Ujian Mental Melalui Pemberitaan

######
Ini adalam tulisan saya yang belum selelsai untuk mengomentari tulisan2 yang di tampilkan oleh koran-koran lokal, Kepulauan Riau, Tulisan dibawah yg memuat tetntang persaiangan dalam kursi DPD RI, yg ditampilkan cukup membuat gentar para kandidat lain….. tulisan ini belum selesai ***********

*
*
*
*
*

Dibawah ini adalah klipping Koran Haluan Kepri, yang dibuat dalam beberapa terbitan:

Haripinto Berkibar, Richard Geser Jasarmen
Haluan Kepri,
Rabu, 15 January 2014 00:00

BATAM (HK) – Haluan Kepri kembali merilis calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Kepri dalam program “Jika Pemilu Legislatif Hari Ini”, Kamis (15/1). Enam nama masih ditampilkan berpeluang duduk di Senayan sebagai senator.
Berdasarkan Tim Haluan Kepri tentang pergerakan calon DPD RI selama Desember-Januari, keberadaan calon DPD RI, Haripinto Tanuwidjaja memberi kejutan. Pria yang akrab disapa HP ini pamornya kian moncer dan berkibar. Sementara itu Richard Pasaribu mulai menggeser dominasi Djasarmen Purba yang selama ini dinilai kandidat kuat duduk di Senayan. Sedangkan Hardi S Hood, Zulbahri, Mohammad Nabil dan Rahmansyah Ramadhany (Dhany Ismeth) terus bergerak dan makin intens menggarap pemilih.

Tim Haluan Kepri mencatat geliat HP yang luar biasa pada Desember-Januari ini. Pria yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Kepulauan Riau tersebut kian mendapat dukungan luas dari masyarakat. Bahkan dukungan itu tidak hanya terkonsentrasi di Batam, Tanjungpinang dan Karimun, namun dukungan HP tersebar ke semua kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Tim juga mencatat, HP merupakan calon DPD yang memilik pendukung yang tersebar di seluruh Kepulauan Riau. Disamping itu, sebagai seorang pengusaha sukses, HP juga banyak mendapat dukungan dari bos-bos besar yang memiliki ribuan karyawan.

Selanjutnya, peluang Richard Pasaribu merengkung kursi DPD RI terbuka lebar. Selama Desember-Januari, Richard sangat gencar mendekati pemilih. Richard pun rajin mendekati para tokoh masyarakat, pemuda dan politik agar memberikan dukungan kepadanya. Poin penting dimiliki pria jebolon luar negeri ini adalah, Ia dikenal seorang yang low profile, jujur dan konsisten dalam perjuangan. Soal kecakapan, para calon pemilih tidak meragukan kemampuan Richard. Richard pun dinilai calon yang sangat interaktif dengan pemilih. Ia juga dinilai sebagai calon yang kaya gagasan tentang pembangunan daerah.

Sementara itu, peluang calon DPD RI, Hardi S Hood masuk empat besar peraih kursi DPD RI yang tersedia makin terbuka lebar. Apalagi mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam ini mendapat dukungan dari partai yang saat ini secara survei terus menanjak.

Selain itu, jaringan politik Hardi yang telah terbangun selama ini juga membantu pemenangan mantan Ketua KPU Batam ini. Apalagi, keluarga besar Hood yang memilik pengaruh politik kuat di Kepri terus menggalang dukungan untuk kemenangan Hardi pada 9 April mendatang.

Bahkan dalam kajian Haluan, Hardi termasuk kandidat kuat peraih suara terbanyak pada 9 April mendatang untuk calon DPD RI. Ia bisa menggantikan posisi Aida Ismeth Abdullah yang pernah mencatatkan sejarah sebagai peraih suara terbanyak dalam kompetisi perebutan kursi senator pada Pemilu 2009 lalu.

Sedangkan calon DPD RI, Zulbahri, tim Haluan Kepri mencatat sebagai salah satu anggota DPD RI yang paling rajin ke masyarakat. Kegemaran mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam berorganisasi dari belia dipetiknya hari ini. Ia memiliki jaringan politik yang luas. Jaringan ini jadi mesin politik Ketua Komite IV DPD RI ini.

