Ada ada saja Batam Pos buat berita!

Hari ini menjadi super head line di Batam Pos, memberitakan dalam bentuk Lipsus “Hubungan Dahlan-Ria Retak”.

Orang baik baik saja kok!

Selengkapnya silahkan lihat dibawah ini:

Senin, 07 September 2009
Hubungan Ahmad Dahlan-Ria Saptarika
Retak di Tengah Jalan

”Kalaupun harus berpisah, kita pisah baik-baik.” Kalimat itu diucapkan Ria Saptarika saat bertemu Ahmad Dahlan, dua bulan lalu. Tiga tahun bersama, pasangan wali kota dan wakil wali kota Batam ini jarang berkomunikasi. Sejak mula ”dijodohkan”, tak ada keinginan untuk berhubungan lebih akrab.

Dua ruangan itu berdampingan, hanya dipisahkan sekat satu dinding. Tempatnya di lantai V, di Kantor Wali Kota Batam, di Batam Centre. Pemilik ruang adalah dua pemimpin Batam. Ruangan di sebelah kanan pintu masuk adalah ruangan Wakil Wali Kota Ria Saptarika, sementara ruangan di sebelah kiri adalah ruangan Wali Kota Ahmad Dahlan.

Di ruangan itulah, jika tak ada acara di luar kantor, mereka bekerja dan menerima tamu-tamunya. Ruang keduanya tak benar-benar tersekat. Ada pintu yang menghubungkan dua ruangan tersebut. Dari pintu itulah keduanya bisa berkunjung tanpa harus keluar ruangan.

Namun, beberapa tahun terakhir pintu penghubung itu terkunci rapat. Jika Ria hendak berkunjung ke ruang Dahlan, Ria melewati pintu masuk yang sama seperti tamu lainnya. Pintu penghubung dua ruangan yang tadinya didesain mempermudah lalu lintas Wali Kota dan Wakil Wali Kota itu sudah jarang digunakan.

Tak hanya soal pintu penghubung yang terkunci, keduanya juga jarang bertandang. Dalam satu bulan, pertemuan Dahlan dan Ria di ruang kerjanya boleh dihitung. ”Paling sebulan sekali,” kata sumber Batam Pos di lantai V.

Pertemuan sebulan sekali untuk dua orang yang ruangannya berdampingan tentu mengundang banyak pertanyaan. Apalagi keduanya jarang tampil bersama di depan umum. Hanya di acara resmi yang mengharuskan keduanya tampil bersama, Dahlan dan Ria terlihat berdua.

Di luar acara resmi, keduanya hampir tak pernah bersama. Makan siang bersama misalnya, yang biasa dilakukan dua sahabat di sela-sela waktu istirahat, hampir tak pernah lagi mereka lakukan.

Bandingkan dengan bagaimana saat Nyat Kadir dan Asman Abnur memimpin Batam. Pintu penghubung ruangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota itu tak pernah tertutup. Asman sering berada di ruangan Nyat Kadir. Begitupun sebaliknya Nyat Kadir juga sering bermain ke ruangan Asman.

”Bahkan, hampir tiap pagi sebelum mulai kerja kami berdiskusi,” kata Nyat, Rabu pekan lalu.

Tak hanya di kantor, di rumah dinas Wali Kota di Sekupang, Asman dan Nyat sering begadang sampai malam. Biasanya, ikut pula Sekda dan sejumlah kepala dinas. Mereka berbincang banyak hal, mulai dari masalah-masalah masyarakat yang ruwet, sampai hal-hal ringan lainnya. ”Hubungan saya dengan Asman lebih dari seorang sahabat,” ujar Nyat.

Gaya Nyat dan Asman, beda jauh dengan gaya kepemimpinan Dahlan dan Ria. Beragam gelagat seperti itulah yang membuat kabar keduanya tak lagi harmonis, muncul kembali ke permukaan. Apalagi banyak contoh, gubernur dan wakil gubernur, wali kota dan wakilnya atau bupati dan wakil bupati di sejumlah daerah banyak tak harmonis di tengah perjalanan kepemimpinan mereka.

