Ria Saptarika, Calon Anggota DPD RI dari Kepri Peraih Suara Terbanyak

Ria Saptarika, Calon Anggota DPD RI dari Kepri Peraih Suara Terbanyak
Kampanye Hemat, Pintar Kelola Media Sosial

BatamPos, Kamis, 24 April 2014, halaman utama.
(Ratna Irtatik, Batam Pos)
foto_koran

RIA Saptarika didampingi Suparti, Istrinya, di rumahnya di Sekupang, kemarin. Ria menjadi calon
DPD peraih suara tertinggi.

Bermodal cekak, tapi Ria Saptarika menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI peraih suara terbanyak. Selain bermodalkan kedekatannya dengan masyarakat, mantan Wakil Wali Kota Batam itu pintar mengelola media sosial.
GERIMIS membasahi jalan beraspal di sepanjang gang masuk perumahan Tamansari, Tiban, Sekupang, Rabu (23/4) sore, kemarin. Suasana sunyi. Begitu suasana rumah dengan pagar bercat putih di pinggir jalan, juga terlihat sepi. Hanya di teras rumah itu tampak seorang pria berusia lanjut duduk sendirian. Ia lantas berdiri menyambut Batam Pos, Lalu mempersilakan masuk kedalam rumah. Itulah rumah Ria Saptarika, calon DPD RI.

dari Kepri yang berhasil meraup suara terbanyak dan dipastikan lolos menjadi wakil daerah di Senayan. Pria tadi kemudian memanggil si empunya rumah yang muncul sekitar 5 menit kemudian.
Mengenakan batik berwarna krem, Ria yang ditemani istrinya, Suparti, mengucap syukur. “Awalnya saya tidak memprediksi (hasilnya, red) akan sedahsyat ini,” ujar Ria, yang menyebut suaranya mencapai 122.782 berdasar hasil final pleno PPK di seluruh Kepri yang masuk kepadanya.

Dia lantas bercerita tentang strategi yang dipakai saat kampanye lalu. Satu di antara kunci keberhasilannya yakni kepandaian menyiasati cekaknya dana kampanye. Bah kan, mantan Wakil Wali Kota Batam itu mengaku berada dalam masa sulit saat Pemilu lalu. “Saya sedang dalam kekurangan, sehingga doanya lebih kencang, dan itu doa yang sebenar-benarnya dan asli karena keadaan.

Mungkin karena itu Allah kabulkan,” kata Ria yang disambut senyum dan anggukan kepala oleh istrinya. Minim dana kampanye, Ria mengaku banyak bekerja sendiri dan mengoptimalkan bantuan dari seluruh anggota keluarga, dibantu juga dari relawan dan pendukungnya.

Bapak lima orang anak itu bahkan turut mendesain sendiri gambar spanduk yang akan menampilkan foto dirinya, tidak membayar jasa desain grafis seperti yang mungkin banyak dilakukan caIon legislatif atau DPD lainnya.
Tak hanya itu, dia juga mengaku tidak beriklan di media massa manapun dan menghindari memejeng foto besar-besar di baliho yang berada di pinggir jalan protokol seperti calon lain. “Pertama karena memang tidak punya dana besar, terus menurut hitungan teoritis tingkat keterkenalan (popularitas) saya di masyarakat itu sudah baik, bercermin dari Pemilukada Batam 3 tahun laIu dimana saya memperoleh 80 ribu suara,” jelas pria kelahiran Indragiri Hilir, 45 tahun lalu itu.

Kalaupun mermasang gambar, sambung dia, itupun hanya baliho kecil dan bukan berada di pinggir jalan utama. Tujuannya, hanya untuk mengingatkan dan meyakinkan masyarakat bahwa dia benar-benar mencaIonkan diri menjadi anggota DPD RI.
Menurut Ria, ada tiga hal yang membuat seorang caleg atau caIon DPD bisa sukses saat Pemilu, yakni tingkat popularitas, ketersukaan masyarakat, baru kemudian elektabilitas. Hitungan Ria, dia sudah punya modal popularitas paling tidak oleh 80 ribu orang yang memilihnya saat Pemilukada lalu dan ditunjang dengan keaktifannya menjaga silaturahmi dengan masyarakat. “Selama lima tahun menjabat (Wawako Batam,red) bahkan hingga saat ini saya tidak pernah mengendurkan silaturahmi dengan masyarakat,’ ujar dia.

Kemudian, sambung dia, tingkat kesukaan masyarakat, baik itu seeara integritas personal lewat torehan prestasi atau sebaliknya, tidak pernah berbuat negatif yang berimbas besar dan terekam di benak masyarakat. Hal-hal tadi kemudian bertautan dengan tingkat elektabilitas, yang tentu dikaitkan dengan kapabilitas (kemampuan) dan juga visi-misi yang ditawarkan saat kampanye.