Zulbahri juga dianggap seorang yang memiliki kecakapan. Buktinya, berkat kemampuannya itu, alumni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang terpilih sebagai Ketua Komite IV DPD RI hingga sekarang.

Sementara itu, arus dukungan terhadap calon DPD RI lainnya, H Mohammad Nabil tidak kalah besar dari calon lainnya. Dengan bersahaja, Nabil bertekad menjadi yang terbaik dalam kompetisi lima tahunan ini.

Interaksi positif Nabil dengan masyarakat, politisi dan berbagai kalangan selama jadi Wakil Ketua DPRD Batam periode 2000-2004 dan Wakil Ketua DPRD Kepulauan Riau periode 2004-2009 menjadi modal penting Nabil mewujudkan mimpinya.

Dan tanda-tanda mimpi Nabil mulai terwujud seiring derasnya dukungan terhadap dirinya. Bahkan dalam sebuah kesempatan, Nabil mengaku mesti menjalani pertemuan dengan berbagai masyarakat hingga belasan kali dalam sehari.

“Jika Sabtu-Minggu, jadwal saya padat sekali,” katanya di balik telepon beberapa waktu lalu.

Terakhir, keberadaan Dhany Ismeht belakangan juga kian maksimal menggarap pemilih. Di Tanjungpinang, Batam dan Bintan, dukungan terhadap Dhany cukup menjulang. Dhany juga disebut-sebut bakal menjadi kandidat kuat pengganti orang tuanya, Aida Ismeth Abdullah sebagai jawara dalam kompetisi perebutan kursi senator ini.

Dhany sesungguhnya punya alasan sangat kuat jadi pemuncak. Selain anak Ismeth Abdullah, mantan Gubernur Kepulauan Riau yang dicintai rakyat Kepulauan Riau, Dhany juga merupakan sosok yang intelek, bersahaja dan low profile. Dari sisi kecapakan, pengurus Yayasan Wakaf Paramadina Jakarta, siap bersaing dengan kandidat lainnya.

Sama dengan kandidat lain, Dhany saat ini mesti pandai-pandai bagi waktu untuk keluarga dan istirahat. Soalnya, seabrek agenda mesti dihadiri Dhany sejak beberapa bulan belakangan. Tak ayal, Dhany pun kadang pulang ke rumah sampai larut malam. Walau begitu, Dhany mengaku tetap bangun pagi.

Dalam kajian Haluan, sesungguhnya calon DPD lainnya seperti Ria Saptarika, Saidul Khudri, Djasarmen Purba, Raden Hari Cjahyono punya potensi besar menyalip enam kandidat yang berpeluang jadi anggota DPD RI. Tim Haluan Kepri mencatat, calon ini merupakan kuda hitam yang siap memberi kejutan. (fur)

============================

Hardi Menguat, Jasarmen-Richard Seru

Rabu, 18 December 2013 00:00

BATAM (HK) – Haluan Kepri kembali merilis calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kepri dalam program “Jika Pemilu Legislatif Hari Ini”, Rabu (18/12). Enam nama masih ditampilkan menyusul makin serunya pertarungan.

Pada bulan Oktober-November lalu, Hardi sempat tenggelam. Namun November-Desember ini, Hardi kembali menguat. Sementara itu, persaingan kian seru antara Richard dan Jasarmen Purba.

Sedangkan Raden Hari Hjahyono yang digadang-gadangkan PKS bisa melenggang ke Senayan dari jalur DPD, pamornya kian meredup.

Sementara itu magnet Zulbahri dan Muhammad Nabil masih kuat, sedangkan Dhani Ismeth masih konstan.

Dalam kajian Haluan Kepri, Zulbahri dan Muhamad Nabil dinilai lebih berpeluang besar merengkuh kursi DPD RI dibanding calon lainnya. Dua nama ini merupakan kandidat kuat wakil Kepri dari Senayan dari jalur DPD RI.

Zulbahri misalnya, tetap berkibar dengan gaya politiknya yang khas. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam ini senantiasa meluangkan banyak waktu jika berada di Batam.

Dalam sebuah kesempatan, mantan Asisten II Pemerintah Kota Batam ini mengaku pernah menghadiri pertemuan dengan masyarakat sampai sepuluh kali dalam sehari di berbagai tempat.

