Jangan Ambil Untung Banyak-banyak

Rabu, 25 Maret 2009

* Peluncuran LPSE

BATAM CENTRE –  Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Publik Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan proyek pengadaan barang dan jasa dengan cara online atau penerapan sistem e-tender ini tetap mendapatkan keuntungan. Namun jangan sampai mengambil untung sebanyak-banyaknya.

Deputi Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi, Bappenas RI  Prof Ir Himawan Adinegoro, MSc kepada wartawan di sela-sela peluncuran Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Kantor Walikota Batam, Selasa (24/3).

“Jadi dengan sistem e tender ini tetap ada untungnya, tetapi untung yang diperoleh jangan lebih dari yang tidak diinginkan. Karena masalah uang,  kita tak terkontrol dan tidak ada agama di sini kalau sudah masalah uang,” kata Himawan dihadapan  Walikota dan Wakil Walikota Batam, Ahmad Dahlan dan Ria Saptarika,anggota DPRD dan unsur muspida lainnya.

Selain pengusaha dapat untung, lanjut Himawan, kepala daerah juga begitu. Karena, dengan pemanfaatan sistem informasi yang ada, tiap kepala daerah bisa mengontrol kinerja anak buah secara langsung, tanpa harus turun ke bawah.

“Penerapan sistem ini berpedoman kepada Peraturan Presiden No 8 tahun 2006, tentang perubahan ke empat atas perubahan Keppres 80 tahun 2003. Sedangkan diitingkat lokal, LPSE Kota Batam dipayungi oleh Peraturan Walikota Batam,” katanya.

Menurut Himawan,  Batam merupakan kota ke-16 di Indonesia yang menerapkan sistem e-tender yang dirancang Bappenas. Setelah Batam, penerapan sistem yang sama juga disusul Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Depkeu, Bappenas, Lembaga Sandi Negara, Mabes Polri dan Pemda Aceh.

“Batam merupakan kota yang paling cepat dari mulai inisiatif sampai dengan hari ini beroperasi dan kota lainya sangat berat, bukan berat masalah dana tapi hal lainnya,” kata Himawan.

Sementara itu Walikota Batam Ahmad Dahlan  mengatakan layanan ini bertujuan untuk mempermudah Pemerintah Kota dalam menyeleseksi para calon yang akan mengambil suatu tender.

“Kalau selama ini tender secara manual, jadi sekarang sudah bisa lewat internet,” kata Dahlan.

Dia menekankan demi kelancaran LPSE ini perlu adanya sistem yang bagus dan sarana prasaran yang memadai, SDM juga perlu perhatian dari BKD.

Dari beberapa hal itu, yang terpenting kata Dahlan, harus ada respon dari masyarakat untuk pengadaan kegiatan tersebut. Karena tanpa ada respon dari masyarakat tidak ada gunanya semua yang dilakukan pemerintah.

Hari pertama diluncurkan, Pemko Batam resmi melelang secara online 8 pekerjaan. Tujuh kegiatan yang dilelang adalah proyek fisik Dinas Pekerjaan Umum, dan satu lagi proyek pengadaan komputer pada Bagian Perlengkapan dan Asset, Sekretariat Daerah Kota Batam. Berikutnya menyusul proyek lain dari Dinas Tata Kota, Bagian Humas dan juga Dinas Pekerjaan Umum.

Menurut Wakil Walikota Ir Ria Saptarika, lelang online ini terbuka untuk umum. Semua rekanan bisa mendaftar, asalkan bisa penuhi syarat dan ketentuan yang di umumkan. Pada web lelang, menu yang ditampilkan tidak hanya informasi seputar kegiatan lelang, tapi juga info perusahaan daftar hitam yang di kategori tidak layak untuk mengikuti segala bentuk pekerjaan dalam e-tender Pemkot Batam.

Sejauh ini, lanjutnya, calon rekanan yang terdaftar sebagai peserta lelang, terdaftar dan teregistrasi sebanyak 40 perusahaan. Jumlah tersebut diyakini terus bertambah karena batas waktu pendaftaran masih panjang, ditetapkan 2 minggu terhitung sejak tanggal peluncuran. Sementara nilai proyek yang di lelang melalui sistem ini yaitu proyek diatas Rp100 juta.

“Peserta boleh juga dari luar daerah dan dengan sistem ini, saya yakin azas transparansi tersebut bisa dicapai karena dari 12 tahapan lelang, hanya 2 kali saja  calon rekanan bertemu dengan panitia. Yaitu ketika mendaftar, dan terakhir setelah pemenang lelang diumumkan,” katanya.

Ruang LPSE Kota Batam yang berada di lantai I Kantor Walikota Batam dilengkapi 12 unit komputer, 2 unit server. Jaringan internet terkoneksi secara LAN dan Wireless. Sebanyak 6 unit komputer, sesuai fungsi LPSE dipakai untuk tempat pelayanan dan bertanya bagi panitia dan para rekanan, sekaligus melayani dan memberikan bantuan tekhnis kepada pengguna baik panitia maupun rekanan. Akses internet yang disediakan bisa dipakai oleh secara percuma untuk mendaftar sebagai rekanan atau download.(sm/ik)

One thought on “Jangan Ambil Untung Banyak-banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s