Ria: Hati-hati 2 Modus Kecurangan

Selasa, 07 April 2009
Terima Undangan ke TPS

Wakil Wali Kota (Wawako) Batam Ria Saptarika menerima undangan untuk melakukan pencontrengan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) di RT.01/RW.01 Kelurahan Tanjungpinggir, Sekupang, Selasa (6/4).

Ada dua lembar surat undangan yang diterima Ria. Pertama undangan untuk dirinya dan kedua undangan untuk istrinya. Undangan untuk melakukan pencontrengan itu diterima Ria Saptarika dari Ketua KPPS TPS 23 Tanjungpinggir Alex Chandra, disaksikan Camat Sekupang Kamarulzaman beserta staf. Selain dua lembar undangan untuk melakukan pencontrengan, Ria juga menerima salinan daftar pemilih tetap (DPT) dari Ketua Panitia Pemilihan Suara (PPS) Tanjungpinggir, Ridwan Saleh.

”Kalau bisa bapak sudah tiba di lokasi (TPS) jam 07.00 WIB. Tokoh-tokoh yang ada (menyontreng) di sini juga akan hadir,” kata Saleh mengingatkan Wawako Ria Saptarika.

Disebutkan Ridwan, jelang pelaksanaan pencontrengan atau pencoblosan 9 April ini, seluruh undangan telah disampaikan pada pemilih sesuai dengan DPT. ‘’Ada berapa TPS?” tanya Ria. Saleh pun menjawab, ”23 TPS.”

Dijelaskan Ria, ada beberapa modus kecurangan yang mesti diperhatikan KPPS. Di antaranya, sebut Ria, dengan mempergunakan KTP warna kuning. KTP model lama itu, sebut Ria, sudah tidak dikeluarkan di Kota Batam sejak Mei 2007.
”Bisa saja ada pihak-pihak yang memanipulasi data, sehingga membuat KTP warna kuning. Sedangkan kartu jenis ini sudah tidak dipergunakan Pemko sejak Mei 2007. Kalau dikeluarkan di atas Mei 2007 berarti palsu. Tapi kalau KTP kuning itu masih berlaku dan belum habis masa berlakunya, tentunya masih berlaku,” jelas Ria.

Modus lain yang dapat dipergunakan, sebut Ria, adalah KTP ber-barcode. Sama dengan KTP model lama, sebut Ria, KTP baru tersebut juga bisa dipalsukan. Namun, jelas Ria, KTP berbarcode ini mulai diberlakukan sejak November 2008. ’’Kalau nanti ditemukan terdapat KTP ber-barcode (KTP baru) keluaran di bawah bulan November 2008, berarti palsu. Fungsi KPPS mestinya dapat mencegah hal itu. Kita ingin segala sesuatunya dapat berjalan dengan jurdil,” jelas Ria.

Selain dua jenis KTP tadi, Ria juga menyebutkan KPPS juga mesti berhati-hati dengan surat undangan datang ke TPS. Surat undangan itu, jelasnya, bisa saja dimanfaatkan oleh yang bukan yang tertera diundangan untuk melakukan penyontrengan di tempat pemungutan suara. ”Sebab itu KPPS harus jeli dan hati-hati melakukan pendataan di TPS nanti,” ucapnya.

Pada masyarakat, Ria, juga menyampaikan agar turut ikut serta dalam mensukseskan Pemilu 2009 ini. Kusus buat KPPS, pesan Ria, gunakan dan jalankan amanah yang dibebankan dengan baik, dengan menjalankan Pemilu yang jurdil dan tidak terpancing dengan pihak-pihak tertentu yang berniat melakukan kecurangan-kecurangan dalam Pemilu.
”Mudah-mudahan segala sesuatunya berjalan dengan lancar,” pungkasnya. ***

5 thoughts on “Ria: Hati-hati 2 Modus Kecurangan

  1. Assalamuallaikum Wr Wb.
    Saya dari RT04/RW04 baloi permai, Sampai hari ini saya blm dapat informasi dimana saya harus mencontreng…arrangement seperti gimana nih?

  2. Saya gak nyontreng pak gara-gara DPT kacau.
    Saya pikir saatnya KPU dipimpin oleh profesional, kalo bisa berlatar belakang IT dan sedikit banyak ngerti statistik.

  3. Pak Ria,
    Buat dong sosialisasi pendaftaran buat nyontreng untuk putarang berikutnya (nyontreng Capres).
    Diumumin di koran 1 halaman full.
    Kan masih ada nyontreng lagi nih… bulan Oct.
    Buat pemilihan Presiden.
    Kalo ini semua penduduk Batam yang wajib nyontreng, kudu daftar. Dan jangan lupa …. contreng pilihan masing2.

  4. Sebagai Warga Batam , tidak ada salahnya jika saya berandai-andai meskipun pemilu legislatif telah lewat,
    , Andai semua yang punya hak bisa menyontreng, alangkah bangganya menggunakan kesempatan ini sekali dalam lima tahun ini, alangkah bangganya ada yang bisa mewakili untuk dipilih,, alangkah bangganya bisa ikut andil dalam demokrasi ini,,alangkah bangganya bila ikut menentukan sejarah bangsa ini,,

    Namun sayang sungguh sayang,
    Ada yang benar-benar ingin memilih, namun tidak terdaftar di DPT. Ada yang terdaftar di DPT malah tidak datang ke TPS. Ada yang masuk ke TPS tidak berbuat apa apa. Alangkah sedihnya satu keluarga yang berhak memilih , salah satu atau bahkan hanya satu yang di beri hak untuk memilih, malah ketua RW ato RT ada yang tidak punya hak pilih,, Salah siapa???
    Salahkah pemerintah yang sudah bersusah payah meskipun hasilnya nggak maksimal??,
    Salahkan para petugas pencatan yang tidak mencatat semua warga??, Salah kah kita yang kurang pro aktif terhadap pemilu ini??,,,
    Tak ada yang tahu,, mungkin ini sudah skenario dari ALLAH SWT,, sebagai teguran buat kita-kita yang merasa benar, Padahal kebenaran itu adalah milik ALLAH SWT,,
    Cuma satu harapan yang tersisa,, semoga Pemilu seperti ini cukuplah sekali terjadi di Republik ini,, Semoga pemilu selanjutnya tidak meninggalkan catatan buruk sejarah buat generasi berikutnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s