Tim Batam Gagal ke Puncak Gunung Daik

Selasa, 31 Maret 2009
Lingga- Meski dibimbing 10 pemandu lokal (pawang) dan dikawal 2 aparat kepolisian Tim pencinta alam Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 3202 kota Batam yang tiba Kamis (26/3) lalu di kota Daik, Kabupaten Lingga gagal melakukan ekpedisi ke puncak Gunung Daik. Tim pendaki gunung yang rombongannya berjumlah 80 ini
hanya mampu tiba di shelter kedua gunung tertinggi di Provinsi Kepri, setelah melakukan pendakian selama 24 jam. Setelah itu, mereka balik kanan (turun) dan akhirnya kembali ke Batam, Minggu (29/3) pagi. Rombongan dilepas secara resmi oleh Ketua Kwarcab Batam yang juga Wakil Wali Kota Ir.Ria Saptarika, Rabu (25/3) lalu menuju Lingga.

Memang diakui dari pengalaman-pengalaman pendaki gunung yang ingin melakukan ekpedisi ke puncak Gunung baik yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara tidak ada satupun yang dapat dengan mulus mencapai gunung bercabang tiga yang terjal dan cadas. Gunung Daik, berada sekitar 1000 dpl (diatas permukaan laut).

Selain itu, belum lagi dikenal hutan yang masih lebat dan konon sedikit angker. Tidak itu saja, meski kadang cuaca ketika berada dibawah sangat mendukung,namun begitu tiba di hutan cuaca selalu berubah tidak bersahabat disertai angin kencang. Faktor alam dan medannya cukup berat apalagi jarang di daki pencinta alam,membuat orang-orang baru tertantang untuk melakukan ekpedisi ke gunung yang menjadi icon kabupaten Lingga itu.

Kegagalan tim pencinta alam pramuka kota Batam itu dibenarkan Camat Lingga HM Nadar, S.Pdi ketika dikonfirmasi Sijori Mandiri, kemarin.”Tim pencinta alam Pramuka Batam hanya sampai ke Shelter Dua, mereka tidak sampai ke Puncaknya (Gunung Daik). Pagi Minggu rombongan sudah pulang ke Batam menggunakan kapal laut,”kata Nadar, ketika dihubungi Minggu (29/3).

Menurut Camat Lingga ini,rombongan pramuka Kwarcab Batam tiba di Pelabuhan Tanjungbuton Daik, Kamis (26/3) pukul 19.30 WIB. Mereka disambut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lingga Ir.Muhammad Ishak, MM. Turut hadir dalam penyambutan diujung pelabuhan yang memiliki panjang 500 meteritu, Camat dan Uspika Lingga, Kabid Perhubungan Laut, darat dan Udara Dinas Perhubungan Mawardi,Lurah Daik Daisma, Pengurus Kawrcab Lingga dan anggota dewan kerja cabang Lingga.

“Begitu tiba di Daik, rombongan pramuka dari Batam yang dipimpin Pak Taufik itu menginap di Replik Istana Damnah. Besok paginya (Jum’at), mereka berziarah di makam raja-raja Sultan Lingga dan melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Sultan Lingga,”terang Nadar.

Usai sholat Jum’at,lanjut Nadar,rombongan pramuka dari kota Batam ini melanjutkan perjalanan darat untuk melakukan pendakian gunung Daik. Mereka dipandu oleh 10 orang pemandu dan di kawal 2 personil aparat kepolisian setempat. “Sabtu (28/3) siang rombongan turun dari pinggang Gunung Daik dengan selamat. Kemudian sore harinya rombongan saudara kita dari Batam itu berbelanja di pasar Kampoeng Cina berbagai macam makanan tradisional Lingga diborongnya untuk oleh-oleh di bawah ke Batam,mulai dari kerupuk ikan, kue bangket dan lain-lain,”ujarnya.

Ia menambahkan pada malam Minggu sebelum beranjak pulang, rombongan disuguhkan hiburan Serumpun Kaseh, pagi Minggu (29/3) rombongan dilepas Camat Lingga HM.Nadar pulang ke Batam meninggalkan kota Daik, yang dikenal Negeri Bunda Tanah Melayu.

Sementara itu, Ketua Rombongan Pramuka Kwarcab 3202 Batam Taufik, belum berhasil dimintai komentarnya tentang kesan mereka berkunjung ke kabupaten Lingga. Meski pesan singkat (SMS), telah dikirim ke nomor telepon selulernya, Minggu siang namun dalam kondisi tidak aktif. Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika secara resmi melepas keberangkatan Tim Pecinta Alam Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 3203 Batam, Rabu (25/3) lalu untuk melakukan pendakian gunung Daek di Kabupaten Lingga.

Peserta yang diberangkatkan lebih kurang 80 orang. Ria Saptarika ketika itu mengatakan, keberangkatan Tim Ekspedisi Gunung Daek ini membawa nama besar Batam. Oleh karenanya, Ria berharap dalam melakukan perjalanan tim selalu kompak, jangan sombong, mementingkan diri sendiri, dan takabur.”Dalam ekspedisi nanti saya harap tidak yang merusak hutan. Tunjukkan sikap-sikap santun selama berada dilingkungan Gunung Daek, jangan buang sampah sembarangan di hutan,” tandas Ria

Ekspedisi ini rencananya berada di Daek selama 3 hari. Ketinggian gunung yang akan mereka daki, lebih kurang 800 dpl. Tim ini melibatkan anggota ORARI Batam. Sebagai pengalaman pertama bagi peserta pramuka Batam selaku ketua kwarcab, Ria ingatkan tim agar menjaga hubungan komunikasi.
Pelepasan tim ekspedisi ini diakhiri dengan penyerahan bendera dan bantuan uang dari Ria untuk tim ekspedisi tersebut. Bantuan ini diterima Taufik, Ketua Tim Ekspedisi.(sm/in)

3 thoughts on “Tim Batam Gagal ke Puncak Gunung Daik

  1. AssWrWb! Kegagalan tak perlu ditangisi krn awal dr keberhasilan. Bisa jd pelatihnya atau manajemen ekspedisinya yg blm matang. Coba lg dgn sy, hehehe. Wass. Iwan Mohan/wanadri, domisili di batam.
    ———–
    Siaap! setuju!
    Salam Pencinta Alam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s