Kendati Zulbahri mengaku lelah secara pisik dengan kondisi tersebut, namun dia puas secara batin, karena tingginya intensitas pertemuan dengan masyarakat sebagai pertanda positif bagi karir politiknya di pesta demokrasi kali ini.

“Bagi saya kondisi ini tentu sangat menguntungkan. Artinya masyarakat sangat menerima kehadiran saya,” kata Zulbahri, beberapa waktu lalu.

Begitu juga dengan Mohammad Nabil, calon DPD RI lainnya. Haluan Kepri menilai, mantan Wakil Ketua DPRD Batam termasuk sosok yang banyak disukai masyarakat.

Walau saat ini, Nabil sibuk mengurus kerajaan bisnisnya di Jakarta, Solo, Surabaya dan Sulawesi, tapi dalam setiap bulannya Nabil pasti meluangkan waktu bertemu dengan masyarakat Kepri.

Hebatnya, kendati Nabil di Jakarta, tim sukses mantan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau ini tetap bergerak ke kantong-kantong pemilih. Nabil juga tidak henti-hentinya membangun jaringan politik ke berbagai kelompok dan partai politik.

“Sejauh ini, saya sudah bersilaturahmi dengan masyarakat di sebagian besar wilayah di Batam. Untuk daerah di luar Batam seperti Anambas, Natuna, Tanjungpinang, Karimun, Bintan dan Lingga, teman-teman tetap bergerak untuk mensosialisasikan saya. Alhamdulillah respon masyarakat positif,” kata Nabil ketika dihubungi via ponsel.

Sementara itu, persaingan antara Richard Pasaribu dan Jasarmen Purba kian kompetitif. Kedua pasangan yang merupakan tokoh Sumatera Utara ini sama-sama berebut pemilih.

Penetrasi Richard di kantong-kantong pemilih yang selama ini juga digarap Jasarmen cukup ampuh. Apalagi performance Richard yang kharismatik jadi poin tersendiri di mata pemilih.

Tidak hanya itu, Richard yang juga berlatarbelakang pengusaha juga mendapat suntikan moral dari kalangan calon pemilih berduit.

Di arus bawah, pengaruh Richard juga luar biasa. Secara diam-diam Richard turun ke masyarakat. Tidak lupa juga, pria yang pernah mencicipi pendidikan di luar negeri ini minta restu para tokoh dan para pimpinan massa.

Tak mau kalah, Jasarmen Purba makin bersemangat menghadapi tantangan dari Richard. Tidak mau kursinya lepas, mantan anggota DPRD Batam ini juga rajin turun ke masyarakat.

Dengan modal pengalaman memenangkan satu kursi DPD RI pada 2009 lalu, Jasarmen makin kuat mengunci kantong-kantong suaranya pada pemilu lalu, agar tidak direbut oleh calon lain.

Tidak hanya itu, pengusaha properti ini juga rajin ke masyarakat. Ia juga menggandeng berbagai kelompok organisasi kemasyarakatan dan para calon legislatif dari berbagai partai politik.

Selanjutnya, Hardi S Hood yang sempat tenggelam beberapa waktu lalu mulai bangkit. Didukung anak-anak muda yang jadi tim suksesnya, Hardi melalang buana ke berbagai daerah di Kepulauan Riau.

Jangan cerita untuk wilayah Batam, Hardi yang mantan Ketua KPU Batam dan Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam sudah punya modal jaringan yang begitu luas. Apalagi didukung oleh keluarga besar Hardi yang memang saat ini lebih banyak berkecimpung di pentas politik.

Sebut saja Husnizar Hood yang memimpin Partai Demokrat (PD) Tanjungpinang. Begitu juga dengan Huzrin Hood yang memang menjadi tokoh sentral perjuangan Provinsi Kepulauan Riau.

Sesungguhnya, Hardi sangat punya power mengepakkan pengaruhnya. Oleh karenanya, keberadaan Hardi adalah salah satu kandidat yang sangat diperhitungkan oleh calon lainnya untuk bisa kembali duduk di Senayan.

