Melihat Kondisi Terkini Pulau Nipah (1)

Jumat, 01 Mei 2009

Cemara Laut yang Hidup, Salah Satunya Ditanam Mega

ARMAN SUPARMAN, Batam

Setelah sekian lama merana, Pulau Nipah kini mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Proses reklamasi yang dilakukan sejak April 2004, kini sudah selesai 100 persen. Lalu, seperti apa kondisi terkini pulau terluar Indonesia yang nyaris hilang itu?

Setelah menempuh perjalanan laut dengan Kapal Baruna Permata, akhirnya rombongan ekspedisi Pulau Nipah dari Batam tiba di Pulau Nipah, Rabu (29/4). Perjalanan ini membutuhkan waktu kurang lebih hanya 1 jam saja dari Pelabuhan Internasional Sekupang.

Di bawah komando Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika dan Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam, Kolonel Laut (E) Muhammad Faisal, rombongan ini terdiri dari para pelajar, regu pramuka, pecinta alam, tim penyelam, pemerhati lingkungan dan sebagainya. Jumlahnya sekitar 200 orang. Kedatangan rombongan ini guna menggelar acara kemah ‘Cinta Tanah Air’ sekaligus melakukan penanaman 200 pohon cemara laut.

Tidak ada acara khusus untuk menyambut kedatangan rombongan. Setelah turun dari kapal, peserta langsung mendirikan tenda tepat di samping kanan gedung pos TNI AL yang baru selesai dibangun.
Udara di siang hari memang cukup panas. Namun beberapa bangunan yang berdiri di sana memberikan kesejukan. Meski masih didominasi hamparan padang pasir, Pulau Nipah saat ini sudah tertata sangat rapi.

Setiap sisi pulau ini dipagari dengan tembok baja setinggi 5 meter. Di dalam tembok ini diisi dengan pasir dan tanah. Di luar tembok dipasang jutaan tetrapod berbahan baja guna menahan gempuran ombak laut.
Di sisi utara pulau itu, sudah dibangun dermaga yang kokoh dan megah. Lintasan jalan yang terbuat dari paving juga tampak sangat rapi. Ratusan lampu penerangan jalan tampak menghiasi lintasan jalan itu. Pulau ini terlihat sangat moderen.

Ketika melayangkan pandangan ke arah selatan, tampak beberapa pohon tumbuh di sana. Beberapa pohon itu berjenis cemara laut yang salah satunya ditanam mantan Presiden Megawati Soekarno Putri pada Februari 2004. Selain menanam pohon, saat itu Mega juga menerakan tapak kakinya sebagai prasasti di monumen Pulau Nipah.

Pohon cemara laut seakan menjadi penanda adanya kehidupan di Pulau Nipah. Lambaiannya menjadi ucapan selamat datang yang tak terkatakan. Tingginya tak lebih dari dua setengah meter. Waktu itu, tepatnya pada 20 Februari 2004 Presiden Megawati Soekarnoputri baru saja kembali dari Teheran, Iran. Bersama dengan Panglima TNI Jenderal Endriarto Sutarto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Bernard Kent Sondakh, Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno, Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhim Dahuri, Menteri Perindustrian Rini Suwandi, dan sejumlah pejabat lainnya yang menanam pohon bakau. Namun hanya Cemara Laut yang hidup, lainnya tidak tersisa.

“Inilah Pulau Nipah yang dulu nyaris punah dan tenggelam. Namun berkat besarnya perhatian pemerintah pusat dan para petugas keamanan, pulau ini kembali menunjukkan eksistensinya,” ujar Ria Saptarika.
Saat ini, luas Pulau Nipah sekitar 60 hektare. Terdiri dari 40 hektare daratan dan 20 hektare rawa. Rawa ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai hutan Bakau.

Dengan kondisi Nipah saat ini, pemerintah daerah mulai menaruh sejumlah harapan. Menurut Ria, ke depan pulau ini akan dikembangkan dalam tiga sektor. Yakni sektor strategi pertahanan dan keamanan, sektor bisnis dan sektor pariwisata. Dua sektor yang disebut terkahir akan dikembangkan melalui koordinasi daerah dengan pusat.

Meski demikian, Wawako yakin Pulau Nipah memiliki sejuta pesona dan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Status Pulau Nipah sebagai pulau terluar di Indonesia, menjadi sebuah kredit point yang bisa dijual.
Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam, Kolonel Laut (E) Muhammad Faisal mengatakan, geliat pulau ini sebagai bukti eksistensi dan semangat nasionalisme bangsa Indonesia dalam membela kewibawaan negara.
“Ini bukti, bahwa kita akan menjaga dan mempertahankan wilayah kita dari tangan asing. Sejengkalpun kita akan pertahankan,” kata Faisal. ***

One thought on “Melihat Kondisi Terkini Pulau Nipah (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s