Cinta Alam Segarkan Pikiran

Written by anton
Senin, 16 November 2009
Ria Saptarika Lepas Tim Lintas Bukit Cumfire

Cinta Alam Segarkan Pikiran

Cinta Alam Segarkan Pikiran

BATAM, TRIBUN – Sekitar 550 peserta dari 170 tim mengikuti Lomba Courage Unity Men Friendship and Explorer Batam (Cumfire) ke XVI. Lomba lintas alam ini dilepas oleh Wakil Wali Kota Ria Saptarika dan Ketua Harian KONI Kepri, Nur Syafriadi, Minggu (15/11).

Lomba kali ini bertemakan, Share your time with nature. Peserta diajak melintasi hutan, sungai, bukit, sehingga bakal memacu adrenalin. Waktu yang ditempuh dalam lomba ini akan sekitar tiga jam.

Adapun rutenya bermula dari lapangan CC Batamindo, Perumahan Otorita Batam, lalu melintasi bukit gundul dan turun menyusuri sungai, tanjakan bukit yang mengarah ke Simpang Dam, dan kembali semula melalui jalur tepi waduk ATB.

Ketua panitia Cumfire, Dika, menuturkan acara lomba lintas alam tersebut diharapkan dapat menanamkan jiwa cinta alam kepada peserta. “Tujuan kami mewujudkan kepedulian dan kecintaan terhadap alam serta penyegaran bagi tubuh dan pikiran,” jelas Bowo selaku koordinator lapangan lomba dalam kesempatan sama.
Lomba ini memperebutkan piala dan uang jutaan rupiah. Juara I akan mendapatkan piala serta uang Rp 1.250.000, Juara II Rp 900 ribu dan Juara III Rp 750 ribu. Acara semakin meriah karena dihibur penampilan band lokal.(naz)

2 thoughts on “Cinta Alam Segarkan Pikiran

  1. Terpaksa Nyambi Ngojek untuk Penuhi Kebutuhan
    Senin, 16 November 2009

    Ketika Upah Buruh di Bawah Standar

    BATAM (BP) – Bertahan hidup dengan upah yang rendah. Seperti itulah yang dirasakan sebagian besar kaum buruh di Batam. Bahkan, tak jarang dari mereka terpaksa nyambi menjadi tukang ojek untuk menutupi kekurangan biaya hidup.

    ”Banyak teman-teman pekerja yang harus jadi tukang ojek. Mau diapa lagi, ini kebutuhan perut,” kata Sekretaris DPC SBSI, Masmur Siahaan, kemarin.

    Tiap tahunnya pekerja selalu dihadapkan pada masalah rendahnya upah. Besaran UMK selalu saja tidak memihak kepada nasib buruh. Ini membuat pekerja harus memutar otak, mencari sumber penghasilan lain, selain yang diterima dari perusahaan.

    Banyak pekerja yang terpaksa menambah jam kerja, baik di perusahaan maupun di luar perusahaan. ”Saya pernah lihat buruh malam-malam ambil sayur dari petani lalu paginya dijual ke pasar. Ini kondisi ril,” kata Masmur.

    Ada juga pekerja yang kadang menyisihkan sebagian waktunya untuk menjajakkan gorengan di lokasi kerja. Meski hasilnya tak seberapa, namun bagi pekerja yang penting itu bisa menutupi kekurangan penghasilan.

    Kesibukan pekerja mencari tambahan penghasilan dari luar jelas akan berdampak pada kesehatan pekerja itu sendiri. Ujungnya, mempengaruhi tingkat produktivitas pekerja di perusahaan.

    Masmur mengatakan, pemerintah dan pengusaha harus membuka mata melihat fenomena yang dialami kaum pekerja ini. Karenanya, upah yang layak selalu menjadi harapan pekerja.

    Besaran UMK kini sedang dibahas. Masmur yang juga anggota Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam ini berharap, besaran UMK yang dicapai nantinya bisa memberikan angin segar kepada kaum buruh di Batam. ”Tapi, berapapun besarnya UMK nanti kalau harga di pasar tetap tinggi, ya sama saja,” ujarnya. (why)

  2. Ria Anggap Tak Masalah
    Kamis, 19 November 2009

    Mobil Dinas Pelat Ganda

    BATAM (BP) – Maraknya mobil dinas berpelat ganda di lingkungan Pemko Batam ternyata tidak membuat Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika, kaget. Ria bahkan mengizinkan jajarannya menggandakan pelat mobil dinas, asalkan dengan cara resmi.

    ”Saya pikir tak masalah. Asalkan terdaftar dan untuk tujuan baik,” kata Ria Saptarika, usai menutup pelatihan Disaster Management di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB), Rabu (18/11).

    Ria mencontohkan, tujuan baik itu misalnya untuk penyamaran para pejabat Pemko saat melakukan sidak-sidak tertentu. Atau untuk keperluan keamanan, misalnya saat ada kerusuhan atau demo anti pemerintah. Sehingga kendaraan dengan pelat warna merah pasti tidak akan aman.

    Seperti diberitakan sebelumnya, yang marak terjadi saat ini adalah penggandaan pelat mobil dinas milik para Kepala Dinas di Pemko Batam. Diduga, penggandaan pelat ini dilakukan karena mobil dinas ini kerap digunakan untuk kepentingan di luar tugas kedinasan.

    Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Helmy Hemilton, menyayangkan pernyataan Wakil Wali Kota ini. Menurut Helmy, penggandaan pelat nomor mobil dinas ini jelas-jelas merupakan pelanggaran. Apalagi ini dilakukan oleh pejabat yang ‘hanya’ setingkat Kepala Dinas. ”Itu jelas melanggar. Kalau Wakil Wali Kota bilang itu boleh, sebaiknya dia membaca undang-undang lagi,” kata Helmy, kemarin.

    Menanggapi fenomena ini, Helmy berencana memanggil Pemko untuk hearing di Komisi I. “Nanti akan kami panggil, karena ini pelanggaran” tegas legislator dari Partai Demokrat ini.

    Hal senada juga disampaikan Dirlantas Polda Kepri AKBP Drs R. Adang Ginanjar. Penggandaan pelat kendaraan ini merupakan bentuk pelanggaran. Untuk itu, pihaknya juga akan melakukan pengecekan di lapangan.

    Adang mengakui, penggandaan pelat mobil dinas ini memang marak terjadi. Tidak hanya di Batam, namun juga di daerah-daerah lain. Biasanya, mereka menggandakan pelat ini dengan membelinya, baik melalui bengkel maupun dari oknum-oknum tertentu.

    Adang menjelaskan, penggandaan pelat kendaraan ini sebenarnya boleh dilakukan. Namun ini biasanya khusus untuk para pejabat tertentu, seperti gubernur, wakil gubernur dan lain sabagainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s