Terakhir, keberadaan Dhany Ismeht belakangan juga kian maksimal menggarap pemilih. Walau Dhany disebut-sebut bermodal pas-pasan, tapi pengaruh orang tuanya dan jaringan politik yang pernah dibangunnya selama sepuluh tahun terakhir jadi poin penting bagi Dhany untuk memastikan satu kursi DPD RI.

Sangking luasnya jaringan Dhany, saat ini anak mantan Gubernur Kepulauan Riau ini rajin bertemu dengan calon pemilih di Lingga, Bintan, Natuna, Anambas dan Karimun. Untuk pemilih Batam, Dhany tidaklah terlalu sulit untuk berinteraksi dengan calon pemilih.

Dalam kajian ini, walau enam nama berkibar saat ini, pada bulan-bulan berikutnya bukan mustahil calon lain bisa menyalip.

Nama seperti Saidul Khudri, Haripinto dan Ria Saptarika masih berpeluang duduk di empat besar. Secara kualitas, nama-nama tersebut tidak kalah hebatnya. (fur)

====================================

Jasarmen Menyalip, Dhany Makin Berkibar

Rabu, 20 November 2013 00:00

BATAM (HK) – Haluan Kepri kembali merilis calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kepri dalam program “Jika Pemilu Legislatif Hari Ini”. Jika pada Oktober lalu cuma tinggal enam nama, sekarang pada November ini, Haluan Kepri masih menayangkan enam besar, mengingat ketat persaingan antar calon.
Perubahan itu masuknya anggota DPD RI, Jasarmen Purba. Ia menyalip nama besar Hardi Selamat Hood yang dinilai melempem oleh tim kajian.

Sedangkan, Dhany Ismeth yang beberapa bulan lalu terkesan lamban, belakangan sangat rajin ke lapangan dan berbaur dengan masyarakat. Sehingga anak anggota DPD RI Aida Ismeth, ini kian berkibar.

Cuma yang statis adalah pergerakan Zulbahri, Mohammad Nabil dan Raden Hari Cjhayono. Sedangkan moving politik, calon DPD lainnya, Richard Pasaribu, tim menilai terjadi penurunan yang cukup signifikan.

Richard yang beberapa waktu lalu cukup bersinar, pada Oktober ini, mantan Calon Wakil Walikota Batam itu terkesan agak patah arang.

Tim kajian mencatat, Dhany Ismeth merupakan sosok calon DPD yang sangat aktif turun ke lapangan. Apalagi Dhany punya banyak waktu dari calon DPD RI yang masih aktif. Bahkan dari penelusuran Haluan Kepri, Dhany sering berangkat pagi dan pulang ke rumah dini hari.

Di samping itu, pembawaan Dhany yang merakyat kian menarik simpati masyarakat. Apalagi banyak simpati berdatangan dari masyarakat mantan pendukung ibunya, Aida Ismeth.

Artinya, Dhany saat ini punya dua kekuatan luar biasa. Para pendukung Aida Ismeth dan para pendukung dirinya yang belakangan kian banyak.

Walau begitu, hal itu tidak membut Dhany angkuh. Malah sebaliknya, Dhany kian hari tampil sebagai seorang sosok yang low profile, agamis dan merakyat.

Selanjutnya, calon DPD RI, Jasarmen Purba sebulan belakangan terlihat memaksimalkan waktu turun ke lapangan. Bahkan ia rajin melakukan konsolidasi dengan berbagai tokoh etnis tertentu.

Tidak hanya itu, Jasarmen pun mendapat dukungan maksimal dari Pemuda Pancasila. Organisasi kepemudaan besar ini dinilai cukup membawa pengaruh besar terhadap elektabilitas Jasarmen.

Memperhatikan usaha Jasarmen merebut hati pemilih yang dilakukan belakangan ini, sangat dimungkinkan dia bisa mengulang suksesnya meraih kursi DPD RI seperti tahun 2009 lalu.

Prediksi banyak kalangan, Jasarmen bakal takluk dengan Richard Pasaribu yang digadangkan-gadangkan ketokohannya, sepertinya terpatahkan. Malah sebaliknya, ajaib jika Richard bisa mengandaskan Jasarmen.

Selanjutnya, kendati pergerakan Mohammad Nabil terkesan stagnan belakangan ini, namun kerja keras Nabil membangun jaringan selama ini cukup membuat peluang Nabil terpilih sebagai DPD RI terbuka lebar.

