Wawako: Ajang Silaturahmi

Wawako: Ajang Silaturahmi
Jumat, 01 Januari 2010

Batam Scout Camporee

NONGSA (BP) – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Batam, Wakil Wali Kota (Wawako) Batam, Ria Saptarika mengatakan, kegiatan perkemahan Batam Scout Camporee adalah untuk mempererat tali persaudaraan, saat meninjau bumi perkemahan di Palm Spring Nongsa, Rabu (30/12). ”Batam Scout Camporee sebagai ajang silaturahmi dan persaudaraan sesama bangsa di Asia Tenggara,” ungkap Ria Saptarika saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Kegiatan perkemahan yang bertajuk Batam Scout Camporee berlangsung selama empat hari, dimulai sejak 28 Desember 2009 sampai dengan 1 Januari 2010.

Peserta perkemahan berasal dari berbagai daerah baik Kwarcab dalam dan luar negeri yang berjumlah 135 orang. Di antaranya, Kwarcab Bandung, Kwarcab Rengat Riau, Kwarcab Sijunjung Sumbar, dan Kwarcab Bintan. Sementara dari luar negeri diikuti oleh pengakap (pramuka) negeri Johor dan Singapura Scout.

”Kegiatan perkemahan ini bertujuan untuk mendukung program Visit Batam 2010, Sekaligus untuk persiapan Muhibah Pramuka Asia Tenggara yang akan dilaksankan bulan Juli mendatang,” ujar Toto Wahyu Harijanto, Ketua Panitia acara Batam Scout Comporee tersebut.

Dalam kegiatan Batam Scout Camporee ini peserta diberikan materi tentang ke-pramukaan, juga praktik lapangan seperti outbond, hiking, dan tour wisata.

”Pada Malam akhir tahun juga diadakan malam pagelaran budaya dan kesenian dari masing-masing Kwartir,” tambah Toto.

Usai memberikan sambutan, Ria berkesempatan meninjau kegiatan yang dilaksakan oleh peserta di antaranya materi morse dari Orari Batam, layang-layang, outbond, flying fox, materi membuat rakit, dan lintas danau. (cr1)

2 thoughts on “Wawako: Ajang Silaturahmi

  1. Assalamualaikum bapak Wakil Walikota,kami hanya penyambung lidah dari para guru TPQ di Kecamatan Sagulung,mereka sangat kecewa dengan pihak sekolah dasar yang mengeluarkan ijazah santri,kami mohon agar bapak memberikan semacam peringatan kepada sekolah-sekolah yang berbuat seperti itu.efek yang kami rasakan selaku pengajar di TPQ

  2. Adalah kurangnya rasa kepercayaan para orang tua santri terhadap TPQ dan mereka menganggap bahwa belajar di TPQ hanyalah sebagai kegiatan yang hanya membuang uang saja.mingkin ini yang dapat kami sampaikan kepada bapak dan semoga bapak bisa menindak lanjutinya.Terima kasih Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s