami jika Pak Ria bisa seperti itu.

    Jangan biarkan masyarakat kehujanan, kepanasan, dan bawa koper berat2 demi untuk naik bus yg murah … tolong dipikirkan Pak.

    Mohon maaf bila ada salah kata.

    Wassalam.
    ——–
    Baik Pak Arief, terimakasih atas masukannya!

    Btw: masukan ini akan menjadi motivasi kami!
    Wassalam
    Ria

  7. Setelah baca komen2 di batampos.co.id yg sangat rame, baca yg di sini terkesan sunyi🙂

    Terserah sih, pemko mau pro masyarakat banyak apa pro dg penguasa taksi bandara….

    Saya sih vote +1 untuk DAMRI!!!

    Menjawab, mengapa kog damri kosong? ya terang saja klo letaknya nun jauh di sana. setuju dg adi wijaya.

    Harapan saya soal masstransport bandara terkabul juga (walau masih setengah ati)

    http://eshabe.wordpress.com/2007/12/13/ongkos-murah-pulang-dari-hang-nadim/
    ——–
    Hi Mas Eshabe,
    Terimakasih atas opininya!
    Sebenarnya kami mendukung keberadaan Damri, tapi kami Taxi juga warga/rakyat Batam, untuk itu tentu setiap keputusan tetap harus di komunikasikan.

    Sebaik baiknya kan Bus damri sesuai harapan masyarakat banyak dan Taxi legowo!
    Thanks & Wasslam
    Ria

  8. heem🙂 seiring waktu nanti juga bisa di rasakan manfaat plus plus dari kehadiran bus Damri tsbt, terlepas ada apa di balik pengadaan itu Bus😀 , saya sendiri pengguna setia Bus Damri di Bandara Sokarneo Hatta, bgtu juga klo balik ke Batam Hang Nadim DAMRI I LOVE IT :d , btw neeh kemaren ngetes Internet di Hang Nadim woow cept euuy , 10 menit saya bisa # apt-get upgrade ubuntu saya hii hii,
    ——–
    Hi Kang Dede,
    Terimakasih atas vote nya.
    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s