Ini sebenarnya kabar lama yang berhembus kembali. Dulu, kabar ketidakharmonisan keduanya muncul di tahun kedua mereka memimpin Batam. Sebuah media menulis pengakuan Ria yang jarang saling berkunjung. Namun, kabar ini cepat senyap setelah keduanya mengaku tetap harmonis, meski dengan embel-embel jarang saling berkunjung.

Setahun berikutnya rumor itu muncul lagi. Saat itu pemicunya adalah banyaknya pernyataan Wakil Wali Kota yang tak sejalan dengan Wali Kota. Dalam kasus perombakan manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Batam PT Pembangunan Batam, misalnya, keduanya berbeda haluan. Ria ngotot susunan direksi BUMD harus segera dirombak.

”Jika tidak bisa, lebih baik dibubarkan saja,” katanya. Di mata Ria, BUMD gagal total mengemban amanah.

Sebaliknya, entah apa alasannya, Dahlan ngotot mempertahankan jajaran direksi yang ada saat ini, meski dinilai gagal oleh banyak kalangan. Ia menyatakan, tak ada rencana membubarkan susunan direksi BUMD. ”Hanya evaluasi,” katanya.

Ditemui di Pulau Seraya, di Batu Legong, Bulang, di sela-sela safari Ramadannya, Ria Saptarika mengakui kalau keduanya jarang bersama di luar acara resmi. Seperti makan siang bersama di waktu istirahat misalnya, hampir setahun terakhir tak pernah ia lakukan berdua dengan Wali Kota Ahmad Dahlan. ”Kalau setahun terakhir, belum pernah,” katanya, Selasa pekan lalu.

Namun, Ria menampik kabar keretakan itu. ”Sama sekali tak ada masalah, tak ada percekcokan atau perselisihan antara saya dan Pak Ahmad Dahlan. Hubungan kami harmonis,” ujarnya. Sebagai bukti, katanya, usulan dan idenya diakomodir oleh Ahmad Dahlan.

Jika mereka jarang tampil bersama, kata Ria, lebih pada gaya kepemimpinan dan komitmen mereka untuk berbagi tugas. Dalam bulan Ramadan ini, misalnya, kata Ria, mereka membawa rombongan masing-masing mengunjungi masjid-masjid. Sehingga hampir tak pernah bersama.

”Di bulan Ramadan ini kami sengaja berbagi tugas mengunjungi masjid-masjid, sehingga tak mungkin bersama. Demi Allah, tak ada masalah antara saya dan Pak Dahlan,” kata Ria.

Sikap mereka yang sama-sama pendiam, kata Ria, memunculkan kesan ada jarak di antara mereka. ”Saya merasa diri saya pendiam, Pak Dahlan juga seperti itu.”

Apalagi, kata Ria, keduanya tak bisa menyanyi. Ria mengaku tak pernah menyanyi di berbagai acara, begitu juga dengan Dahlan yang tak pernah mau diminta menyanyi. Bahkan, si burung camar Vina Panduwinata sampai geleng-geleng kepala karena ajakannya menyanyi bersama dalam acara launching logo Badan Pengusahaan Kawasan (BP) Batam ditolak Dahlan.
”Beda dengan pejabat lain,” tutur Ria.

Wali Kota Ahmad Dahlan juga menampik adanya ketidakharmonisan di antara mereka. Usai melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Batam, Kamis pekan lalu, Ahmad Dahlan mengatakan, jarangnya mereka tampil bersama bukan berarti ada masalah antara ia dan Ria.

”Masa seperti orang pacaran, harus bersama terus. Ya, enggak dong,” katanya.

