Pelayanan Online Pemko Macet Total

Selasa, 20 Oktober 2009

Pembuatan KTP Makin Lama

Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana membuat ruang server sendiri yang lebih standar. Rencana membangun ruangan khusus server ini tidak terlepas dari kejadian terbakarnya switch breaker di ruang server Kantor Kominfo di Lantai VII Gedung Pemko Batam, Minggu (18/10) lalu. Akibat kejadian tersebut, semua server milik Pemko Batam down, sehingga pelayanan masyarakat untuk sementara terganggu. Bahkan, hingga kemarin pelayanan sistem online Pemko Batam macet total.

Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika kepada Batam Pos, kemarin (20/10) menjanjikan gangguan server segera diatasi. ”Sampai malam ini (tadi malam) kita siapkan. Tinggal mengganti kabel. Kerusakan beberapa server ini sudah teratasi. Sudah oke. Mudah-mudahan besok (hari ini) sudah kembali normal,” ujarnya. Senada dengan yang disampaikan Kepala Badan Kominfo Pemko Batam Raja Muchsin. ”Diusahakan hari ini normal kembali,” katanya. Seperti diberitakan, asap hitam tebal mengepul dari Kantor Kominfo di Lantai VII lalu menjalar ke seluruh lantai di Gedung Pemko Batam, Minggu (18/10) sekitar pukul 16.10 WIB.

Akibat peristiwa ini membuat pengurusan dokumen secara online di Kantor Camat Batam Kota, Senin (19/10) terganggu. Kendati demikian, petugas kecamatan tetap menerima semua berkas yang masuk, hanya saja pembuatan dokumennya menjadi lama karena menunggu server Pemko Batam rampung diperbaiki. ”Sistem jaringannya yang bermasalah, sedangkan proses dan percetakannya normal,” kata Dahermiwati, Kasi Pelayanan Umum di Kantor Camat Batam Kota.

Dahermiwati mengatakan, pasca terjadinya kebakaran tersebut pihaknya memberikan penjelasan secara lisan kepada warga yang ingin mengurus KTP bahwa waktu pembuatan KTP akan lebih lama dari biasanya. ”Sejauh ini belum ada yang protes. Mereka tahu kok,” ujarnya. Arif Rahman, 32, salah satu warga yang mengurus pembuatan KTP tersebut mengaku maklum jika waktu pembuatan KTP akan diperpanjang. ”Kalau bisa dibuat pengumumannya. Agar warga yang datang mengurus bisa tahu,” ujar warga Perumahan Mitra Raya ini.

Gangguan serupa juga terjadi di Kecamatan Sekupang. Akibat kebakaran itu membuat input data dan pencetakan KTP dan KK terganggu di sejumlah kecamatan. Namun tidak membuat aktivitas pelayanan terganggu secara total. ”Kami masih menerima berkas pembuatan KTP dan KK,” kata Sekretaris Kecamatan Sekupang, Abdul Malik, kemarin. Jika biasanya bisa mencetak KTP rata-rata 80 lembar per hari, kemarin tak satu pun KTP dapat tercetak. ”Setelah kembali normal, petugas kami harus bekerja ekstra untuk mengantisipasi hal ini, mungkin kerja lembur,” ujarnya.

Menurut Malik, pihak Kecamatan belum menerima kabar kapan jaringan akan kembali normal. ”Biasanya KTP dan KK selesai sebelum batas waktu 14 hari kerja. Kalau hanya satu atau dua hari jaringan terganggu tidak menyebabkan kendala yang berarti. Mudah-mudahan tidak lama lagi bisa normal kembali,” imbuhnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk dan Capil), Zainul Amrul mengatakan, walaupun ada kebakaran, namun server jaringan SIAK tetap aman dan tidak ada data yang hilang. ”Listrik dan jaringan telepon di gedung Pemko dimatikan jadi untuk pelayanan KTP dan KK sedikit terganggu,” katanya.

Zainul mengatakan, petugas Informasi dan Teknologi (IT) dan petugas Disduk langsung turun ke kantor Wali Kota untuk mengecek keadaan. “Kami harapkan secepatnya bisa teratasi,” ungkapnya.

Ruang Server Pemko Belum Standar

Masih menyangkut peristiwa kebakaran ruang server tersebut, Ria Saptarika mengatakan, server Pemko seharusnya menempati ruang tersendiri, tidak seperti sekarang yang hanya dititipkan di Kantor Kominfo. Menurutnya, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan terkait standarisasi ruang server. ”Harus dijaga temperaturnya, suhu ruangan harus stabil. Ventilasi ruangan harus baik,” ujarnya. Ruang server sangat rentan terhadap temperatur yang tinggi. Karenanya penggunaan sensor suhu yang diletakkan di rak server menjadi sebuah solusi untuk mengendalikan suhu. Selain memperhatikan panas pada server, yang perlu diperhatikan adalah suhu ruangan. Untuk itu diperlukan sistem pendingin yang baik.

Selain itu, perawatan ruang server juga harus diperhatikan. ”Kabel-kabelnya pun harus standar. Ini kan sepanjang tahun tidak bisa mati. Lain halnya dengan komputer kalau sudah digunakan, ya dimatikan,” ujarnya. Di ruangan vital ini harus ada backup supplay listrik sehingga server tidak mungkin mati. Untuk mewujudkan ruang khusus server yang lebih standar ini, Ria berharap ada dukungan dari DPRD Batam. ”Kawan-kawan DPRD bisa bantu perbaiki sistem ini. Perlu dukungan anggaran,” kata orang nomor dua di lingkup Pemko Batam itu.

