Vox Populi Vox Dei

Written by anto
Jumat, 27 Maret 2009

Vox Populi Vox Dei PEMILU semakin dekat, namun faktor paling krusial, yakni Daftar Pemilih Tetap (DPT) di seluruh Indonesia masih amburadul. Bahkan muncul dugaan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja melakukan manipulasi terhadap DPT untuk keuntungan politik mereka.

Persoalan itu mencuat secara nasional setelah ditemukannya manipulai DPT saat pemilihan kepala daerah Jawa Timur, yakni di Sampang, Bangkalan, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi. Rata-rata penggelembungan DPT tersebut mencapai 27 persen lebih.

Ternyata kasus hampir serupa juga terjadi di Kepulauan Riau (Kepri) untuk Pemilu 2009. Kendati diketahui sebelum pemilu dilaksanakan, namun mengingat waktu yang sudah sangat mepet, dikhawatirkan persoalan kekacauan DPT tak akan terselesaikan hingga pelaksanaan pemilu pada 9 April 2009.

Di Batam, DPT justru melebihi jumlah penduduk, sebagaimana kasus yang ditemukan di Kelurahan Tanjung Pinggir, Sekupang. Menurut Lurah Tanjung Pinggir, jumlah penduduknya tidak mencapai 8.000 jiwa, sementara DPT mencapai 10.611 pemilih atau lebih banyak 2.611 orang. Itu pun tidak masuk akal karena tak mungkin di satu kelurahan semua penduduknya memiliki hak pilih. Misalnya di antara penduduk tersebut ada yang belum cukup umur.

Wakil Wali Kota Ria Saptarika yang selama ini berkonsentrasi pada program KTP SIAK, menyatakan sudah jauh-jauh hari menyampaikan adanya ketidaksinkronan jumlah penduduk dan DPT, kepada KPUD Batam. Ternyata peringatan Ria menjadi kenyataan di Tanjung Pinggir.

Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) juga menemukan banyak pemilih ganda dengan nama, nomor induk, dan alamat sama persis. Di TPS 45 Tanjung Uncang, seorang caleg PDS menemukan 36 orang pemilih ganda. Sejumlah caleg meyakini kasus serupa juga ada di TPS lainnya.

Namun KPUD Kepri maupun Batam menyatakan mereka bukanlah pihak yang harus disalahkan dalam kasus tersebut. Karena KPU hanyalah user dari data kependudukan yang diserahkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Menurut KPU, mereka bukan lembaga sensus. Ini seolah menyatakan bahwa yang patut disalahkan adalah pemerintah sebagai penyedia data. Padahal, KPU sendiri telah melakukan validasi dan semestinya bisa menemukan adanya pemilih ganda.

Bila persoalan pemilih ganda dalam DPT tidak segera dibereskan oleh KPU selaku penyelenggara pemilu, maka dikhawatirkan merusak kualitas hasil Pemilu 2009. Apalagi bila ternyata ada praktik penggelembungan DPT sebagaimana terjadi pada Pilkada Jawa Timur. Praktik seperti itu jelas akan merusak bangunan demokrasi Indonesia. Di samping itu, penggelembungan jumlah pemilih termasuk pelanggaran pidana sebagaimana diatur dalam UU No 10/2008 tentang Pemilu.

Dengan demikian, KPU harus segera membereskan segala kekacauan tersebut untuk mencegah berbagai persoalan di kemudian hari dan juga untuk menghasilkan pemilihan umum yang berkualitas dengan output yang berkualitas pula.

Output pemilu yang berkualitas akan menghasilkan para anggota legislatif yang berkualitas pula. Sebaliknya, penyelenggaraan pemilu yang buruk disertai banyak kecurangan, akan menghasilkan para wakil rakyat yang tidak kredibel.

Sebagaimana kritik dari Ketua Pedoman Indonesia, Fadjroel Rachman, “Kalau DPT-nya busuk maka akan menghasilkan anggota DPR yang busuk juga.”

Proses demokasi bukan sekedar menyelenggarakan pemilu dan memilih wakil rakyat, tapi juga soal kepercayaan rakyat terhadap pemimpin mereka pilih. Jangan sampai mengkhianati rakyat. Ingatlah bahwa vox populi vox dei alias suara rakyat adalah suara Tuhan. Suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak Ilahi.(*)

One thought on “Vox Populi Vox Dei

  1. Pak Ria, teruslah maju. Saya yakin bapak bisa, buat jarak dengan birokrat dan rangkul profesional yg punya komitmen, integritas dan visi yg jelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s