Tapi yang namanya perjuangan, Nabil mesti hati-hati dengan pergerakan calon lain. Belakangan mereka kian maksimal. Ibarat pacuan motor, bisa-bisa Nabil disalip di tikungan.

Sementara itu, calon DPD RI, Zulbahri jangan merasa aman dulu. walau saat ini posisinya adalah yang paling berpeluang duduk kembali, bukan tidak mungkin Ketua Komisi IV DPD RI, Zulbahri kandas di tengah jalan.

Apalagi bidikan calon lain tengah tertuju pada kantong suara mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam. Bukan tidak mungkin, kantong suara Zulbahri digembosi oleh pihak-pihak yang menginginkan Zulbahri pensiun di pentas politik.

Kendati begitu, Zulbahri diuntungkan dengan sikap independensinya selama ini. Sehingga tokoh urang awak ini masih leluasa untuk mencari dukungan ke partai apa saja. Termasuk ke kelompok paguyuban lainnya.

Maka wajar, ketika pada pertarungan perebutan kursi DPD RI 2009 lalu, Zulbahri mampu membukukan dukungan sebesar 45.236 suara dan finish di urutan kedua.

Selanjutnya, peluang Richard Pasaribu memang tengah terancam. Pasalnya kian menguatnya Jasarmen membuat mimpi Richard melanggang ke Senayan bisa saja sirna.

Walau punya modal pengalaman dalam menjalani pertarungan Pemilihan Walikota Batam pada 2009 lalu, tapi itu belum cukup. Richard jika memang ingin memastikan diri maju ke Senayan, harus bekerja ekstra keras.

Terakhir, Raden Hari Tjahyono yang digadang-gadangkan PKS untuk jadi senator juga masuk perhitungan. Konon, Hari punya modal dukungan 24.683 suara.

Hari sebenarnya beruntung dengan mundurnya Ria Saptarika sebagai kader PKS. Sehingga dukungan suara PKS bisa utuh kepada dirinya. Jika tidak, bisa-bisa dukungan PKS bisa terbelah.

Walau begitu, dukungan luar PKS pun besar kepada Hari. Hasil penelusuran Haluan Kepri, Hari memperoleh dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Ini menjadi penting bagi dirinya. (fur)

=========================================

Enam Calon Rebutan Empat Kursi

Rabu, 23 October 2013 00:00

BATAM (HK) – Haluan Kepri kembali merilis calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kepri dalam program “Jika Pemilu Legislatif Hari Ini”. Jika pada September lalu terdapat tujuh nama bersaing ketat, maka di bulan ini (Oktober) tinggal enam nama saja.
Mereka adalah Zulbahri, Hardi Selamat Hood, Mohammad Nabil, Richard Pasaribu, Raden Hari Cjahyono dan Rahmatsyah Ramadhany (Dhany Ismeth). Calon DPD RI, Ria Saptarika yang bulan lalu diprediksi berpeluang, bulan ini tidak demikian.

Ini menyusul geliat enam calon DPD RI melebihi gerakan mantan Wakil Walikota Batam itu. Di samping itu, enam calon tadi memang memiliki jaringan tim sukses yang kuat dibanding Ria.

Seperti calon DPD RI, Zulbahri. Sebagai Ketua Komisi IV DPD RI, Zulbahri sangat leluasa bergerak ke berbagai elemen masyarakat. Ia pun tidak turun ke masyarakat saat mencalonkan diri. Tapi jauh hari sebelum momentum Pemilu 2014, Zulbahri memang sudah turun ke masyarakat.

Apalagi sosok mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam itu dikenal supel, sehingga memudahkannya berinteraksi kepada semua elemen.

Ia juga diuntungkan oleh keaktifan di berbagai organisasi sosial dan paguyuban. Sehingga hal itu membuat Zulbahri memiliki jaringan yang luas.

Maka wajar, ketika pada pertarungan perebutan kursi DPD RI 2009 lalu, Zulbahri mampu membukukan dukungan sebesar 45.236 suara dan finish di urutan kedua.

