Home Industry Jawab Kebutuhan PT Besar


INDUSTRI rumah tangga (home industry) ternyata dilirik Ria Saptarika sebagai solusi mendorong roda perekonomian dan produktivitas kerja warga Batam. Bagi Ria, jika perusahaan-perusahaan (perseroan terbatas/ PT) besar memberi kesempatan kepada sektor itu, maka akan ada peningkatan penghasilan masyarakat.

Caranya, kata kandidat Wali Kota Batam usungan PKS dan Partai Golkar ini, perusahaan besar mensubkonkan spare part yang bisa dibuat industri rumahan. Ria yakin, jika industri rumah tangga diberi peran lebih, selain mendorong perekonomian, perusahaan besar juga sangat terbantu karena harganya lebih kompetitif.

Terkait standarisasi produk, Ria menyebut dapat dikomunikasikan dengan setiap industri rumah tangga bersangkutan. ”Tak semua pekerjaan harus dikerjakan di industri besar, tapi bisa juga di industri rumah tangga karena lebih realistis dan harga lebih bersaing sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga serta menyerap tenaga kerja,” ungkap Ria usai meninjau perusahaan di Kawasan Industri Batam Centre, kemarin.

Ria mencontohkan China sebagai salah satu negara yang paling berhasil memaksimalkan peran industri rumah tangga. Menurut Ria, di negeri tirai bambu itu, industri rumahan tidak saja memproduksi barang karajinan tangan, tapi spare part perusahaan juga dikerjakan di industri kecil tersebut.

Bahkan ibu rumah tangga yang sedang menggendong anak pun bisa tetap bekerja dan mendapatkan penghasilan untuk keluarga. ”Yang terpenting standarisasi harus diperhatikan,” tukasnya.

Menurut Ria, jika ditakdirkan menjadi Wali Kota Batam, dia akan mengembangkan home industri di kota ini. Keberadaannya tak sekadar memenuhi pasar kerajinan tangan, tapi juga menjawab kebutuhan perusahaan besar.

Untuk itu, ke depan, dia berharap perusahaan yang sudah mapan seperti PT Sat Nusa menjadi bapak asuh beberapa industri rumah tangga binaannya. Dan perusahaan lain juga memiliki binaan industri rumah tangga serupa. Dengan begitu, standarisasi produk bisa terkontrol.

Kagum Kemandirian Warga Persisir

Ria Saptarika belum lama ini juga mengunjungi Pulau Bulang Lintang untuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan warga setempat. Kunjungan itu untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kedatangan Ria yang terbilang mendadak, sempat membuat warga kaget. Meski begitu, sambutan masyarakat ramah sekalipun kunjungan tersebut mendadak.

”Inilah budaya kita, budaya timur, budaya nusantara yang perlu dilestarikan. Di kota besar kadang banyak yang sudah lupa dengan keramahan antar sesama,” kata Ria mengomentari kehangatan yang ditunjukkan masyarakat Bulang.

Ria juga memuji kemandirian masyarakat persisir. Meski tanpa bantuan pemerintah, warga di sana bisa bertahan. Situasi itu, tegas Ria, bukan berarti pemerintah lepas tangan terhadap masyarakat hinterland. Justru harusnya pemerintah lebih sering memperhatikan kesejahteraan masyarakat warga pesisir.

”Saya bangga dengan kemandirian masyarakat hinterland, berbeda dengan di kota, masyarakat di sini bisa mendayagunakan apapun potensi yang ada di sekitar bertahan. Mungkin masyarakat kota perlu belajar tentang kemandirian dari masyarakat hinterland,” ungkapnya. (ros)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s