Berobat Gratis Segera Dievaluasi

Jumat, 20 Pebruari 2009

* – Warga Miskin Diminta Mendaftar Ulang

TIBAN – Program berobat gratis yang telah berlangsung sejak tahun 2007 akan segera dievaluasi. Langkah tersebut diambil karena dinilai tidak tepat sasaran.

Hal itu dilontarkan Wakil Walikota Batam Ria Saptarika ketika dikonfirmasi di Tiban Baru, Kamis (19/2). Namun, evaluasi seperti apa yang akan dilakukan Pemko Batam, Ria belum bersedia mengungkapkan. “Yang jelas, program ini akan dievaluasi. Saya tidak mengatakan akan dihentikan, tetapi akan dievaluasi. Bisa saja tetap berjalan, bisa saja tidak. Kita lihat nanti,” ujarnya.

Dengan evaluasi tersebut kata dia, akan ditentukan kriteria dalam menetapkan sebuah keluarga miskin.

Ria mengimbau masyarakat yang benar-benar miskin agar secepat mungkin mendaftarkan diri ke kelurahan setempat. Program verifikasi rakyat miskin sudah berjalan pada tahun 2009.
Menurut Ria, ke depan, tidak semua penyakit yang akan digratiskan berobat seperti selama ini. Dikatakan, akan ada pemilahan jenis penyakit. Ia mencontohkan, penyakit kelamin akibat kecerobohan seseorang dengan melakukan pelanggaran baik norma, susila dan agama. “Hal ini harus dipikirkan lagi

untuk memberikannya berobat gratis,” ucapnya.
Ria menjelaskan, jika sudah ada kategori penyakit yang digratiskan, kartu berobat tidak diperlukan lagi karena memakan biaya banyak. Sebagai gantinya, pemerintah akan memanfaatkan program SIAK. “Dengan adanya verifikasi ulang penduduk kurang mampu ini, sudah tidak diperlukan lagi kartunya, kanbisa dilihat dari program SIAK,” ujar Ria.

Ia juga menyebutkan evaluasi dilakukan karena minimnya pelayanan berobat gratis terhadap masyarakat. Dikatakan, ketika anggaran makin sedikit, jumlah penduduk sangat tinggi. Sebagai gambaran, jumlah penduduk Batam mencapai 850 ribu jiwa sedangkan nilai APBD Kota Batam hanya Rp850 M. Dalam arti kata, maksimalisasi pelayanan pemerintah terhadap masyarakat Rp1 juta untuk tiap penduduk. Hal tersebut sangat berbeda dengan daerah lainnya di kepri, yang memiliki APBD cukup tinggi, sementara masyarakatnya sedikit. “Kita bisa lihat APBD di Natuna yang sangat besar, padahal penduduknya sedikit. Berbeda dengan Batam yang memiliki APBD Rp850 M untuk penduduknya 850 ribu,” ujarnya. (sm/an)

One thought on “Berobat Gratis Segera Dievaluasi

  1. Maaf Pak…
    Soal pendaftaran rakyat miskin…
    kok tidak ada sosialisasi dari pihak kelurahan ya…?

    Sy sering mendapat pertanyaan dari warga …namun di kelurahan tidak ada informasi nya sedikitpun… baik di kelurahan maupun informasi berupa surat ke perangkat RT/RW….

    Kalo sekira nya memang ada prosedure nya…
    boleh lah pak … di Publish di sini…. biar sy bisa sampekan ke warga dan tanya ke kelurahan…

    ada beberpa keluarga miskin di wilayah perumahan saya….

    salam
    ——–
    Hi Mas Nugroho,
    Memang proses verifikasi ulang tersebut berlum dilakukan/dimulai namun tak ada salahnya meng update dan berkomunikasi dulu ke Lurah dan camat sehingga apada saatnya nanti itu dapat di update dengan baik.

    Sedangkan criteria/dan persyaratannya bagi masyarakat nanti juga akan di sampaikan ke kelurahan masing2.

    Demikian Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s