Selanjutnya, terdapat nama Hardi Slamet Hood. Sama halnya dengan Zulbahri, mantan Ketua KPU Batam ini juga dikenal sangat aktif dengan berbagai kegiatan sosial dan pendidikan.

Bahkan Hardi ketika menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam pernah membuat terobosan dengan meluncurkan program Siap Aktif Bantu Sekolah (SABAS).

Saat ini nama Hardi kian berkibar. Ia juga banyak mendorong kegiatan-kegiatan pemuda di Batam dengan mendukung pementasan-pementasan kebudayaan setempat.

Satu poin penting yang dimiliki Hardi adalah, jaringan Hardi tidak hanya terfokus di Batam. Hardi memiliki jaringan pendukung dari Bintan, Tanjungpinang dan Karimun.

Apalagi, keluarga besar Hood yang sebagian besar turun ke pentas politik bisa jadi mesin suara Hardi untuk meraih dukungan sebanyak-banyaknya. Bisa-bisa, Hardi yang pada Pemilu 2009 lalu meraih 36.603 suara tampil sebagai pemenang.

Nama lain yang berpeluang adalah, H Mohammad Nabil. Pasca penetapan Daftar Calon Tetap, pria yang sebelumnya sibuk mengurus bisnisnya di Jakarta, Surabaya dan Gorontalo ini, total mengalokasikan waktunya untuk turun ke masyarakat.

Nabil juga beruntung pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kepri, dan Wakil DPRD Batam. Jabatan politis ini memberinya kesempatan untuk membangun akses politik ke lintas partai. Dan hasil penelusuran Haluan Kepri, namanya memang berkibar.

Sepertinya, debut Nabil di balapan kursi DPD bisa meraih hasil maksimal. Bisa-bisa Nabil mampu mematahkan rekor capaian dukungan Aida Ismeth yang mencapai 100 ribu suara.

Tak kalah penting, Rahmatsyah Ramadhany (Dhany Ismeth) dianggap kandidat kuat peraih kursi DPD RI. Anak mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan anggota DPD RI, Aida Ismeth dianggap pewaris dukungan masyarakat terhadap Aida yang merupakan ibu Dhany.

Tak tanggung-tanggung, warisan suara Aida mencapai seratus ribuan. Angka ini jauh meninggalkan anggota DPD RI lainnya seperti Zulbahri, Hardi Hood dan Jasarmen Purba.

Di samping itu, sesungguhnya Dhany sendiri juga punya modal suara cukup besar ketika memberikan kontribusi satu kursi DPR RI untuk Partai Golkar.

Dhany pun saat ini mengandalkan duet bersama ibunya dalam mendulang suara pada Pemilu 2014 nanti. Diprediksi, pendukung Aida berpotensi mendukung Dhany yang saat ini bermigrasi dari pertarungan DPR RI ke DPD RI.

Selanjutnya, perebutan kursi DPD RI bakal seru dengan kehadiran Richard Pasaribu. Sebagai pendatang baru, kelas Richard bukanlah amatiran.

Bermodal pengalaman dalam menjalani pertarungan Pemilihan Walikota Batam pada 2009 lalu, Richard sesungguhnya punya modal politik.

Dukungan terhadap Richard cukup besar ketika itu. Oleh karenanya, Haluan Kepri menilai, peluang Richard bakal mulus ke Senayan. Walaupun sesungguhnya banyak kalangan menilai jika sosok calon DPD lainnya, Jasarmen Purba bisa jadi batu sandungan.

Namun begitu, saat ini Richard sangat aktif turun ke masyarakat. Ia membangun jaringan ke simpul-simpul masyarakat yang ada. Bahkan dari penelusuran Haluan Kepri, pria yang pernah mencicipi atmosfir pendidikan luar negeri itu diprediksi bisa meraih 60-70 ribu suara.

Terakhir, Raden Hari Tjahyono yang digadang-gadangkan PKS untuk jadi senator juga masuk perhitungan. Konon, Hari punya modal dukungan 24.683 suara.

Hari sebenarnya beruntung dengan mundurnya Ria Saptarika sebagai kader PKS. Sehingga dukungan suara PKS bisa utuh kepada dirinya. Jika tidak, bisa-bisa dukungan PKS bisa terbelah.

