Pemerintah Pusat Batal Memangkas Gaji Guru

Saya sangat appreciate atas kebijakan Pemerintah Pusat yang disampaikan oleh Mendiknas di Batam Pos hari ini:

Menurut hemat saya, selayaknyalah Pemerintah memperhatikan kesejahteraan para guru.
“Alih-alih meminta kinerja maksimal guru dan atau menargetkan KPI (Key Performance Indicator) guru” Eeh malah selain memikirkan murid dan target pencapaian murid, guru juga harus memikirkan periuk nasinya, bahkan tidak jarang mereka terpaksa mencari tambahan penghasilan dgn cara bekerja serabutan atau apapun guna mencukupi kebutuhannya.

Saya pernah dialog dengan guru di negara tetangga kita Malaysia, para guru selain mendapatkan standard gaji yang layak, mereka juga mendapatkan fasilitas subsidi khusus dari pemerintah untuk kebutuhan mereka seperti kepemilikan rumah, mobil dan laptop. (karena itu semua menunjang aktifitas mereka sebagai guru)

Semenjak reformasi dan Amandemend UUD 1945 yang menyaratkan bahwa anggaran pendidikan adalah 20% dari APBN dan APBD, nampak bahwa pemerintah kita sudah mulai memberikan perhatian besar kepada pendidikan dan guru di negara kita… perlahan-lahan kesejahteraan guru mulai membaik… bahkan penerimaan PNS diseluruh indonesia sangat memprioritaskan akan rekrutmen guru… Sehingga saat ini mulai berbondong-bondonglah calon mahasiswa memilih jurusan dan fakultas keguruan karena peluang bekerjanya menjadi lebih besar dan kesejahteraannya pun membaik… Namun tak berlangsung lama sekarang sudah lampu kuning bagi para Pelajar/Mahasiswa, Guru Swasta yang ingin jadi guru PNS dan siapapun yang ingin jadi Guru PNS karena nampaknya Pemerintah Pusat mulai akan merubah kebijakannya… Perubahan kebijakan itu dapat dibaca pada kliping Koran Batampos dibawah ini atau lihat/click link diatas.

Gaji Guru Batal Dipangkas
30 Dec 2011 – 10:26 AM
Ini kabar baik bagi para guru. Rencana pemerintah memangkas gaji guru karena sangat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dibatalkan. Bahkan, kini pemerintah menjanjikan tidak akan pernah mengurangi gaji guru sepeserpun.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, gaji yang layak sudah merupakan kewajiban negara yang harus diberikan kepada para guru. Termasuk di daerah, pemerintah daerah tidak boleh memangkas gaji guru, meskipun kondisi keuangan daerah terbebani.

”Gaji guru itu jangan pernah dikurangi, karena akan merusak hak guru. Pemerintah tidak apa-apa harus membayar dengan jumlah yang besar, asal diimbangi dengan kinerja yang bagus dari para guru,” ungkap Nuh kepada JPNN di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (29/12).

Nuh menjelaskan, pemerintah punya cara tersendiri untuk dapat mengoptimalkan gaji guru yang telah disalurkan. Yakni dengan cara membenahi jumlah rasio guru. Disebutkan, saat ini rasio guru dan murid di Indonesia adalah 1 : 14. Sedangkan yang ditargetkan adalah 1 : 24.

“Bagaimana caranya? Caranya, para guru harus bisa multy grade teaching. Jadi, satu guru jangan hanya mampu mengajar satu mata pelajaran, tetapi minimal bisa mengajar 2 mata pelajaran. Toh waktu di S1-nya kan tidak diajarkan satu pelajaran saja toh? Kan ada matematikanya dan lainnya,” jelas Nuh

Nuh juga mengatakan, jika cara optimasi guru itu bisa dilakukan, maka jumlah guru di Indonesia bisa direduksi hingga 50 persen. Maka populasi guru pun juga bisa ditahan.

”Begitu bisa ditahan, maka gaji guru di dalam APBN tidak terus membengkak. Sehingga, kenaikan anggaran di APBN 20 persen tidak harus disedot ke gaji guru terus,” ujarnya.

Seperti diketahui, APBN 2012 sebesar sekitar Rp1.436 triuliun, sedangkan anggaran untuk fungsi pendidikan dialokasikan sekitar Rp289 triliun. Dari anggaran tersebut dirincikan, anggaran pendidikan di pemerintah pusat sekitar Rp102 triliun, anggaran di pemerintah daerah sebesar Rp186 triliun, dan dana abadi sebesar Rp1 triliun.

Dari anggaran di pemerintah daerah yang mencapai angka Rp186 triliun tersebut, pemerintah mengalokasikan untuk gaji guru mencapai Rp130 triliun, anggaran untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan sebesar Rp10 triliun, anggaran untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp23 triliun dan sisanya untuk kebutuhan lainnya.