Tak beriklan di baliho, Ria memilih jaIur mengenaIkan diri gratis di dunia maya. Caranya, memanfaatkan media sosial seperti Faeebook dan Twitter. Ria bercerita, meminta bantuan anak-anaknya untuk ikut memantau laman Faeebook-nya, misalnya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman-temannya di jagad maya pertemanan itu. Jika nanti yang dikirimi ucapan merespon, maka Ria sendiri yang akan membalasnya. “Bahkan, ketika saya berada di satu kecamatan di Karimun, ada warga yang menyapa saya dengan bilang, ‘Pak Ria kan?’, Saya tanya, tahu (wajah) saya dari mana soalnya karmi baru pertama ketemu, dia bilang dari Facebook,” kenang Ria. Begitu juga di media sosial Twitter, Ria juga aktif berkicau dan menyampaikan visi-misi berikut gagasannya kepada para pengikutnya. Menurut Ria, dia dan tim banyak belajar dari Pemilukada sebelumnya, dimana sempat menghamburkan banyak biaya namun tak mampu mendulang torehan maksimal.

Karena itu, sekarang dia memilih berhitung riil dari data survei untuk melihat peluang keterpilihan dirinya. “Saya menggunakan sekali analisa data survei-survei, baik dari tim maupun survei independen yang dilakukan setahun sebelum ini. Berdasar data itulah saya melangkah, kata dia. Menurut dia, dana kampanye yang dia gelontorkan dan sesuai yang dilaporkan ke KPU yakni sebesar Rp 297 juta yang tercatat di satu rekening bank khusus, sesuai ketentuan. Jika ada lebihnya, diperkirakan tak jauh dari angka itu. “Dan itu otomatis tereatat secara online baik itu pembayaran atau pengiriman, dan ini cara (kampanye) yang saving cost (hemat biaya),’ ujamya.

Ria lantas berecrita, bahwa pernah suatu ketika saat kampanye, ada warga yang meminta pendirian fasilitas umum (fasum) atau fasilitas olahraga. Dia mengaku menolak jika harus membiayai penuh. “Saya katakan, kalau diminta ikut berpartisipasi misalnya menyumbang semen 10 sak saya sanggup. Tapi akhirnya malah banyak yang gakjadi (meminta), entah paham dengan kondisi saya atau prihatin pada saya, saya gak tahu,’ ucap Ria menceritakan satu periode kampanyenya dulu.

Satu hal yang juga penting, lanjut Ria, bahwa semua kegiatan dan tempat yang dikunjunginya saat kampanye dulu terekam dengan baik di aplikasi Google Calender yang dapat mengiriminya pesan singkat untuk pengingat (reminder). Dari sini, Ria mengaku akan napaktilas tentang apa yang dulu pernah akan diupayakan saat menjadi wakil daerah. “Saya ketika kampanye tidak menjanjikan apa-apa, tapi saya tanamkan dalam hati untuk niat baik membangun daerah, karena itu satu suara sangat berarti buat saya, karena itu amanah,’ urainya.

Kedepan, Ria akan berupaya mewujudkan visi misinya. Di antaranya meningkatkan nilai daya tambah Batam dan Kepri. Terlebih, sambung dia, daerah ini inemiliki kelebihan free trade zone (FTZ) yang memungkinkan mendapat kemudahan dan kekhususan yang memberi manfaat langsung ke masyarakat. Contohnya, untuk menekan harga bahan makanan dan pertanian sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud, meskipun gaji tak perlu harus naik membumbung.

Satu caranya, meminta agar daerah ini diberi kebebasan impor bahan makanan dari luar negeri sehingga bahan pokok menjadi murah. “Kalau harga makanan murah, gaji yang ada pasti cukup bahkan berlebih, maka tak akan ada lagi demonstrasi-demonstrasi yang membuat investor asing takut laIu hengkang,” pungkasnya.***

Sumber: Batampos, Kamis, 24 April 2014, halaman utama.

3 thoughts on “Ria Saptarika, Calon Anggota DPD RI dari Kepri Peraih Suara Terbanyak

  1. Allamdulilah ….Smg Pak Ria selalu diberikan kshatan dan kslamatan serta keimanan dan ksuksesan …Amin yarobalalamin

    • Amiin Ya Rabbal Alamiin… Subhanallah…luarbiasa Senang sekali… Terimakasih banyak… Yasril…Smg Jg Allah SWT, memberikan keberkahan bpk sekeluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s