Walau begitu, dukungan luar PKS pun besar kepada Hari. Hasil penelusuran Haluan Kepri, Hari memperoleh dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Ini menjadi penting bagi dirinya. (fur)

==============================

Tujuh Nama Bersaing Ketat

Rabu, 25 September 2013 00:00

BATAM (HK)- Pasca migrasi peraih suara terbanyak anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, Aida Zulaikha Nasution ke pentas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pemilu mendatang, perebutan kursi empat besar senator dapil Kepri diprediksi bakal ketat. Suara Aida jadi rebutan 15 calon DPD yang bertarung pada Pemilu 2014.
Dari kajian Tim Haluan Kepri, dalam program “Jika Pemilu Legislatif Hari Ini”, terdapat tujuh nama yang bakal bertarung ketat memperebutkan jatah kursi DPD RI untuk Kepri tersebut.

Mereka, Zulbahri, Hardi Selamat Hood, Mohammad Nabil, Richard Pasaribu, Raden Hari Cjahyono dan Rahmatsyah Ramadhany (Dhany Ismeth).

Adalah Zulbahri masuk dalam perhitungan bakal kembali merengkuh kursi DPD RI. Soalnya, selain sangat populer diantara tujuh nama tadi, Ketua Komite IV DPD RI ini dikenal dekat dengan masyarakat.

Ini terbukti, Zulbahri yang maju dalam perebutan kursi Calon Gubernur Kepri, hampir masuk finish.

Tidak hanya itu, Zulbahri secara karir politik pun sangat bersentuhan dengan kepentingan masyarakat. Ia merangkak sebagai Kepala Sekolah SMP 6, kemudian jadi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pasar dan terakhir dipercaya sebagai Asisten II Pemerintah Kota Batam.

Baru pada Pemilu 2009 lalu, Zulbahri berkibar di pentas nasional, pasca masuk garis finish di urutan kedua dengan perolehan suara 45.236.

Dengan modal perolehan suara tersebut, Zulbahri memang disebut-sebut kandidat kuat peraih kursi DPD RI mendatang.

Jumlah suara tersebut jadi poin penting bagi Zulbahri untuk menegaskan dominasinya dalam pertarungan kursi DPD RI tersebut. Modal politik ini mengungguli calon lainnya.

Walaupun terdapat nama Jasarmen Purba yang menguntit di bawah peroleh suara Zulbahri yaini 40.903 dan Hardi Selamat Hood yang meraih 36.636 dukungan.

Selanjutnya, terdapat nama Hardi Slamet Hood digadang-gadangkan bisa menjadi peraih suara terbanyak pada perebutan kursi DPD RI nantinya. Dengan perolehan suara 36.603 pada 2009 lalu, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam itu, saat ini terus bergerak mencari dukungan.

Empat tahun jadi anggota DPD RI juga jadi nilai penting bagi Hardi untuk kembali merebut hati masyarakat. Selama itu juga, Hardi juga telah banyak memberikan konstribusi bagi Kepri, terutama di bidang pendidikan.

Selain kiprah secara pribadi, Hardi beruntung punya keluarga besar Hood. Jaringan keluarga Hood, yang sebagian besar berkiprah di pentas politik menjadi mesin pendulang suara bagi Hardi.

Sebut saja tokoh sekaliber Huzrin Hood. Tentulah ia punya pengaruh signifikan untuk meyakinkan masyarakat Kepri memilih Hardi. Apalagi, Huzrin merupakan tokoh senteral perjuangan Provinsi Kepulauan Riau.

Selain itu, terdapat nama, Husnizar Hood yang menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Tanjungpinang. Para pendukung Husnizar sangat berpotensi untuk mendukung Hardi.

Tak kalah pentingnya, Hardi saat ini sudah menjelma sebagai tokoh penting masyarakat Melayu di Kepri. Pria kelahiran, Ungar, Tanjungbatu sering jadi tempat bertanya anak-anak muda Kepri.

Selanjutnya, H Mohammad Nabil termasuk nama yang digadang-gadangkan bakal berkibar dalam Pemilu 2014 nanti di pentas perebutan kursi DPD.

Pria yang pernah menjadi Wakil Ketua DPRI Kepri,punya jaringan dan pendukung yang tidak bisa diremehkan.

