PKS Kampanye Reformasi Dewan

Jumat, 27 Maret 2009
BATAM- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung isu perbaikan atau reformasi terhadap lembaga legislatif baik itu di pusat maupun di daerah pada kampanye terbuka perdananya di area parkir Stadion Temenggung Abdul Jamal, Muka Kuning, Kamis (26/3).

Isu ini dipandang penting karena lembaga legislatif saat ini sudah dipandang masyarakat sebagai lembaga tempat berkumpulnya para koruptor. Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, pandangan ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Sebab itu, program perbaikan lembaga legislatif atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR/D) ini memang sudah seharusnya jadi perhatian.

“Citra legislatif di mata masyarakat semakin lama semakin buruk. Ini yang harus kita perbaiki segera,” ucap Sidiq dalam orasi politiknya di hadapan ribuan kader PKS se-Batam yang nyaris memadati area kampanye.

PKS, jelas Sidiq, selama ini dikenal sebagai partai yang berkomitmen bersih dan mendukung pemberantasan korupsi. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya anggota DPR dari PKS yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, dari 10 fraksi yang ada di DPR, Fraksi PKS berada di urutan pertama yang telah mengembalikan segala dana yang tidak jelas sumber dan peruntukkannya, jumlahnya hampir Rp2 miliar.

“Kita selalu mengembalikan dana gratifikasi ke KPK, jumlahnya mencapai Rp2 miliar. Bandingkan dengan fraksi yang ada di urutan dua. Jumlah dana gratifikasi yang dikembalikan besarnya hanya Rp15 juta,” teriak Sidiq yang disambut pekik Allah Akbar oleh massa.

Ditegaskan, lembaga legislatif harus menjadi lembaga yang bisa dipercaya masyarakat. Caranya, tentu dengan memperbaiki citra. Dan solusinya, masyarakat harus cerdas, memilih untuk menghasilkan anggota dewan yang berkualitas, dan PKS adalah jawaban dari persoalan tersebut.

Ketua Fraksi PKS DPR RI itu juga menyampaikan penolakan PKS tentang munculnya pihak-pihak yang menyuarakan agar Pemilu 2009 ditunda. Sebab, persoalan Daftar Pemilih tetap (DPT) yang kini tengah disorot, sejatinya bukan kesalahan dari pelaksana Pemilu 2009, melainkan buah dari pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang DPT-nya banyak dimanipulasi, sehingga berdampak pada Pemilu 2009.

Selain Sidiq, orasi politik juga disampaikan Anggota MPW PKS Kepri Ria Saptarika. Menariknya, Ria menyampaikan orasi di saat istrinya sedang berjuang di Rumah Sakit Awal Bros guna melahirkan anaknya yang ke-5. Kendati demikian, ia tetap tampil garang. Massa pun tampak antusias mendengarkan. Ria mengharapkan agar kader dan simpatisan PKS secara bersama-sama ikut mengawal dan menjaga proses berlangsungnya Pemilu 2009. Hal ini perlu dikedepankan, sebab berkaca pada Pemilu 2004, banyak suara PKS yang hilang dirampok.

“Untuk itu, seluruh kader PKS harus menyelamatkan Pemilu 2009 ini agar berjalan bersih, jujur dan tanpa kecurangan,” ujarnya.

Dalam kampanye ini, PKS juga menampilkan sejumlah juru kampanyenya seperti Ketua DPW PKS Kepri Wildan Hadi, Ketua DPD PKS Batam Riki Indrakari, Anggota DPRD Kepri Abdurrahman Lc, Caleg DPR RI Dapil Kepri Herlini Amran serta Ketua DPP Ekuin dan Teknologi PKS Sohibul Iman. Di akhir kampanye, seluruh caleg asal PKS diperkenalkan kepada massa yang tetap setia menyimak kendati matahari bersinar terik. Massa juga dihibur oleh penampilan kelompok nasyid asal Jakarta yakni Izzatul Islam.

Usai berkampanye di Batam, para jurkam tersebut langsung marathon untuk mengisi kampanye di Tanjungpinang yang berlangsung di lapangan bola Hang Lekir Batu X (sepuluh). Di ibu kota Provinsi Kepri ini, mereka telah ditunggu oleh ribuan kader dan simpatisan dan juga sejumlah angggota DPRD Kota Tanjungpinang dan DPRD Kepri.

Pantauan di lokasi, sekitar 3.000-an massa sudah memadati lapangan tersebut sejak pukul 13.30 WIB. Menariknya, kampanye PKS ini diwarnai pula oleh atraksi sepeda motor. Tak pelak, masyarakat yang melintasi kawasan ini menjadi tertarik dan ikut mampir yang akhirnya membuat jumlah massa terus bertambah.

“Apakah anda dibayar untuk hadir dalam kampanye PKS,” teriak Wildan Hadi membuka orasinya yang langsung dijawab serentak oleh massa yang telah memutihkan lapangan Bola Hang Lekir itu.

“Tidak, kami datang atas panggilan Allah SWT,” lantang suara mereka membahana. (sm/yr/mm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s