Menghadiri undangan sahabat pada peluncurun bukunya.

Maksimalkan Pulau Rempang-Galang
Sabtu, 15 October 2011 00:00

BATAM CENTRE- Pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang berada di kisaran 7,7 persen mencerminkan bahwa pelaksanaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) belum memberi andil. Seharusnya, dengan FTZ, pertumbuhan ekonomi Batam bisa mencapai angka 13 persen.

Demikian disampaikan H Syamsul Bahrum PhD dalam acara peluncuran buku terbarunya; Batamnomics-Analisis Empirikal Ekonomi dalam Multi-perspektif tentang Model, Fenomena dan Trend Pembangunan di Kota Batam, Kamis (13/10) malam di kediamannya di Perumahan Rosedalle, Batam Centre.

Menurut mantan Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Pemko Batam ini, pertumbuhan ekonomi Batam di atas 13 persen tersebut bisa dicapai dengan catatan pemerintah harus bisa memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki Batam. Di antaranya memanfaatkan “The Sleeping Beauty” Pulau Rempang-Galang.

“Sejak dibangun infrastruktur jalan dan jembatan tahun 1998 lalu, sampai kini belum juga dimanfaatkan. Rempang dan Galang itu The Sleeping Beauty. 12 tahun lebih belum termanfaatkan. Sudah saatnya dimanfaatkan. Tahun 2012 nanti tidak boleh lagi tidak dimanfaatkan, karena sangat sayang,” ujar Syamsul Bahrum di hadapan ratusan tamu undangan yang menghadiri acara peluncuran bukunya itu.

Kata dia, pembangunan di kawasan Rempang dan Galang harus dilakukan sebaik-baik mungkin, melalui perencanaan yang lebih matang, melebihi perencanaan pembangunan di Pulau Batam. Yaitu menggunakan teknik pembangunan dari kawasan terjauh hingga kawasan terdekat.

“Membangunnya dimulai dari Galang Baru terlebih dahulu, setelah itu baru ke sini. Kenapa di Galang Baru, karena infrastruktur dan sarana di sana lebih lengkap dan daerahnya lebih kecil. Pembangunan dari ujung ini merupakan konsep pembangunan negara-negara maju,” ujar mantan calon Wakil Walikota Batam yang tersisih dalam pemilukada 2011 lalu ini.

Pembangunan di Rempang dan Galang, kata Syamsul, juga harus sesuai tata ruang dan peruntukannya. Yaitu untuk industri pertanian, dan pariwisata, sehingga tidak ada lagi istilah “kota ruko” seperti di Batam.

“Pembangunan Galang Baru ini harus hati-hati, boleh lambat, tetapi harus jelas. Industri yang cocok disana adalah industri pertanian berkonsepkan agroindustri berorientasi ekspor,” ujarnya.

Dalam Batamnomics, kata Syamsul, memuat kumpulan artikel yang pernah diterbitkan di berbagai media massa yang ada di Provinsi Kepri. Isi buku ini berkaitan dengan berbagai pilihan model implementasi manajemen politik pemerintahan, mempertajam etika dalam pembangunan ekonomi “madaniyah” serta penguatan moralitas sosio-kultural di Kota Batam “al-mujtama al-madani”.

“Buku ini merupakan refleksi dari berbagai momen, kajian, pemikiran, pendapat, pemaknaan, penalaran dan berusaha memotret berbagai fenomena yang ditulis dalam kurun waktu terbatas, mulai tahun 2000 sampai tahun 2010. Suatu studi empiris literatur dan analisis data sekunder yang berkembang secara “sunnatullah” dan mengalir informasi secara reguler dan ada kalanya tidak terstruktur dan apa adanya,” ujarnya.

Setelah peluncuran bukunya yang ketujuh ini, Syamsul sudah langsung tancap gas dengan mempersiapkan bahan untuk buku kedelapannya yang rencananya diberi tajuk “FTZ Mercusuar Batam”.

“Mercusuar itu penunjuk arah. Jadi, sebetulnya FTZ bisa membuat Batam mundur atau maju. Saat ini FTZ masih sebatas pondasinya mercusuar, belum rampung. Ini menjadi tugas pemerintah untuk merampungkannya, sehingga mercusuar ini bisa secepatnya digunakan sebagai penunjuk jalan,” ujar Syamsul.

Acara peluncuran buku Batamnomics yang disejalankan dengan syukuran peringatan ulang tahun istrinya Raja Nazilah Bahrum yang ke-41 tahun, dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemko Batam seperti staf ahli Yusron Roni, Kabag Humas Salim. Terlihat pula beberapa pejabat BP Batam, mantan Wakil Walikota Ria Saptarika serta Konsulat Singapura di Batam. Tak ketinggalan anggota DPRD Batam dan Kepri, para tokoh masyarakat dan tokoh agama serta partai politik, (pti)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s