Bahkan dari penelusuran Haluan Kepri berbagai wilayah di Kota Batam, sosok mantan Ketua DPD PAN Kepri ini direspon positif masyarakat. Apalagi saat ini, politisi yang sukses sebagai pengusaha ini, setiap hari terus bergerak ke masyarakat.

Dan dua periode sebagai anggota dewan jadi modal penting bagi Nabil. Ia pun meriah dukungan dari tokoh lintas partai politik di Batam dan Kepri.

Kondisi ini juga menambah motivasi Nabil untuk memulai debutnya di jalur senator. Bahkan Nabil dalam sebuah kesempatan bertekad siap menjadi peraih suara terbanyak pada Pemilu 2014 nanti. Nabil pun ingin mematahkan rekor perolehan suara Aida yang mencapai 100 ribuan.

Selanjutnya perebutan kursi DPD RI bakal seru dengan kehadiran Richard Pasaribu. Kendati berstatus pendatang baru di pentas perebutan kursi senator ini, sesungguhnya, Richard sudah memulai debut politiknya saat bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Batam, 2009 lalu.

Richard bahkan dalam kajian Haluan Kepri bakal jadi kuda hitam dalam pertarungan nanti. Soalnya, berangkat dari modal perolehan suara Pilkada Batam 2009 lalu, Richard bisa mematahkan dominasi calon lain seperti Jasarmen Purba.

Ini mulai terlihat dari pergerakan Richard yang bermain di kelompok-kelompok masyarakat. Laju pergerakan pria yang pernah mencicipi atmosfir pendidikan luar negeri ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kendati sesungguhnya banyak pendapat, Richard bakal sulit bersaing dalam perolehan suara dengan Djasarmen Purba yang telah memiliki modal politik, 40 ribuan suara, namun dari pantauan beberapa tim kajian Haluan Kepri di lapangan, dukungan terhadap Richard ternyata cukup besar.

Kemudian, Ria Saptarika merupakan kandidat lainnya yang dinilai berpeluang besar mencicipi kursi senator. Mantan kader Partai Keadilan Sejahtera ini, dianggap masih memiliki pengaruh besar selepas tidak menjadi Wakil Walikota Batam lagi.

Dalam pantauan Haluan Kepri, Ria merupakan sosok yang hangat dan akrab dengan masyarakat. Kendati Ria sudah cerai dengan PKS, namun para pemilih PKS masih banyak berpihak pada Ria.

Tidak hanya itu, para pendukung Ria dalam Pilkada Kota Batam 2011 lalu juga masih dinilai bisa menjadi modal Ria untuk meretas jalan ke Senayan.

Selanjutnya, kehadiran Raden Hari Cjahyono yang digadang-gadangkan PKS untuk jadi senator juga masuk perhitungan.

Apalagi Hari yang pernah mencicip atmosfir perebutan kursi DPD RI pada 2009 lalu berhasil meraih dukungan 24.683 suara.

Pengalaman ini juga modal penting bagi Hari untuk bisa masuk big four (empat besar) dalam pertarungan kursi DPD RI. Sehingga boleh dikatakan Hari sangat siap bersaing jadi yang terbaik pada 2014 mendatang.

Terakhir, nama Rahmatsyah Ramadhany (Dhany Ismeth) dianggap kandidat kuat peraih kursi DPD RI. Soalnya, anak mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan anggota DPD RI, Aida Ismeth dinilai bisa mewarisi dukungan masyarakat terhadap ibunya kepada Dhany.

Tak tanggung-tangguh, warisan suara Aida mencapai seratus ribuan. Angka ini jauh meninggalkan anggota DPD RI lainnya seperti Zulbahri, Hardi Hood dan Jasarmen Purba.

Di samping itu, sesungguhnya Dhany sendiri juga punya modal suara cukup besar ketika memberikan konstribusi satu kursi DPR RI untuk Partai Golkar.

Tak kalah pentingnya adalah, Dhany saat ini kembali duet bersama ibunya dalam mendulang suara pada Pemilu 2014 nanti. Diprediksi, pendukung Aida berpotensi mendukung Dhany yang saat ini bermigrasi dari pertarungan DPR RI ke DPD RI. (fur)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s