Anggota Dewan Langsung Sidak

Untuk mempercepat perbaikan server yang terbakar, Raja Muchsin memerintahkan bawahannya kerja siang dan malam. ”Kita sudah berusaha agar server ini segara normal. Karena menganggu layanan publik seperti pembuatan KTP, lelang elektronik, hingga data lainnya,” ujar Muchsin kepada Batam Pos saat menerima kunjungan mendadak anggota DPRD Batam Ricky Indrakari yang melihat langsung lokasi kebakaran, kemarin. Menurut Muchin, kebakaran tersebut diketahui saat pegawainya mengecek kerusakan data saat acara pramuka di Lapangan Engku Putri, Batam Centre.

Sementara menurut Ricky Indrakari, server data tersebut tidak memenuhi standar keamanan. Apalagi ruangan server berada di samping ruangan pegawai. ”Seharusnya dibuat ruangan khusus server yang lebih aman. Bukan seperti sekarang. Kejadian ini jadi pengalaman agar Pemko ke depan lebih hati-hati,” ujarnya. Dia menyebutkan, andaikan data kependudukan secara online yang disimpan di server tersebut tiba-tiba hilang, maka pekerjaan selama ini yang dilakukan menjadi sia-sia. ”Untung server tidak rusak. Hanya salurannya saja yang terbakar,” katanya.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, server induk untuk data harusnya berada di lantai satu, bukan di lantai tujuh. Sehingga jika terjadi kebakaran lebih mudah mengantisipasi. ”Kalau di lantai tujuh, keluar api petugas kebakaran susah untuk melakukan pemadaman,” ujarnya. Dari pantauan Batam Pos kemarin, pegawai Pemko Batam masih melakukan perbaikkan. Aroma asap bekas kebakaran kabel masih tercium. (why/cr7/cr6/rob)

4 thoughts on “Pelayanan Online Pemko Macet Total

  1. Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuhu.

    Berhubung masih ada kaitannya dengan KTP, saya mau bertanya Pak. Apa syarat2 memperpanjang KTP jika KTP saya masih model lama (warna kuning). Berapa biaya administrasinya jika domisili masih sama, hanya saja berubah dari KTP model lama menjadi KTP SIAK?
    Terimakasih untuk penjelasannya. Semoga Allah mempermudah segala urusan Pak Ria dalam menjalankan amanah.

    Wassalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuhu.
    ———-
    Hi Pak Cecep, Assalammu’alaikum ww.
    Terimakasih atas pertanyaannya

    Kartu Tanda Penduduk (bagi Pendatang dari luar Kota Batam)
    Kantor : Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan
    Biaya : –
    Keterangan : 1. Melampirkan Pengantar RT/RW.
    2. Surat Pengantar dari Lurah.
    3. Fotocopy Surat Nikah sebanyak 3(tiga) lembar.
    4. Fotocopy Akta Kelahiran/Ijazah/Paspor sebnayak 3(tiga) lembar.
    5. Pas Foto sebanyak 3(tiga) lembar.
    6. Melampirkan surat indah dari Kelurahan/Desa yang diketahui Camat daerah asal dan Surat Keterangan pindah dari Dinas Kependudukan atau Instansi pelaksana administrasi kependudukan daerah asal.
    7. Baiaya Perpanjang Gratis!!! KTP Baru Rp.5.000,- (bukan warga Batam)

    Lebih lengkapnya dapat dilihat disini:
    http://www.batamkota.go.id/surat.php?action=surat&jenis=Kartu%20Tanda%20Penduduk%20(bagi%20Pendatang%20dari%20luar%20Kota%20Batam)

    Demikian semoga bermanfaat
    Wassalam
    Ria

  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Semoga Bapak Wakil Walikota dan keluarga senantiasa ada dalam lindungan Allah SWT.

    Pak Ria, saya bermaksud ingin menyampaikan keluhan sekaligus umpan balik untuk perbaikan dan peningkatan pelayanan pada masyarakat di jajaran pemerintahan daerah.

    Sudah hampir tiga bulan Kartu Keluarga saya belum bisa diambil di kecamatan. Berikut ini adalah informasi yang saya ekstrak dari situs resmi SIAK.

    No. Registrasi: 210020151

    No. Tanggal Jam Status Keterangan
    1. 22-01-2010 20:07:35 001 – Belum diproses
    2. 22-01-2010 20:07:36 002 – Dientri
    3. 25-01-2010 13:37:33 009 – Dimohon untuk dicetak, belum disetujui Camat
    4. 25-01-2010 14:21:06 010 – Disetujui Camat, belum dicetak
    5. 26-01-2010 12:51:11 003 – Dicetak

    Nama Pemohon: ASEP PRIATNA
    Masih dalam pengerjaan. Data telah dikerjakan selama 82 hari. Terhitung sejak nomor registrasi masuk ke sistem.
    No. Registrasi adalah nomor pendaftaran yg tertera dlm Form F1-06 atau F1-07.
    No. Registrasi diawali dg. angka 1 (satu) untuk KTP dan 2 (dua) untuk KK diikuti dg. kode Kecamatan di mana proses permohonan dilakukan

    Pertanyaan saya sangat simple:
    – Apakah dibutuhkan sebegitu lama untuk proses pembuatan Kartu Keluarga pada jaman sekarang yang sudah serba teknologi tinggi?
    – Kalau status terakhir 25/01/10 KK sudah dicetak, kenapa prosesnya mandeg di situ?

    Mudah-mudahan informasi di atas tadi bisa dijadikan bahan untuk memacu kinerja dan produktifitas pelayanan masyarakat di jajaran pemerintahan Kota Batam dibawah Pimpinan Bapak.

    Wassalam,
    Asep Priatna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s