Batam, katanya, merupakan daerah metropolis yang menuntut tanggung jawab besar. Ia dan Ria jarang tampil bersama karena berbagi tugas. ”Inilah cara saya memimpin. Sampai saat ini hubungan kami baik, kami ini on the track.”

Kendati begitu, ketidaksesuaian antara keduanya tak bisa disembunyikan rapat. Ahmad Dahlan dikabarkan tak begitu legowo jika publikasi tentang Ria lebih dominan dibanding dirinya di media massa. Ketika Pemerintah Kota Batam memperoleh penghargaan dari Menteri Perumahan Rakyat, di Jakarta, beberapa waktu lalu, Ria berangkat sendiri untuk menerima penghargaan itu. Namun dalam iklan-iklan ucapan selamat di media massa, nama Ria tak muncul sama sekali sebagai pihak yang mewakili Pemko, sebagaimana lazimnya iklan ucapan selamat. ”Sengaja dihilangkan, menjaga perasaan Bapak yang nomor satu,” kata seorang pejabat eselon tiga di Pemko.

Soal minimnya publikasi atas aktivitas dan kinerja Ria, sudah lama dikeluhkan kubu Ria yang ditopang kader PKS. Dalam pandangan mereka, nyaris semua aktivitas Ahmad Dahlan, diupayakan mati-matian oleh staf Pemko Batam bisa terbit di media massa. Bila aktivitas itu tak layak berita, jalur iklan digunakan. Akan halnya Ria, hanya sesekali informasi tentang kegiatannya nongol di surat kabar dan televisi. ”Orang Humas pun seperti lesu darah kalau ngurus informasi soal Ustadz (panggilan Ria oleh kader PKS),” kata seorang pengurus DPD PKS Batam.

Suasana itulah yang membuat kegelisahan kader-kader PKS kian memuncak. Maka tak jarang, anggota Fraksi PKS di DPRD Batam menembaki kebijakan-kebijakan Pemko dengan kuat. Kritikan-kritikan itu sebenarnya dimaksudkan sebagai alarm peringatan untuk Ahmad Dahlan, agar lebih banyak melibatkan dan mengakomodasi masukan-masukan Ria dalam membuat keputusan.

”Kita khawatir, kalau ruang publikasi hanya direbut Dahlan, masyarakat akan menilai Ria Saptarika tak bekerja sama sekali. Ujung-ujungnya nama partai rusak, karena kadernya yang duduk di eksekutif dianggap tak berbuat untuk rakyat,” kata pria berkacamata itu, di Kantor DPD PKS Kepri, belum lama ini. Karena itu, di sisa masa kepemimpinan pasangan ini, PKS berencana mendesain sendiri format publikasi kinerja Ria di media massa, yang terlepas dari Humas Pemko.

***

SUATU sore, sekitar dua bulan lalu. Di ruangan Ahmad Dahlan, Ria Saptarika duduk berhadap-hadapan dengan patnernya itu. Pertemuan yang jarang-jarang terjadi itu terasa gayeng, tawa Dahlan terdengar. Ria Saptarika senyum-senyum.

Pembicaraan melebar, menyentuh isu-isu soal pemilihan gubernur dan pilkada. Banyak kabar beredar soal keduanya di masyarakat. Baliho Dahlan dan Gubernur Ismeth Abdullah yang banyak muncul di pinggir jalan, konon sebagai persiapan menjelang Pilkada. Ria juga disebut-sebut PKS, sebagai calon yang punya kemampuan memimpin. Layak maju di pemilihan gubernur atau wali kota.

Namun, pembicaraan sore itu tentu saja tak menyebut-nyebut soal Dahlan dan Ria. Ria mengungkapkan, soal kemungkinan keduanya mencari jalan masing-masing di ujung kepemimpinan mereka.

”Seandainya kita harus berpisah, kita akan berpisah dengan baik-baik,” kata Ria menceritakan pertemuan, itu. Ria kader PKS, yang sejak awal mengaku tak berambisi maju lagi. Namun, akan mengikuti perintah partainya, kemanapun ia ditempatkan.