Ancam Tutup RSBI

Sementara itu, terkait sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang bekalangan banyak menyalahi UU, Nuh mengancam tak akan segan-segan menutupnya.

”Jadi kalau saya pelajari, berdirinya RSBI ini harus dilihat dari dua sisi, yakni sisi konsep dan sisi realisasi di lapangan. Kalau konsep sudah salah, pasti akan segera ditutup. Namun kalau dari sisi konsep dibenarkan tapi di lapangan implementasinya melenceng berarti harus dibenahi saja,” ungkap Nuh.

Nuh mengakui, pemerintah selaku pembuat dan penanggung jawab kebijakan sudah cukup menguras waktu dan energi untuk menciptakan sekitar 1100 RSBI di seluruh Indonesia. Pemerintah, lanjut Nuh, selalu mendengarkan usulan dan tuntutan masyarakat terkait RSBI, termasuk munculnya aspirasi perlunya penghapusan RSBI.

”Meskipun ada pandangan yang berbeda ya boleh saja. Maka itu, kami kan tidak ekspan besar-besaran. Pertumbuhan jumlah RSBI saat ini juga kita tahan, karena kami ingin menunggu respon, tanggapan dan pandangan masyarakat,” tukasnya.

Hanya saja, lanjut mantan Menkominfo ini, RSBI tidak boleh dihentikan atau ditutup begitu saja jika tidak menyalahi aturan. Oleh karena itu, terang Nuh, pemerintah saat ini juga sudah menetapkan bahwa di RSBI harus menerima siswa miskin yang tidak mampu yang memiliki prestasi akademik sebanyak minimal 20 persen dari total penerimaan.

”Jadi intinya, boleh saja orang punya pandangan ini dan itu, kan hanya sebatas pandangan. Tapi perlu diingat juga bahwa Pemerintah pun punya pandangan sendiri,” katanya.

Apresiasi Pelajar Berprestasi

Di bagian lain, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan apresiasi untuk pelajar yang berprestasi di bidang olahraga. Sebanyak 900 anak mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA akan mendapat bantuan dana pembinaan yang jumlahnya beragam.

Djoko Pekik Irianto, deputi bidang peningkatan prestasi olahraga Kemenpora, menyatakan, bantuan pembinaan itu diberikan kepada 250 pelajar berprestasi di level SMA, SMP (250 anak), dan SD (400 pelajar). Nominal yang diberikan pun berbeda. Yakni, SMA (Rp 5,4 juta); SMP (Rp 4,8 juta); dan SD (Rp 3,6 juta).

Salah seorang di antara ratusan pelajar berprestasi tersebut adalah Eriyanto. Dia adalah pemain bola asal Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat, yang terpilih sebagai kapten terbaik dalam AC Milan Junior Camp Day 2010 di Milan, Italia. “Bukan hanya Eriyanto, seluruh pemain dalam tim tersebut juga akan mendapat bantuan,” kata Djoko kemarin (29/12).

Terkait dengan Eriyanto, dia menyatakan bahwa pihaknya menawari pemuda 15 tahun itu untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Ragunan. Hal tersebut sekaligus ditujukan untuk menjaga kemampuan bermain bola Eriyanto agar terus dikembangkan. Sayangnya, tawaran itu tidak direspons positif.

Di sisi lain, Eriyanto mengaku mendapat tawaran tersebut. Namun, dirinya memang belum siap untuk tinggal di Jakarta. Dia berharap bantuan itu diberikan di Sukabumi saja. Dia ingin melanjutkan karir sepak bolanya bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) Asmaras yang selama ini diikuti. Tentang karirnya ke depan, Eri “sapaan akrab Eriyanto” baru akan menentukan setelah lulus SMA setahun mendatang. Salah satu ambisinya adalah bergabung dengan klub yang berkiprah di Liga Indonesia. “Setelah lulus SMA, saya siap untuk mencari klub,” tegasnya. ***

Sumber: http://www.batampos.co.id/index.php/2011/12/30/gaji-guru-batal-dipangkas/

2 thoughts on “Pemerintah Pusat Batal Memangkas Gaji Guru

  1. terimaksih infonya, pak.

    eh, tahu gitu jadi guru biar gaji ga kepotong😀 *bercandasaja*
    ————
    Bisa nyebrang kok Pak!,
    Kalau pindah ke guru insya Allah lebih mudah asal sudah certifikasi! yang susah dari teknis atau non guru ke guru… kecuali dekat dengan Kada! guru bisa aja jadi camat maupun lurah…🙂 secara kemampuan sih Ok guru biasanya punya multi disiplin Ilmu… cuma ada aturan pusat yang melarang guru pindah profesi!.
    Demikain & Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s