Poltabes Bawa Jackpot ke Mabes

Kamis, 26 Maret 2009

BATAM (BP) – Penanganan kasus gelanggang permainan elektronik (gelper) jackpot Scorpion, Nagoya mendekati rampung. Selasa (24/3) Kasat Reskrim Poltabes Barelang Kompol Christian Tory berangkat ke Jakarta untuk melakukan gelar perkara di Mabes Polri.
“Kasat Reskrim ke Mabes untuk gelar perkara,” kata Wakapoltabes Barelang AKBP Agus Sulistiono, sore kemarin.
Dalam gelar perkara itu, jelas Agus, Christian memaparkan beberapa hal terkait permainan elektronik tersebut di hadapan penyidik Mabes. Selanjutnya, penyidik Mabes akan menanggapi dan menyimpulkan hasil pemaparan tersebut.
Ditanya proses penyidikan selanjutnya setelah gelar perkara, Agus mengatakan, semua tergantung kesimpulan dari pihak Mabes. “Proses penyidikan terus berjalan,” ujar perwira dengan dua melati di pundaknya ini.
Penyidik Poltabes, lanjut Agus, selalu serius menangani setiap perkara yang ada, termasuk kasus gelper jackpot ini. Sebelumnya, sudah ada empat berkas kasus serupa yang sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Batam. Empat berkas kasus itu merupakan hasil penggerebekan gelper 2008 lalu. Namun, empat berkas tersebut ditolak jaksa dengan alasan gelper tidak memenuhi unsur tindak pidana.
Penyidik kepolisian tampak optimis jika kasus gelper ini bisa maju hingga ke tahap persidangan. Apalagi setelah saksi ahli hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Khairul Huda, mengkategorikan permainan elektronik sebagai permainan yang mengandung unsur pidana.
Dari kasus gelper yang terakhir ini, polisi telah menetapkan 21 orang tersangka, 13 di antaranya ditahan (penyelenggara gelper). Kuasa hukum tersangka, Bambang Yulianto mengatakan, pihaknya terus mengikuti proses penyidikan yang sedang berjalan. Ia juga sudah mengetahui jika penyidik Poltabes Barelang melakukan gelar perkara di Mabes Polri.
Menanggapi pernyataan Khairul Huda bahwa gelper merupakan tindak pidana, Bambang mengatakan itu sah-sah saja.
Izin Ketangkasan, Bukan Perjudian
Wakil Wali Kota (Wawako) Batam H Ria Saptarika, Rabu (25/3) mengakui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Batam mengeluarkan izin pada usaha gelper Scorpion di lantai dasar Hotel Formosa yang digerebek Poltabes Barelang beberapa waktu lalu.
‘’Yang diberikan itu izin permainan ketangkasan, bukan perjudian. Mungkin izin yang diberikan itu pada prakteknya telah terjadi penyimpangan. Yang jelas yang namanya judi kita tidak mentolelir,” kata Ria, usai melepas Tim Ekspedisi Pendakian Gunung Daik 2009 Kwartir Cabang Pramuka Kota Batam di Kantor Wako di Batam Centre.
Menurut Ria, izin yang dikeluarkan Pemko Batam telah benar. Hanya saja, sebut Ria, dalam praktek pelaksanaan usaha gelper itu terjadi penyimpangan. Kalau yang namanya permainan, sebut Ria, tidak ada yang melarang. “Yang tidak boleh itu judinya. Permainanya kan tidak. Seperti tempat permainan di Time Zone atau di mall-mall,” ucap Ria.
Agar izin yang diberikan Pemko pada pengusaha gelper tidak diselewengkan, Ria menyebutkan mau tidak mau Disparbud mesti meningkatkan pengawasan. Mengenai ketangkasan ini, antara Pemko dan aparat penegak hukum belum memiliki persepsi yang sama.
‘’Saya kalau terkait langsung dengan kasus itu tidak tahu detailnya. Tapi biasanya pengerebekan itu terkait dengan judi. Dulu juga sudah disampaikan pada wartawan, harus ada persamaan persepsi apa yang dimaksud judi antara Pemko dengan polisi. Sehingga kedepan perizinan yang diberikan pariwisata itu cocok dengan persepsi kepolisian,” jelasnya. (why/amr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s