Dahlan tersenyum. Kamis pekan lalu, saat ditanya jawaban apa yang ia berikan kepada wakilnya itu, Dahlan tak menjawab. ”Bukan kewajiban saya menjawab pertanyaan seperti itu,” tuturnya.

Dahlan mengaku termasuk orang yang pragmatis. Ia belum berpikir, apakah akan maju lagi atau tidak dalam pemilihan wali kota nanti. Apalagi berpikir apakah akan tetap maju dengan Ria lagi, atau tidak. ”Kita jalani saja. Ini belum selesai, kok berpikir yang lain.”

Ketua DPC PPP Batam Irwansyah, salah satu partai pendukung pasangan Dahlan-Ria di luar PKS dan Golkar, mengaku melihat gelagat keduanya akan berpisah jalan di Pilkada 2011, nanti. ”Walaupun saya tak melihat langsung, namun saya banyak mendengar dari orang-orang dekat mereka. Pasangan ini jarang berkomunikasi akrab,” tuturnya.

Menurut Irwansyah, sejak lama ia mendengar keduanya jarang bertemu di luar acara-acara formal. Jika bertemu, pasti dalam kondisi menghadiri acara resmi, seperti ada pelantikan atau sidang paripurna di DPRD Batam. ”Padahal, kadang hubungan-hubungan non formal itu lebih bermanfaat, lebih membuat akrab.”

Gaya kepemimpinan seperti ini, kata Irwansyah, tak hanya berpengaruh pada hubungan emosional keduanya. Tapi, juga berpengaruh pada hubungan mereka dengan kepala-kepala dinas dan anak buahnya di Pemko Batam. ”Bisa menimbulkan jarak antara mereka. Ini beda jauh dibandingkan saat Nyat Kadir memimpin,” tukasnya.

Ketua DPD Partai Golkar Batam Zainal Abidin mengaku tak pernah mendengar kabar Dahlan dan Ria. ”Saya jarang bertemu mereka,” tukasnya.

***

AHMAD Dahlan dan Ria Saptarika termasuk pasangan yang unik. Keduanya maju dalam Pilkada Batam 2006 lalu, lewat proses perjodohan. Dahlan dibawa Golkar, Ria diusung PKS. Selama masa kampanye dan beberapa minggu setelah dinyatakan menang, baru mereka ”pacaran”.

Di Holiday Inn, sambil membawa keluarga masing-masing mereka berbulan madu. Ada perasaan kikuk di awalnya. Baru setelah anak-anak mereka terlihat langsung akrab, kekuan itu mencair. Ria banyak tersenyum. Dahlan yang memang murah senyum, melepas tawa.

”Ibaratnya, kami pacaran setelah menikah. Kalau sudah nikah, akhirnya kan cocok juga,” kata Dahlan, dalam wawancara di tahun ketiga kepemimpinan mereka.

Dahlan mengungkapkan hubungannya dengan Ria dilandasi hubungan persaudaraan sesama muslim. Ibarat satu tubuh, satu bagian sakit, bagian yang lain ikut sakit. ”Tidak beriman jika kamu tidak mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Itulah hubungan saya dengan Pak Ria,” katanya. ***

6 thoughts on “Ada ada saja Batam Pos buat berita!

  1. Ustadz Rahmat abdullah alayarham pernah mengatakan, bahwa ada sabar di atas sabar, Menjelang akhir jabatan, sudah pasti banyak isu yang beredar,, dengan tujuan mungkin saja black campaign yang terselubung,, Namun berita tersebut akan menjadi isapan jempol belaka ,, dan akan hialng sendirinya bila pak ria membuktikan sebaliknya,,

    Selamat terus bekerja sampai akhir jabatan, semoga amanah yang di emban di jalankan dengan baik dan benar..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s